Kabar kurang menyenangkan datang buat kamu yang lagi mengincar laptop midrange andalan Apple.
Setelah sempat menaikkan harga MacBook Air sebesar 200 dolar AS imbas lonjakan harga RAM secara global, kini lini laptop populer tersebut dilaporkan bakal semakin sulit ditemukan di pasaran.
Krisis komponen memori yang melanda industri teknologi dunia tampaknya makin berdampak serius terhadap rantai pasok dan ketersediaan unit di tingkat retail.
Kondisi kelangkaan ini diperkirakan tidak hanya terjadi pada satu model saja, melainkan meluas ke seluruh varian ukuran, baik versi 13 inci maupun 15 inci.
Sejumlah toko retail resmi dikabarkan mulai kelabakan memenuhi permintaan konsumen karena alokasi stok dari pihak Apple pusat terus menyusut.
Pengiriman unit yang tersendat membuat calon pembeli harus mengecek ketersediaan barang secara ekstra sebelum memutuskan untuk membeli.
Dampak Krisis RAM Global dan Skema Pemesanan Backorder
Analis teknologi kenamaan dari Bloomberg, Mark Gurman, membeberkan situasi krusial ini melalui newsletterterbarunya.
Ia menyebutkan bahwa hambatan produksi akibat kelangkaan chip RAM membuat MacBook Air berpotensi menjadi barang langka di pasaran dalam beberapa waktu ke depan.
Keterbatasan stok ini diprediksi bakal makin terasa seiring menipisnya sisa persediaan di gudang distributor dan toko-toko retail.
Akibat dari tersendatnya jalur pasokan ini, konsumen yang berniat memboyong MacBook Air terpaksa harus menggunakan sistem pemesanan backorder.
Waktu tunggu pengiriman unit pun menjadi sangat bervariasi bergantung pada spesifikasi serta konfigurasi kapasitas memori yang dipilih. Makin besar kapasitas RAM yang dipesan oleh konsumen, maka durasi inden atau waktu tunggunya bakal memakan waktu jauh lebih lama.
Waktu Tunggu Hingga Sebulan dan Kekhawatiran Stok Retail Menipis
Bahkan dalam beberapa kasus konfigurasi RAM tinggi, waktu tunggu pengiriman unit dilaporkan bisa mencapai durasi satu bulan alias hingga awal September mendatang.
Situasi ini tentu menyulitkan bagi calon pengguna yang membutuhkan laptop baru dalam waktu cepat untuk keperluan pekerjaan maupun kuliah.
Keterlambatan produksi ini memperlihatkan betapa dalamnya dampak krisis komponen terhadap operasional Apple.
Di sisi lain, para pemilik toko retail yang saat ini masih menyimpan sisa stok barang diprediksi bakal perlahan kehabisan persediaan. Begitu alokasi resmi dari pabrikan Apple berkurang drastis akibat gangguan produksi, pasokan di pasar retail dipastikan bakal makin terbatas.
Kondisi ini memicu kekhawatiran apakah krisis RAM ini nantinya juga akan merembet ke lini perangkat Apple lainnya seperti MacBook Pro.
Tantangan Industri Teknologi dan Efek Domino Krisis Komponen
Krisis RAM global ini menjadi ujian berat bagi industri manufaktur elektronik di seluruh dunia, termasuk bagi perusahaan raksasa sekelas Apple.
Kenaikan harga komponen dasar yang diikuti oleh kelangkaan barang menciptakan efek domino yang merugikan konsumen akhir. Selain harus membayar harga yang lebih mahal, konsumen kini juga dituntut ekstra sabar menunggu unit pesanan mereka tiba.
Hingga saat ini, belum ada kepastian resmi kapan rantai pasok memori RAM global akan kembali pulih dan stabil seperti sedia kala.
Bagi kamu yang memang berencana memperbarui perangkat laptop dalam waktu dekat, mengamankan stok yang ada sekarang atau memesan lebih awal bisa menjadi opsi paling aman sebelum ketersediaan barang benar-benar habis di pasaran.
3 Poin Penting:
-
MacBook Air Makin Langka: Lini laptop midrange Apple (varian 13 dan 15 inci) berpotensi langka di pasaran akibat imbas krisis dan kelangkaan RAM global.
-
Sistem Inden / Backorder: Pembeli terpaksa melakukan pemesanan backorder dengan waktu tunggu bervariasi; semakin besar konfigurasi RAM yang dipesan, waktu tunggu bisa mencapai hingga sebulan.
-
Stok Retail Menipis: Pasokan unit dari Apple yang tersendat membuat toko-toko retail kelabakan dan dikhawatirkan sisa stok di pasaran bakal segera habis.

