Seekor kucing yang mondar-mandir di sudut kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) ternyata bisa menjadi awal lahirnya sebuah film yang inspiratif.
Bagi tim Ophiuchus Project dari Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB, kucing-kucing kampus bukan sekadar pemandangan sehari-hari, melainkan bagian dari kehidupan mahasiswa yang kemudian mereka angkat ke layar lebar melalui film Meong!.
Film yang mengangkat kisah mahasiswa tingkat akhir dan seekor kucing tersebut berhasil meraih Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026.
Penghargaan itu menjadi pencapaian menarik karena Meong!termasuk salah satu karya terpilih dari 54 film yang berasal dari 14 negara.

Kisah Sederhana, Pesan yang Relate
Cerita Meong! berpusat pada Naila, mahasiswa perantauan yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir. Jauh dari keluarga dan tidak memiliki banyak teman dekat, tekanan menyelesaikan skripsi membuat kesehariannya terasa semakin berat.
Di tengah situasi tersebut, hadir Siti, kucing yang menjadi pemeran utama dan teman perjalanan Naila.
Bhagaskara menjelaskan, ide menggunakan kucing sebagai pemeran muncul dari kedekatan para pembuat film dengan kucing-kucing di lingkungan ITB.
Bukan Sekadar Film tentang Kucing
Menariknya, Siti tidak digambarkan sebagai kucing yang tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah Naila. Ia hanya hadir, menemani, dan menjadi bagian dari keseharian sang mahasiswa.
Justru kehadiran sederhana itulah yang menjadi inti pesan Meong! tentang hal-hal kecil yang terkadang memiliki arti besar bagi seseorang.
Tim juga berdiskusi dengan komunitas ITB Street Feeding untuk memperkaya cerita berdasarkan pengalaman mereka berinteraksi dengan kucing kampus.
Casting 40 Kucing demi Menemukan Siti
Membuat film dengan kucing sebagai pemeran utama jelas tidak semudah mengarahkan aktor manusia. Tim bahkan harus melakukan casting terhadap hampir 40 kucing yang berkeliaran di lingkungan ITB selama satu hari.
Dari proses tersebut, Siti yang biasa berada di sekitar Gedung Labtek VII akhirnya dipilih karena dinilai paling mudah diajak bekerja sama.
Syuting Mengikuti Mood Sang Bintang
Tim kemudian menggunakan pendekatan mokumenter untuk menerjemahkan perspektif Siti ke dalam film. Gerakan, ekspresi, dan cara kucing melihat lingkungan menjadi bagian dari bahasa visual.
Kru juga memiliki peran sebagai cat whisperer untuk membantu mengarahkan Siti, tetapi proses syuting tetap tidak bisa dipaksakan ketika sang kucing mulai lelah atau kehilangan minat.
Fransiska mengungkapkan bahwa ada momen ketika Siti justru menghasilkan adegan di luar rencana.
Pesan: Kamu Tidak Pernah Sendirian
Di balik tingkah Siti, Meong! sebenarnya membawa pesan yang cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa. Naila yang jauh dari keluarga dan menghadapi tekanan tugas akhir menjadi gambaran bahwa masa kuliah tidak selalu soal pencapaian akademik.
Kehadiran Meong menjadi simbol bahwa dukungan dapat datang dari hal-hal sederhana dan tidak selalu berbentuk manusia. Bhagaskara berharap film tersebut mengingatkan penonton bahwa seseorang tidak harus menghadapi semua hal sendirian.
Tak Menyangka Berujung Penghargaan
Sejak awal, tim Ophiuchus Project ternyata tidak memasang target besar untuk membawa pulang penghargaan.
Meong! dibuat karena mereka ingin kembali berkarya sekaligus bereksperimen dengan ide yang berbeda. Respons positif dan penghargaan di festival justru menjadi kejutan bagi para pembuatnya.
Statement:
Vincentius Bhagaskara, tim Ophiuchus Project
“Melalui kehadiran Meong yang menemani Naila ini, kami ingin memberikan pesan juga bahwa kamu tuh tidak pernah sendirian. Harapannya kamu bisa mencari hal-hal yang bisa menemani kamu, meskipun mungkin bukan keluarga atau teman dekat.”
Fransiska Fernanda, penulis & sutradara Meong!
“Kita melakukan casting hampir ke 40 kucing di ITB selama satu hari penuh. Kita melihat dari sisi apakah si kucing ini jinak, apakah kucing ini bisa disentuh dan bisa diarahkan. Dan dari semua hasil itu ternyata si Siti ini yang paling bisa diajak kerja sama.”
3 Poin Penting:
- Film Meong! karya mahasiswa LFM ITB meraih Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026.
- Siti, kucing yang menjadi pemeran utama, dipilih setelah proses casting terhadap hampir 40 kucing di lingkungan kampus ITB.
- Film membawa pesan tentang pentingnya support system, dengan kehadiran kucing menjadi simbol sederhana bahwa mahasiswa tidak harus menjalani tekanan tugas akhir seorang diri.



