Langkah mengejutkan kembali diambil oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Meta Platforms. Perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram ini resmi menggelontorkan dana fantastis sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp33 triliun untuk mengakuisisi Manus.
Startup kecerdasan buatan (AI) asal China ini memang tengah menjadi buah bibir di industri teknologi global karena kemampuannya yang dianggap setara, bahkan melampaui agen AI Deep Research milik OpenAI.
Manus bukan sekadar startup biasa; ia merupakan agen AI serbaguna yang mampu menyelesaikan tugas-tugas rumit mulai dari riset pasar, pengkodean, hingga analisis data mendalam.
Awalnya, Manus berkembang di bawah naungan Butterfly Effect atau Monica.Im sebelum akhirnya berdiri sendiri dan memindahkan markas besarnya ke Singapura pada Juni 2025.
Perpindahan ini dilakukan demi memperlancar ekspansi global dan menghindari batasan geopolitik yang semakin ketat.
Manuver Mark Zuckerberg dan Respon Keras Pemerintah China
Mark Zuckerberg tampaknya tidak ingin membuang waktu dalam persaingan AI melawan kompetitor berat seperti Google dan OpenAI.
Meta menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi AI untuk bisnis dan mengintegrasikan otomatisasi tingkat tinggi ke dalam asisten Meta AI.
Zuckerberg bahkan dikabarkan mulai menggeser fokus tim riset internalnya demi memperkuat tim GenAI yang lebih berorientasi pada produk komersial dan pengembangan model Llama.
Namun, langkah akuisisi jumbo ini tidak berjalan mulus begitu saja di mata pemerintah China.
Kementerian Perdagangan China secara resmi menyatakan akan menyelidiki kesepakatan tersebut untuk memastikan kepatuhannya terhadap undang-undang pengendalian ekspor dan regulasi investasi luar negeri.
Bagi Beijing, teknologi agen AI canggih seperti milik Manus adalah aset strategis yang tidak bisa berpindah tangan ke pihak asing tanpa pengawasan ketat.
Manus Sang Penantang OpenAI dengan Pendapatan Fantastis
Kepopuleran Manus memang tidak main-main; startup ini bahkan kerap dijuluki sebagai ‘The Next DeepSeek’.
Hanya dalam waktu delapan bulan setelah peluncuran produk pertamanya, Manus berhasil mencatat pendapatan berulang tahunan (ARR) lebih dari USD100 juta.
Angka ini membuktikan bahwa solusi AI yang mereka tawarkan sangat relevan dan dibutuhkan oleh pasar, terutama dalam hal efisiensi kerja yang menggabungkan kemampuan riset dan eksekusi teknis.
Pengamat menilai bahwa penyelidikan dari pihak China kemungkinan besar akan memperpanjang proses persetujuan akuisisi ini.
Ada kemungkinan Beijing akan memberikan syarat-syarat tertentu mengenai penggunaan teknologi yang dikembangkan di daratan China.
Meski tidak diprediksi akan diblokir total, ancaman tindakan tegas ini memberikan posisi tawar yang kuat bagi China dalam menghadapi dominasi perusahaan teknologi Amerika Serikat di sektor kecerdasan buatan.
Meta Kian Agresif Memperkuat Ekosistem Kecerdasan Buatan
Akuisisi Manus hanyalah satu dari sekian banyak langkah agresif Meta di tahun 2025 dan awal 2026. Sebelumnya, Meta telah menyuntikkan dana sebesar USD14,3 miliar ke Scale AI dan mencaplok startup AI wearable bernama Limitless.
Rentetan investasi ini menunjukkan ambisi Meta untuk menjadi raja di ekosistem AI dunia, baik untuk kebutuhan konsumen umum maupun sektor korporasi yang membutuhkan efisiensi otomatisasi.
Dengan bergabungnya Manus ke dalam ekosistem Meta, persaingan teknologi antara AS dan China diprediksi akan semakin panas.
Penggunaan agen AI untuk tugas-tugas kompleks kini menjadi medan tempur baru yang sangat menentukan masa depan ekonomi digital.
Bagi para pengguna, integrasi teknologi Manus ke dalam produk-produk Meta tentu menjanjikan asisten digital yang jauh lebih pintar dan solutif dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Statement:
Nick Patience, AI Lead The Futurum Group
“Hasil yang paling mungkin adalah proses persetujuan yang lebih panjang dan kemungkinan kondisi penggunaan teknologi Manus yang dikembangkan di China, bukan pemblokiran total. Namun, ancaman tindakan lebih ketat memberi Beijing kekuatan negosiasi dalam akuisisi besar yang dipimpin AS ini.”
3 Poin Penting:
-
Meta mengakuisisi startup AI Manus senilai US$2 miliar (Rp33 triliun) untuk memperkuat otomatisasi canggih pada asisten Meta AI dan produk bisnisnya.
-
Pemerintah China melakukan penyelidikan resmi terhadap akuisisi ini terkait undang-undang pengendalian ekspor dan perlindungan aset strategis teknologi nasional.
-
Manus merupakan agen AI serbaguna dengan kinerja tinggi yang berhasil meraih pendapatan ARR US$100 juta hanya dalam waktu delapan bulan.



