Search

Menghitung Hari Menuju Ramadan 1447 H: Siap-Siap War Takjil dan Ibadah Maksimal

Rabu, 11 Februari 2026

Ilustrasi war takjil (radar solo)

Gak terasa ya, vibe bulan suci sudah mulai terasa di depan mata. Umat Islam di Indonesia kini tengah bersiap menyambut kedatangan Ramadan 1447 H yang jatuh pada Februari 2026 ini.

Persiapan bukan cuma soal stok sirup atau nyari tempat buka bersama (bukber) yang estetik, tapi juga soal kepastian kapan kita mulai menahan lapar dan dahaga.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dinamika penetapan awal puasa kembali menjadi topik hangat yang ramai dibicarakan di tongkrongan maupun media sosial.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah lebih dulu mengambil langkah pasti dengan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal serta pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Buat kamu yang mengikuti ketetapan ini, artinya tinggal menghitung hari saja untuk memulai sahur pertama di pertengahan minggu depan dengan semangat yang membara.

Beda Metode Antara Hisab Global dan Rukyatul Hilal

Di sisi lain, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) bersama Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi bakal memulai awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prediksi ini muncul berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026 yang mengacu pada kriteria visibilitas hilal yang lebih tinggi.

Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah di Indonesia karena adanya perbedaan metode antara perhitungan matematis (hisab) dan pengamatan langsung terhadap posisi bulan (rukyatul hilal).

Meskipun prediksi sudah beredar luas, kepastian resmi dari pemerintah baru akan diumumkan setelah Sidang Isbat yang rencananya digelar pada 17 Februari 2026 sore.

Dalam sidang tersebut, tim perukyat dari berbagai titik di Indonesia akan melaporkan hasil pengamatan mereka di lapangan.

Jadi, buat kalian yang masih galau mau mulai puasa hari apa, pantengin terus pengumuman resmi pemerintah supaya bisa beribadah dengan tenang dan kompak bareng keluarga.

Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Memasuki Bulan Suci

Terlepas dari potensi perbedaan tanggal mulai, yang paling krusial adalah bagaimana kita menyiapkan diri secara lahir dan batin.

Memasuki bulan Ramadan di pertengahan Februari membutuhkan kondisi fisik yang prima, apalagi dengan cuaca yang sering gak menentu belakangan ini.

Mulai sekarang, yuk kurangi begadang gak jelas dan perbanyak minum air putih supaya tubuh gak kaget saat harus berpuasa seharian penuh sambil tetap produktif menjalani aktivitas harian.

Selain fisik, kesiapan mental dan spiritual juga gak kalah penting untuk diperhatikan.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar, tapi juga momen buat reset diri jadi pribadi yang lebih baik dan sabar.

Mumpung masih ada waktu beberapa hari lagi, gak ada salahnya kita mulai menyusun target ibadah, mulai dari khatam Al-Qur’an sampai konsisten salat tarawih.

Jangan sampai bulan yang penuh berkah ini lewat begitu saja tanpa ada progres positif bagi diri kita.

Menantikan Idul Fitri dan Semangat Kebersamaan Umat

Menariknya, Muhammadiyah juga sudah memberikan ancang-ancang mengenai hari kemenangan dengan menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Hal ini tentu memudahkan bagi kalian yang sudah ingin memesan tiket mudik lebih awal agar tidak kehabisan kuota atau terkena harga yang melonjak drastis.

Perencanaan yang matang sejak sekarang bakal membuat momen lebaran nanti jadi lebih berkesan dan minim stres karena urusan logistik yang sudah aman terkendali.

Pada akhirnya, perbedaan awal puasa seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling berdebat yang tidak perlu.

Semangat toleransi dan saling menghargai pilihan masing-masing justru menjadi bumbu keindahan dalam keberagaman umat Islam di Indonesia.

Mari kita sambut Ramadan 1447 H dengan hati yang bersih dan fokus pada esensi ibadah itu sendiri. Apapun harinya, tujuannya tetap sama: meraih ketakwaan dan keberkahan yang berlimpah dari Sang Pencipta.

Statement:

Ustaz Fauzan ( pengamat astronomi Islam )

“Perbedaan penetapan awal Ramadan adalah kekayaan khazanah keilmuan Islam di Indonesia. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan tidak perlu bingung. Bagi yang mengikuti hisab silakan, dan bagi yang menunggu hasil sidang isbat pemerintah juga sangat baik. Yang terpenting adalah kualitas ibadah kita selama sebulan penuh nanti.”

3 Poin Penting:

  1. Kepastian Muhammadiyah: Berdasarkan metode hisab KHGT, Muhammadiyah resmi menetapkan awal puasa Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026.

  2. Prediksi Pemerintah & NU: Kemenag dan NU diprediksi memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, menunggu hasil Sidang Isbat pada 17 Februari.

  3. Persiapan Total: Umat Muslim diharapkan menyiapkan kesehatan fisik dan kemantapan spiritual untuk menyambut bulan suci dengan penuh ketenangan.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan