Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah mengambil langkah maju yang signifikan dalam upaya transformasi layanan kepolisian.
Fokus utama mereka saat ini adalah melatih sumber daya manusia (SDM) agar adaptif menghadapi era digital, khususnya dalam menyambut penerapan BPKB elektronik.
Kebijakan ini membawa angin segar bagi masyarakat, menjanjikan proses registrasi dan identifikasi kendaraan yang lebih efisien, transparan, dan terbebas dari kerumitan birokrasi konvensional.
Inisiatif ini menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan publik yang sejalan dengan perkembangan teknologi.
Menurut Kombes Pol Sumardji, Kasubdit BPKB Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri, pelayanan BPKB ke depan tidak akan lagi mengandalkan cara-cara lama yang rumit.
Dengan BPKB elektronik, seluruh pencatatan kendaraan akan dilakukan secara digital guna menekankan bahwa investasi terbesar dalam transformasi ini adalah pada kualitas dan kemampuan petugas kepolisian itu sendiri.
Solusi Humanis untuk Keluhan Masyarakat: Cek Fisik Tanpa Gesek
Salah satu inovasi paling humanis dan ditunggu masyarakat adalah penerapan cek fisik kendaraan secara digital. Sumardji menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keluhan masyarakat yang sering terjadi dalam proses cek fisik konvensional.
Siapa pun yang pernah mengurus kendaraan tua, truk, atau bus pasti memahami betapa sulitnya proses menggesek nomor rangka dan nomor mesin secara manual—proses yang rentan kesalahan dan memakan waktu.
Oleh karena itu, di bawah arahan Kakorlantas dan Dirregident, Korlantas menelurkan inovasi ini: cek fisik kini cukup difoto menggunakan alat khusus yang secara otomatis mendokumentasikan nomor rangka dan nomor mesin.
Harapannya, alat ini dapat mempercepat proses pengurusan kendaraan, dan ke depan, seluruh Polda dan Polres di Indonesia akan memiliki alat cek fisik digital tersebut.
Membangun SDM Adaptif Melalui Uji Kompetensi Ketat
Transformasi menuju layanan serba digital ini tidak hanya soal pengadaan alat canggih, tetapi yang terpenting adalah menyiapkan personel yang mumpuni.
Korlantas Polri menerapkan program sertifikasi yang ketat untuk memastikan kesiapan petugas. Pelatihan ini bukan sekadar formalitas; peserta diuji melalui dua tahapan utama yang sangat penting.
Tahapan tersebut meliputi uji kompetensi pemeriksaan fisik kendaraan (baik R2 maupun R4) dan uji kompetensi penerbitan BPKB.
Kedua tahapan ini menjadi indikator vital untuk menilai kemampuan petugas dalam menerapkan sistem pelayanan digital yang terintegrasi melalui Electronic Registration and Identification (ERI).
Dengan SDM yang adaptif dan terampil, sistem digital yang canggih ini dapat berjalan optimal, memangkas birokrasi yang berbelit dan meminimalisir potensi kesalahan manusia (human error).
Layanan By System dan Masa Depan Pelayanan Publik Polri
Transformasi ini secara keseluruhan menegaskan era baru pelayanan Polri yang serba “by sistem” dan sepenuhnya digital. Selain BPKB elektronik dan cek fisik digital, Korlantas juga mengembangkan pelayanan arsip digital dan sistem online terintegrasi lainnya.
Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam setiap tahapan pengurusan kendaraan bermotor.
Dengan fokus pada inovasi dan pengembangan SDM, Korlantas Polri memberikan harapan bahwa pelayanan publik di sektor lalu lintas dapat menjadi lebih cepat, mudah, dan bebas komplain.
Penerapan digitalisasi ini adalah bukti nyata kepedulian institusi terhadap kenyamanan masyarakat, menjadikan proses kepolisian terasa lebih humanis dan modern.
Statement:
Kombes Pol Sumardji, Kasubdit BPKB Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri
“Kegiatan ini (sertifikasi petugas) urgensinya bagaimana seluruh anggota ini bisa mempunyai kompetensi khususnya di bidang pelayanan BPKB,” ujar Sumardji,
“Kenapa ada cek fisik digital? Satu, karena kita tahu di cek fisik itu banyak hal yang membuat masyarakat itu selalu komplain,” jelas Sumardji.
“Pelayanan BPKB ini sekarang sudah tidak konvensional lagi. Sudah berkaitan erat dengan elektronik, online system. Semua sudah digitalisasi. Inovasi cek fisik digital, misalnya, lahir dari mendengarkan keluhan masyarakat tentang gesekan nomor rangka yang rumit pada kendaraan tua. Tujuan kami sederhana: membuat prosesnya cepat, akurat, dan tidak lagi membebani masyarakat. Kami fokus melatih anggota agar seluruh inovasi ini benar-benar bisa dinikmati oleh publik,” ujar Kombes Pol Sumardji, Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri.

![pajak kendaraan listrik [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/60aca1286e20f-300x200.jpg)
![UU PPRT (Menaker) Yassierli. [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/a_69e6d3254b656-300x200.jpeg)
![pembayaran pajak kendaraan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pemprov-dki-jakarta-tambah-layanan-samsat-hingga-sabtu-3-300x200.jpeg)