Kabar duka dan kecemasan mendalam tengah menyelimuti dunia pers nasional serta masyarakat Indonesia.
Sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Menanggapi insiden darurat ini, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara tegas mendorong instansi terkait untuk memaksimalkan seluruh potensi pencarian demi memastikan keselamatan para awak media.
Sikap prihatin dan empati mendalam disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen Senayan. Pihaknya memastikan bakal terus memantau pergerakan tim SAR gabungan secara intensif.
Dasco menekankan pentingnya kejelasan nasib para jurnalis yang hilang kontak agar kepastian informasi dapat segera diterima oleh pihak keluarga maupun publik Tanah Air.
Imbauan Keselamatan Kerja Media dan Imbauan Ketat Peliputan Bencana
Senada dengan Dasco, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa turut mengingatkan seluruh insan pers untuk menaruh prioritas tertinggi pada faktor keselamatan (safety first).
Peliputan berita di wilayah zona bencana alam seperti gunung berapi aktif mengandung risiko bahaya yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, setiap jurnalis maupun lembaga media diwajibkan menyiapkan mitigasi risiko serta perlengkapan keselamatan yang matang.
Saan menegaskan bahwa kepastian kondisi para korban sangat dinantikan oleh keluarga besar dan masyarakat luas.
DPR RI berkomitmen untuk memberikan dorongan moral serta pengawasan penuh kepada lembaga penanggulangan bencana agar proses pencarian terus dilakukan secara sungguh-sungguh tanpa henti sampai kelima insan pers tersebut berhasil ditemukan.
Misi Pencarian Perairan Luas dan Pengerahan Armada Kapal SAR
Sementara itu, tim SAR gabungan dari Basarnas Banten, TNI AL, hingga Polairud terus menyisir kawasan pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Panjang.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengungkapkan bahwa luas area penyisiran kini telah diperluas hingga mencakup radius sekitar 271 nautical mile (NM) di perairan Selat Sunda.
Untuk memaksimalkan penyisiran di tengah hempasan gelombang tinggi dan sebaran abu vulkanik, sebanyak lima kapal utama dikerahkan langsung ke lokasi sasaran.
Tim rescue memanfaatkan armada khusus seperti KN SAR Tetuka hingga Rigid Inflatable Boat (RIB) guna menjangkau ceruk-ceruk pesisir pulau yang dicurigai menjadi titik terdamparnya speedboat rombongan jurnalis.
Identitas Korban Hilang Kontak dan Doa Bersama Bagi Insan Pers
Berdasarkan data resmi tim SAR, lima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis freelance). Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga awak kapal yang mendampingi yakni Warta (kapten), Sukarman (ABK), serta Heriyanto (pemandu lokal).
Gelombang dukungan serta doa bersama terus mengalir deras dari insan pers, organisasi profesi wartawan, hingga masyarakat umum di media sosial.
Seluruh pihak berharap proses pencarian di tengah dinamika cuaca Selat Sunda ini dapat berjalan lancar serta membuahkan hasil terbaik berupa keselamatan seluruh anggota rombongan.
Statement:
Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI
“Kami menyatakan prihatin terhadap para teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya. Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui. Dan kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa dapatkan hasil yang terbaik.”
Rizky Dwianto, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten
“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan. Tim SAR gabungan kini mengerahkan lima kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dengan total area pencarian sekitar 271 nautical mile.”
3 Poin Penting:
-
Atensi Utama DPR RI: Pimpinan DPR RI (Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa) menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak Basarnas serta instansi terkait melakukan pencarian maksimal terhadap 5 jurnalis yang hilang kontak di Gunung Anak Krakatau.
-
Perluasan Area Pencarian: Basarnas Banten mengerahkan armada lima kapal untuk menyisir area perairan Selat Sunda dan pulau-pulau sekitar Krakatau seluas 271 nautical mile.
-
Data Korban Hilang: Rombongan yang hilang kontak terdiri dari 5 jurnalis (ANTARA, Merdeka.com, iNews, Anadolu Agency, freelance) serta 3 awak kapal pendamping (speedboat).



