Kabar gembira buat kamu yang sedang menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) swasta wilayah Banten! Gubernur Banten, Andra Soni, baru saja memberikan sinyal hijau bahwa program sekolah gratis yang sudah berjalan bakal diperluas cakupannya.
Setelah sukses menyasar SMA dan SMK swasta, kini giliran MA swasta yang masuk dalam bidikan pemerintah provinsi agar para siswanya nggak perlu pusing lagi memikirkan biaya SPP tiap bulan.
Langkah berani ini diambil karena angka putus sekolah di tingkat menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian yang cukup serius.
Data menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Banten baru mencapai angka 9,16 tahun. Dengan adanya program ini, diharapkan tren putus sekolah bisa ditekan habis-habisan, sehingga generasi muda Banten bisa punya bekal pendidikan yang lebih mantap untuk masa depan.
Pendataan MA Swasta dan Evaluasi Ketat Pelaksanaan Program
Pemerintah Provinsi Banten saat ini nggak main-main dalam melakukan persiapan. Sejak tahun ajaran 2025-2026, program sekolah gratis ini sebenarnya sudah berjalan dan menjaring lebih dari 60 ribu siswa di 814 sekolah swasta.
Gubernur Andra Soni ingin jangkauan program ini makin inklusif dengan menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, agar keadilan akses pendidikan bisa dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, menjelaskan bahwa timnya sedang sibuk mendata MA swasta mana saja yang dinilai layak ikut serta.
Targetnya, pada awal tahun ajaran baru di bulan Juni atau Juli 2026, data tersebut sudah rampung.
Selain pendataan, evaluasi ketat juga sedang dilakukan untuk memastikan sekolah yang sudah bekerja sama benar-benar tidak menarik biaya sepeser pun dari kantong siswa.
Sanksi Tegas Bagi Sekolah yang Masih Tarik Biaya
Kadisdikbud Jamaluddin memberikan peringatan keras bagi pihak sekolah yang mencoba main-main dengan aturan ini. Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membebaskan beban finansial siswa.
Jika ditemukan ada sekolah yang masih nekat menarik iuran atau bayaran kepada murid padahal sudah menerima bantuan pemerintah, Pemprov Banten tidak akan segan untuk memutus kerja sama atau membatalkan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.
Langkah tegas ini diambil demi menjaga integritas program sekolah gratis di Banten. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar sampai dan bermanfaat langsung bagi siswa yang membutuhkan.
Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan visi Banten untuk menciptakan ekosistem pendidikan menengah yang berkualitas dan terjangkau bisa segera terealisasi tanpa hambatan birokrasi atau pungutan liar.
Harapan Baru untuk Menekan Angka Putus Sekolah
Andra Soni menegaskan bahwa komitmen ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.
Program sekolah gratis bukan sekadar bagi-bagi bantuan, tapi merupakan investasi strategis agar anak-anak Banten tetap berada di bangku sekolah dan tidak terpaksa bekerja di usia dini karena kendala biaya.
Madrasah Aliyah sebagai bagian penting dari pilar pendidikan berbasis agama kini mendapat pengakuan yang setara dalam kebijakan ini.
Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mengawal program ini agar berjalan sesuai relnya. Dengan target masuknya MA swasta tahun ini, diharapkan tidak ada lagi anak Banten yang merasa minder atau minder karena masalah biaya sekolah.
Pendidikan menengah yang merata adalah kunci utama bagi Banten untuk bersaing di level nasional maupun global, sekaligus menjadi solusi nyata atas problem sosial kemiskinan yang sering kali berakar dari rendahnya tingkat pendidikan.
Statement:
Andra Soni, Gubernur Banten
“Untuk mengatasi persoalan angka putus sekolah, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta. Saya ingin jangkauan program ini dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti madrasah aliyah. Kami sedang mendata MA yang akan ikut, dan kami tegaskan penerima manfaat ini harus betul-betul menggratiskan siswanya.”
3 Poin Penting:
-
Perluasan Program: Pemerintah Provinsi Banten menargetkan Madrasah Aliyah (MA) swasta untuk masuk dalam program sekolah gratis mulai tahun ajaran baru Juni-Juli 2026.
-
Tujuan Strategis: Program ini bertujuan utama untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan rata-rata lama sekolah di Banten yang saat ini masih di angka 9,16 tahun.
-
Pengawasan Ketat: Disdikbud Banten melakukan evaluasi rutin dan mengancam akan memutus kerja sama (MoU) jika pihak sekolah swasta masih menarik biaya dari siswa.


![Mendikdasmen resmi menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2026-05-09-at-14.46.00-1024x681-1-300x200.jpeg)
![Ismail NurIsmail-Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Kemenag [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/23779-kepala-unit-percetakan-al-quran-upq-kemenag-ismail-nurismail-300x158.jpg)