Search

Potret Ketenagakerjaan Indonesia: Sepertiga Pekerja Masih Berstatus Pekerja Tidak Penuh

Minggu, 9 Agustus 2026

Ilustrasi pekerja paruh waktu sebagai odol (iStock)

Dinamika pasar kerja di Indonesia kembali menunjukkan tren yang menarik untuk dicermati bersama. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang telah bekerja di Indonesia per Mei 2026 sukses menembus angka 148,19 juta orang.

Meski demikian, fakta menarik terungkap bahwa sebanyak 49,21 juta orang atau sekitar sepertiga dari total angkatan kerja yang terserap tersebut masih berstatus sebagai pekerja tidak penuh.

Fenomena pekerja tidak penuh ini mencakup kelompok masyarakat yang bekerja dengan durasi kurang dari 35 jam per minggu, baik dalam bentuk pekerja paruh waktu maupun setengah pengangguran.

Tingginya angka pada sektor ini menandakan tantangan fleksibilitas jam kerja serta penciptaan lapangan kerja formal yang serba dinamis di era modern. Hal ini menjadi sorotan penting dalam upaya mendorong produktivitas tenaga kerja secara nasional.

Peningkatan Jumlah Pekerja Penuh dan Dinamika Pekerja Paruh Waktu

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa mayoritas tenaga kerja nasional sebenarnya telah tergolong sebagai pekerja penuh.

Sebanyak 98,98 juta orang atau sekitar 66,80% dari total pekerja sudah bekerja minimal 35 jam dalam seminggu. Angka pekerja penuh ini mengalami kenaikan positif sekitar 391.000 orang jika dibandingkan dengan data pada Februari 2026.

Di sisi lain, jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori pekerja paruh waktu juga tercatat mengalami sedikit peningkatan.

Tercatat ada sekitar 38,41 juta orang yang memilih atau terikat pada pola kerja paruh waktu, bertambah sebanyak 72.000 orang dari periode sebelumnya.

Pola ini memperlihatkan bahwa ruang kerja fleksibel makin diminati sekaligus menjadi tumpuan bagi sebagian masyarakat.

Perbedaan Setengah Pengangguran dan Tren Pengangguran Nasional

BPS juga membeberkan secara detail perbedaan mendasar antara pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran di lapangan. Kelompok pekerja paruh waktu bekerja di bawah 35 jam per minggu namun tidak ada keinginan mencari pekerjaan tambahan.

Sebaliknya, kelompok setengah pengangguran bekerja kurang dari 35 jam seminggu tetapi masih aktif berburu pekerjaan lain demi menambah penghasilan harian mereka.

Per Mei 2026, jumlah masyarakat yang tergolong setengah pengangguran menyentuh angka 10,79 juta orang, atau naik 59.000 orang dibandingkan Februari 2026.

Meski tantangan pekerja tidak penuh masih membayangi, kabar baiknya adalah jumlah pengangguran terbuka justru menunjukkan tren penurunan sekitar 24.000 orang, sehingga total pengangguran nasional kini berada di angka 7,22 juta orang.

Optimisme Penciptaan Lapangan Kerja Bertahap di Era Modern

Perkembangan data ketenagakerjaan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai realitas dunia kerja di Indonesia.

Meskipun jumlah lapangan kerja terus tumbuh dan menyerap tensi angkatan kerja baru, kualitas serta kepastian jam kerja masih menjadi agenda besar yang perlu dituntaskan bersama.

Keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja formal dan sektor informal sangat krusial.

Pemerintah bersama pemangku kepentingan industri diharapkan terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan agar para pekerja tidak penuh dapat terdorong menjadi tenaga kerja produktif dengan penghasilan yang stabil.

Sinergi antara peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembukaan investasi baru dipandang sebagai kunci utama untuk menekan tingkat setengah pengangguran di masa depan.

Statement:

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS

“Persentase pekerja yang bekerja penuh atau sama dengan atau lebih dari 35 jam per minggu sebesar 66,80% atau sekitar 98,98 juta orang. Proporsi pekerja penuh ini terus mengalami peningkatan sekitar 0,03% dari 66,77% di bulan Februari 2026.”

“Di antara pekerja yang tidak penuh, tingkat setengah penganggurannya yaitu pekerja dengan jam kerja di bawah 30 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan mengalami kenaikan menjadi 7,28% dari sebelumnya sebesar 7,27% pada bulan Februari 2026.”

3 Poin Penting:

  • Jumlah Penduduk Bekerja: BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 148,19 juta orang per Mei 2026, di mana 98,98 juta orang (66,80%) di antaranya merupakan pekerja penuh.

  • Proporsi Pekerja Tidak Penuh: Sebanyak 49,21 juta orang (33,20%) pekerja masuk kategori pekerja tidak penuh, terdiri atas 38,41 juta pekerja paruh waktu dan 10,79 juta setengah pengangguran.

  • Penurunan Angka Pengangguran: Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia berkurang sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026, sehingga kini berada di angka 7,22 juta orang.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan