Search

Krisis Bau di Pasar Induk Kramat Jati: Sampah Menggunung, Warga Mulai Gerah

Jumat, 9 Januari 2026

Sampah pasar Kramat Jati (detikcom)

Kondisi kurang sedap lagi menerpa salah satu ikon niaga Jakarta Timur. Tumpukan sampah dilaporkan menggunung setinggi beberapa meter di area bagian belakang Pasar Induk Kramat Jati.

Bukan cuma merusak pemandangan, tumpukan limbah pasar ini juga mengeluarkan aroma “ajaib” alias bau busuk yang sangat menyengat, hingga sukses bikin pembeli dan pedagang di sekitar lokasi merasa nggak nyaman saat beraktivitas.

Gunungan sampah ini bukan muncul tanpa alasan. Usut punya usut, fenomena ini terjadi karena adanya keterbatasan armada truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang bertugas mengangkut limbah dari lokasi tersebut.

Akibat frekuensi pengangkutan yang nggak sebanding dengan volume sampah harian pasar, sisa-sisa sayur dan buah pun menumpuk hingga membentuk bukit kecil yang sangat mengganggu estetika dan sanitasi lingkungan.

Kendala Armada Truk Jadi Biang Kerok Penumpukan

Masalah keterbatasan armada truk sampah ini memang jadi isu krusial dalam manajemen kebersihan di pasar induk terbesar se-Jakarta ini.

Produksi sampah organik dan anorganik dari ribuan pedagang setiap harinya sangat masif, sehingga jika ada hambatan pada proses pengangkutan meski hanya sebentar, efeknya langsung terasa signifikan.

Terhambatnya pengangkutan ini membuat sirkulasi pembuangan sampah di area TPS (Tempat Pembuangan Sementara) pasar menjadi mandek total.

Warga sekitar yang bermukim tak jauh dari area pasar juga mulai melayangkan protes karena bau tak sedap ini terbawa angin hingga ke pemukiman mereka.

Kondisi ini dikhawatirkan bisa berdampak buruk pada kesehatan, terutama terkait risiko penyakit kulit atau gangguan pernapasan jika terus dibiarkan tanpa solusi konkret.

Mereka mendesak pihak pengelola pasar dan instansi terkait untuk segera menambah frekuensi pengangkutan sampah sebelum kondisi makin parah.

Harapan Pedagang akan Solusi Cepat dari Dinas Terkait

Bagi para pedagang, tumpukan sampah ini juga bisa berdampak pada omzet mereka. Calon pembeli sering kali enggan berlama-lama belanja atau bahkan memilih pindah ke lapak lain yang lokasinya jauh dari pusat bau busuk tersebut.

Kebersihan pasar adalah kunci utama untuk menarik pelanggan, apalagi di tengah persaingan pasar modern dan aplikasi belanja daring yang semakin gencar menawarkan kenyamanan ekstra bagi konsumen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan segera turun tangan dengan menambah alokasi armada truk sampah khusus untuk area pasar induk.

Selain itu, manajemen pengelolaan sampah di internal pasar juga perlu dievaluasi agar proses pemilahan bisa dilakukan lebih awal guna mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Kerja sama antara pedagang dan petugas kebersihan menjadi sangat vital dalam menjaga ritme pembersihan area pasar secara rutin.

Menuju Pasar Induk yang Lebih Higienis dan Nyaman

Ke depannya, transformasi pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati harus menjadi prioritas dalam rencana revitalisasi pasar tradisional di Jakarta.

Penggunaan teknologi pengolahan sampah di tempat atau komposting bisa menjadi solusi alternatif agar gunungan sampah tidak terus-menerus bergantung pada ketersediaan armada truk.

Dengan sistem yang lebih modern, masalah bau dan pemandangan kumuh di area belakang pasar bisa diminimalisir secara signifikan.

Mari kita kawal bersama agar isu ini segera mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kebijakan.

Pasar induk adalah urat nadi pangan warga Jakarta, sehingga kebersihan dan kenyamanannya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Semoga dalam waktu dekat, pemandangan gunungan sampah ini segera menghilang dan digantikan dengan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

3 Poin Penting:

  • Gunungan Sampah: Tumpukan limbah setinggi beberapa meter di bagian belakang Pasar Induk Kramat Jati memicu bau busuk yang mengganggu warga dan pedagang.

  • Masalah Armada: Terbatasnya jumlah truk pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjadi penyebab utama sampah tidak terangkut secara maksimal.

  • Desakan Solusi: Warga dan pedagang meminta penambahan armada serta perbaikan sistem pengelolaan sampah agar aktivitas ekonomi di pasar tetap nyaman dan higienis.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan