McDonald’s China Luncurkan Mouse Berbentuk Kentang Goreng dari Daur Ulang Mainan Happy Meal

McDonald’s China kembali menghadirkan inovasi yang tidak biasa. Kali ini, perusahaan restoran cepat saji tersebut meluncurkan tetikus (mouse) nirkabel berbentuk kentang goreng khas McDonald’s.

Bukan sekadar aksesori komputer dengan desain menggemaskan, perangkat ini dibuat menggunakan material hasil daur ulang mainan bekas Happy Meal sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan bertajuk Reimagine Good Things.

Kolaborasi bersama Lenovo menjadi salah satu daya tarik proyek tersebut. Lebih dari 60 persen bagian cangkang luar tetikus menggunakan plastik daur ulang dari mainan Happy Meal yang dikumpulkan melalui program khusus.

Desainnya mengambil inspirasi dari kemasan kentang goreng berwarna merah dan kuning, lengkap dengan bentuk tumpukan kentang serta logo golden arches di bagian alas.

Desain Menggemaskan, Fitur Tetap Fungsional

Di tengah banyaknya aksesori komputer dengan desain minimalis, mouse kentang goreng McDonald’s menawarkan pendekatan berbeda.

Produk ini tidak hanya mengandalkan tampilan unik untuk menarik perhatian kolektor, tetapi juga dirancang agar tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kehadirannya memperlihatkan bagaimana identitas sebuah merek dapat diterjemahkan menjadi produk teknologi yang memiliki nilai guna.

Dari sisi fitur, mouse nirkabel ini dilengkapi tombol senyap (quiet-click) untuk mengurangi suara saat digunakan, baterai isi ulang berkapasitas 380 mAh, serta tiga tingkat pengaturan sensitivitas DPI.

Konektivitasnya juga mendukung dua pilihan, yakni frekuensi 2,4 GHz dan Bluetooth. Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini menawarkan fungsi dasar yang dibutuhkan untuk bekerja maupun penggunaan komputer sehari-hari.

Tas Penyimpanan yang Berubah Menjadi Mouse Pad

Ada detail menarik lain yang membuat produk ini semakin berbeda, yaitu tas pelindung yang disertakan dalam setiap pembelian.

Aksesori tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga dapat dibentangkan menjadi alas tetikus atau mouse pad.

Motifnya dibuat senada dengan desain perangkat sehingga keseluruhan produk tampil sebagai satu paket aksesori bertema McDonald’s.

Dari sudut pandang konsumen, konsep ini menjadi contoh bagaimana kemasan dan aksesori pendukung bisa dirancang lebih fungsional. Pengguna mendapatkan perangkat komputer sekaligus perlengkapan tambahan dalam satu pembelian.

Sementara itu, penggunaan plastik daur ulang dari mainan Happy Meal memberikan pesan bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih berpotensi memiliki nilai baru ketika diolah melalui proses yang tepat.

Hanya 4.000 Unit, Diburu Kolektor?

Daya tarik berikutnya terletak pada jumlah produksinya yang sangat terbatas. Mouse kentang goreng McDonald’s ini hanya diproduksi sebanyak 4.000 unit untuk pasar China.

Penjualannya berlangsung pada 22 dan 23 Oktober 2026 mulai pukul 10.45 waktu setempat melalui aplikasi resmi McDonald’s China dan program mini WeChat.

Harga yang ditawarkan mencapai 99 yuan atau sekitar Rp254.000, ditambah penukaran 18 poin anggota.

Dalam kampanye Reimagine Good Things, McDonald’s China memperlihatkan bahwa keberlanjutan dapat dikemas melalui produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut merupakan rangkuman gagasan kampanye, bukan kutipan langsung dari pihak McDonald’s atau Lenovo.

Meski begitu, inovasi ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan kampanye ramah lingkungan tidak cukup diukur dari desain menarik, tetapi perlu dilihat dari transparansi proses daur ulang dan dampak nyata pengurangan limbah.

3 Poin Penting:

  • McDonald’s China meluncurkan mouse nirkabel berbentuk kentang goreng sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan Reimagine Good Things.
  • Lebih dari 60 persen cangkang luar perangkat menggunakan plastik daur ulang dari mainan bekas Happy Meal melalui kolaborasi dengan Lenovo.
  • Produk ini memiliki baterai 380 mAh, tiga tingkat DPI, koneksi 2,4 GHz dan Bluetooth, serta diproduksi terbatas sebanyak 4.000 unit dengan harga 99 yuan ditambah 18 poin anggota.
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Kategori

PODCAST