Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait foto dirinya menggunakan tabung oksigen saat berkunjung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (23/10/2026).
Foto tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dengan narasi yang menyebut Budi mengalami sesak napas akibat polusi udara. Namun, Budi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia memang menggunakan tabung oksigen, tetapi bukan karena mengalami gangguan pernapasan, melainkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fasilitas penanganan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui akun Instagram @bgsadikin, Budi menjelaskan bahwa penggunaan tabung oksigen merupakan bagian dari upayanya memperkenalkan fasilitas Rumah Oksigen yang tersedia di Palangka Raya.
Ia ingin masyarakat mengetahui bahwa bantuan pernapasan dan tempat untuk mendapatkan penanganan awal telah disiapkan bagi warga terdampak polusi udara.
Dalam unggahannya, Budi menegaskan bahwa dirinya saat itu tak mengalami sesak. Klarifikasi ini menjadi pengingat bahwa foto yang beredar di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan situasi.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa konteks dan sumber informasi sebelum menarik kesimpulan atau ikut menyebarkannya.
Rumah Oksigen Jadi Upaya Mitigasi Dampak Karhutla
Kunjungan Menkes ke Palangka Raya juga bertujuan memastikan kesiapan Rumah Oksigen yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta Bus Oksigen Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kedua fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak polusi udara, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kualitas udara memburuk.
Kehadiran fasilitas ini penting karena asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, orang dengan penyakit pernapasan, serta masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Menurut Budi, Rumah Oksigen dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan high-efficiency particulate air(HEPA), yaitu teknologi penyaring partikel di udara.
Warga yang mengalami keluhan pernapasan dapat mendatangi fasilitas tersebut untuk memperoleh pemeriksaan dan bantuan sesuai kebutuhan, dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan merujuknya ke rumah sakit. Budi mengingatkan masyarakat, “Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat.”
Imbauan ini penting agar warga tidak menganggap gangguan pernapasan sebagai keluhan biasa yang bisa diabaikan ketika kabut asap menyelimuti lingkungan.
Relawan Pemadam Karhutla Juga Berisiko Terdampak Asap
Dampak polusi udara akibat karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak, tetapi juga para relawan pemadam kebakaran yang bekerja langsung di lapangan.
Mereka berisiko terpapar asap dan partikel berbahaya selama berupaya mengendalikan api. Budi mengungkapkan bahwa saturasi oksigen relawan pemadam kebakaran terkadang dapat turun di bawah 90%.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat menandakan gangguan kesehatan yang membutuhkan penilaian medis segera.
Ketersediaan oksigen dan akses terhadap layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam melindungi para petugas yang bekerja di tengah situasi berbahaya.
Meski demikian, penyediaan tabung oksigen saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan kesehatan akibat karhutla.
Penanganan harus berjalan bersama upaya pencegahan paparan asap, pemantauan kualitas udara, penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai, serta pengaturan kerja dan waktu istirahat bagi petugas.
Masyarakat juga perlu membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan mengikuti arahan instansi kesehatan setempat.
Jika mengalami sesak napas atau keluhan serius lainnya, warga perlu segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat jauh lebih aman daripada mencoba mengatasi gejala sendiri tanpa mengetahui penyebabnya.
Jangan Hanya Siapkan Oksigen, Pencegahan Asap Harus Diperkuat
Kehadiran Rumah Oksigen dan Bus Oksigen Keliling merupakan langkah mitigasi yang dapat membantu warga ketika polusi udara meningkat.
Namun, fasilitas darurat semestinya berjalan beriringan dengan upaya mengurangi sumber masalah, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, deteksi titik api sejak dini, serta penegakan aturan terhadap pembakaran lahan yang melanggar ketentuan.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan fasilitas kesehatan memiliki tenaga terlatih, peralatan yang memadai, dan informasi yang mudah diakses masyarakat.
Evaluasi berkala diperlukan agar layanan tidak hanya tersedia di atas kertas, tetapi benar-benar bisa digunakan saat kondisi darurat.
Di sisi masyarakat, sikap kritis perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Foto Menkes Budi Gunadi Sadikin yang menggunakan tabung oksigen memang benar, tetapi narasi bahwa dirinya mengalami sesak napas telah dibantah langsung olehnya.
Masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai judul sensasional, melainkan mencari keterangan dari sumber asli dan media tepercaya.
Pada saat yang sama, perhatian publik tidak seharusnya berhenti pada polemik foto. Persoalan yang lebih mendesak adalah memastikan warga terdampak karhutla memperoleh udara yang lebih bersih, akses penanganan kesehatan, dan perlindungan yang memadai.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi publik yang akurat harus berjalan bersama tindakan nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Statement:
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (Menkes)
“Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu.”
3 Poin Penting:
- Menkes membantah narasi sesak napas: Budi Gunadi Sadikin mengklarifikasi bahwa dirinya menggunakan tabung oksigen saat berkunjung ke Palangka Raya untuk memberikan edukasi, bukan karena mengalami sesak napas.
- Fasilitas penanganan asap disiapkan: Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen Keliling Pemprov Kalimantan Tengah ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak polusi udara akibat karhutla.
- Waspadai gangguan pernapasan: Masyarakat dan relawan pemadam kebakaran perlu mengurangi paparan asap serta segera mencari bantuan medis jika mengalami sesak napas atau gejala serius.



