Search

Palem Berjalan: Kisah Manis Sebuah Mitos yang Tergantikan Sains

Senin, 22 September 2025

Pohon palem 'berjalan' (istimewa)

Di belantara hutan hujan tropis Amerika, berdiri sebuah pohon yang telah lama menjadi subjek legenda.

Dikenal dengan sebutan Palem Berjalan (Socratea exorrhiza), pohon ini memiliki penampilan yang unik dengan akar-akar panjang yang menjuntai miring dari batang, seolah-olah membentuk kaki-kaki penopang.

Dari penampilannya yang tak biasa inilah, lahir cerita-cerita tentang pohon yang bisa berpindah tempat, mencari cahaya matahari, dan “melangkah” perlahan layaknya makhluk hidup.

Legenda yang Memikat Hati Pengunjung Hutan

Kisah Palem Berjalan telah tersebar luas di kalangan masyarakat adat dan pemandu wisata di berbagai negara, dari Kosta Rika hingga Brasil.

Mereka sering menceritakan bahwa pohon ini memiliki kemampuan berpindah secara perlahan, beberapa sentimeter per hari, bahkan hingga puluhan meter dalam setahun.

Konon, pohon ini melakukannya dengan cara menumbuhkan akar baru ke arah cahaya dan membiarkan akar lama membusuk.

Kisah ini tentu saja menambah daya tarik wisata, membuat para pengunjung terkesima dan membayangkan sebuah pohon yang mampu berjalan.

Sains Ungkap Fungsi Akar yang Sebenarnya

Namun, di balik narasi yang memukau tersebut, ilmu pengetahuan memberikan penjelasan yang lebih logis.

Para ilmuwan yang telah mempelajari pohon ini menemukan bahwa akar-akar miring tersebut tidak berfungsi sebagai “kaki” untuk bergerak, melainkan sebagai penopang.

Akar-akar ini membantu pohon tetap stabil dan tegak di tanah yang lembek, tergenang, atau rawan longsor.

Sebuah studi ekstensif oleh ahli ekologi tropis, Gerardo Avalos, pada awal 2000-an membantah klaim bahwa pohon ini dapat bergerak dan menegaskan bahwa posisinya tetap di tempat yang sama.

Akar Penopang sebagai Strategi Cerdas Bertahan Hidup

Lebih jauh, penelitian menunjukkan bahwa fungsi akar penopang ini jauh lebih cerdas.

Akar-akar ini memungkinkan pohon menyerap nutrisi dan oksigen dari lapisan tanah atas yang subur, sekaligus mengangkat pangkal batang agar tidak terendam air.

Sebuah studi di jurnal Oecologia pada 2018 menjelaskan, akar ini memberikan keuntungan evolusioner bagi pohon muda untuk tumbuh lebih cepat ke atas, sehingga dapat menembus kanopi hutan dan memperoleh cahaya matahari.

Strategi ini sangat penting di hutan tropis, di mana persaingan utama adalah perlombaan vertikal menuju cahaya.

Manfaat Ekologis dan Budaya yang Luas

Selain fungsi biologisnya, Palem Berjalan juga memiliki peran ekologis yang vital. Buah pohon ini menjadi sumber makanan penting bagi berbagai satwa seperti monyet, tupai, dan burung.

Penyebaran biji melalui satwa-satwa ini membantu regenerasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati.

Batangnya yang kuat juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat adat sebagai bahan bangunan, menunjukkan nilai budaya dan manfaat yang signifikan bagi ekosistem sekitarnya.

Ancaman di Tengah Tekanan Modern

Ironisnya, meski memiliki adaptasi yang unik, populasi Palem Berjalan kini menghadapi ancaman.

Sebuah studi terbaru dari Smithsonian Tropical Research Institute pada 2024 menunjukkan adanya penurunan populasi di beberapa kawasan, seperti di Pulau Barro Colorado, Panama.

Faktor-faktor seperti perubahan pola curah hujan, serangan hama, hingga dampak perubahan iklim global diperkirakan menjadi penyebab utama.

Hal ini menunjukkan bahwa legenda tentang pohon yang “berjalan” justru berbanding terbalik dengan kenyataan pohon yang semakin terancam di tempatnya sendiri.

Pentingnya Konservasi Menyeluruh

Penurunan populasi Palem Berjalan memberikan sinyal bahwa konservasi spesies ini harus segera dilakukan.

Konservasi tidak hanya sebatas melindungi pohon, tetapi juga seluruh habitat hutan hujan yang menjadi tempatnya tumbuh.

Dengan menjaga keseimbangan ekosistem, kita dapat memastikan bahwa spesies-spesies unik seperti Palem Berjalan tetap lestari dan terus memainkan peran pentingnya bagi kelangsungan hidup hutan hujan tropis.

Kisah ini adalah pengingat bahwa keindahan alam sering kali terletak bukan pada mitos, melainkan pada keajaiban ilmiah dan kerentanan yang nyata.

Statement;

Kutipan dari studi Gerardo Avalos, Ahli Ekologi Tropis

“Melalui pengukuran lapangan, ia (Gerardo Avalos) menunjukkan bahwa meskipun akar baru muncul di sisi tertentu dan akar lama mati, posisi batang tetap berada di tempat yang sama, sehingga gagasan bahwa pohon bisa berpindah hingga belasan meter per tahun hanyalah mitos tanpa bukti empiris.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan