Dunia maya dan nyata mendadak geger setelah Bareskrim Polri berhasil membongkar industri rumahan atau clandestine lab vape berisi zat etomidate di sebuah apartemen kawasan Jakarta Timur pada April 2026.
Menariknya, kasus ini tidak terbongkar lewat operasi intelijen biasa, melainkan berawal dari insting tajam seorang driver ojek online (ojol).
Driver yang curiga dengan isi paket yang akan dikirimnya langsung memilih jalur berani dengan melaporkan kiriman tersebut ke pihak berwajib demi keamanan bersama.
Langkah cepat sang ojol ini berbuah manis setelah petugas melakukan pemeriksaan X-ray dan menemukan fakta mengejutkan bahwa paket tersebut berisi narkoba.
Tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pun langsung bergerak melakukan penyamaran demi meringkus pelaku di balik bisnis haram ini.
Kasus ini menjadi pengingat bagi anak muda yang gemar vaping untuk lebih waspada terhadap isi liquid atau cartridge yang mereka gunakan, agar tidak terjebak dalam lingkaran narkotika jenis baru.
Taktik Undercover Polisi Menyamar Jadi Ojol
Untuk menangkap pelaku tanpa menimbulkan kecurigaan, polisi menggunakan taktik control deliverydengan cara menyamar sebagai driver ojek online.
Tim gabungan yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury melakukan pelacakan hingga ke area Danau Cavalio, Jakarta Selatan.
Di sana, komunikasi intens dilakukan dengan pengirim paket yang mencoba memperdayai petugas dengan menggunakan perantara ojol lain untuk mengambil barang haram tersebut di lokasi yang ditentukan.
Aksi saling perdaya ini berakhir ketika polisi berhasil meringkus tersangka berinisial Ananda Wiratama di sebuah kontrakan kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Dari penangkapan tersebut, terungkap fakta bahwa tersangka sudah melakukan pengiriman vape narkoba sebanyak 37 kali atas perintah seorang pengendali.
Penemuan ini langsung menuntun petugas menuju sebuah unit apartemen di Pulogadung yang disulap menjadi laboratorium pembuatan vape berisi zat berbahaya etomidate dan sabu.
Temuan Barang Bukti Berlogo Mafia dan Yakuza
Saat penggeledahan di apartemen, polisi menemukan gudang barang bukti yang cukup mencengangkan.
Petugas menyita ratusan bungkus vape dengan berbagai merek yang terdengar sangar seperti “MAFIA”, “YAKUZA”, hingga “STONE ISLAND”.
Tak hanya cartridge berisi etomidate, polisi juga mengamankan sabu seberat 163,03 gram, ganja, timbangan digital, hingga alat pres yang digunakan untuk mengemas produk vape narkoba tersebut agar terlihat seperti barang legal di pasaran.
Zat etomidate yang ditemukan dalam liquid tersebut merupakan obat bius yang jika disalahgunakan bisa berakibat fatal bagi kesehatan saraf dan jantung.
Keberadaan laboratorium di tengah pemukiman apartemen menunjukkan betapa nekatnya para pelaku dalam mengedarkan narkoba gaya baru ini.
Bareskrim Polri pun memberikan imbauan keras kepada masyarakat, terutama generasi Z yang akrab dengan tren vape, untuk tidak sembarangan membeli produk dari sumber yang tidak jelas identitasnya.
Buron Kelas Kakap: Sosok Pengendali Masuk DPO
Meski satu tersangka sudah diamankan, drama pengejaran belum berakhir karena sosok pengendali utama yang diketahui bernama Frendry Dona alias Fhoku masih melarikan diri.
Polisi secara resmi telah menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk pria berusia 38 tahun tersebut.
Frendry disebut-sebut sebagai otak di balik operasional laboratorium rahasia yang mengendalikan distribusi vape narkoba ke berbagai titik di Jakarta melalui jasa kurir online.
Pihak kepolisian juga sudah merilis foto wajah serta ciri-ciri fisik Frendry guna memudahkan masyarakat dalam memberikan informasi.
Upaya pengejaran ini terus dilakukan secara intensif hingga ke luar wilayah Jakarta agar jaringan peredaran etomidate ini bisa diputus sampai ke akarnya.
Polisi menegaskan bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku narkoba, terutama mereka yang mencoba merusak kesehatan generasi muda melalui produk yang sedang tren seperti vape.
Statement:
Brigjen Eko Hadi Santoso (Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri)
“Karena merasa curiga dengan paket yang akan diantarkan, kemudian driver ojol yang bersangkutan datang ke Bareskrim Polri. Setelah dilakukan pengecekan, didapatkan 13 bungkus cartridge warna hitam berlogo ‘MAFIA’ diduga berisi cairan etomidate. Saat ini, kami tengah memburu Frendry Dona yang berperan sebagai pengendali clandestine lab tersebut.”
3 Poin Penting:
-
Pengungkapan lab vape narkoba di apartemen Jakarta Timur berawal dari kecurigaan seorang driver ojek online terhadap paket kirimannya.
-
Polisi menyita ratusan cartridge berisi zat etomidate dan sabu dengan berbagai merek seperti Mafia dan Yakuza yang siap edar.
-
Satu tersangka telah ditangkap, sementara otak pengendali bernama Frendry Dona resmi masuk DPO dan sedang dalam pengejaran intensif.
[gas/man]
![ilustrasi 1000 hunian sppg [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/69dc764898304-300x200.jpg)
![Dadan Hindayana-Kepala Badan Gizi Nasional [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/896447_1200-300x169.jpg)
![Gubernur Jateng Ahmad Luthfi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rembug-Media-scaled-1-300x200.jpeg)
![Menag Nasaruddin Umar [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/image_2025-04-27_232209331-2-300x169.png)