Search
Search
Search

Pamit Usai Satu Dekade: Peternakan Dago Dairy Bandung Resmi Tutup Permanen

Minggu, 30 Agustus 2026

Dago Dairy (YouTube)

Kabar mengejutkan dan penuh rasa haru mendadak datang dari destinasi edukasi favorit di kawasan Lembang, Bandung Barat.

Peternakan sapi perah ternama, Dago Dairy, secara resmi mengumumkan bakal menutup seluruh operasional usahanya secara permanen.

Keputusan sulit ini terpaksa diambil oleh pihak pengelola setelah lebih dari satu dekade setia melayani dan menghadirkan produk susu lokal berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.

Kabar penutupan ini Sontak memicu gelombang rasa sedih di kalangan para pelanggan setia serta pencinta produk olahan susu di Bandung dan sekitarnya.

Bagaimana tidak, Dago Dairy bukan sekadar tempat produksi susu biasa, melainkan telah menjadi ruang edukasi interaktif yang memperkenalkan kehidupan peternakan modern yang asri kepada warga perkotaan sejak pertama kali berdiri pada tahun 2015 lalu.

Perjalanan Pasangan Antar-Negara dan Rahasia Kualitas Susu Segar

Pasangan pengelola Dago Dairy (ist)

Mengutip perjalanan sejarahnya, Dago Dairy diinisiasi dan dikembangkan secara telaten oleh pasangan suami istri lintas negara, Mark Hallett yang berasal dari Australia dan sang istri, Yanti.

Di area Buniwangi, Lembang, mereka memelihara lebih dari 20 ekor sapi perah yang dirawat dengan standar kebersihan dan pakan yang sangat ketat.

Sapi-sapi tersebut rutin diberi pakan rumput segar yang ditanam langsung di area peternakan guna menjaga kesegaran gizi yang dihasilkan.

Tak hanya mengandalkan pakan berkualitas, rahasia keunggulan susu Dago Dairy juga terletak pada proses pengolahannya.

Demi mempertahankan kadar protein serta nutrisi alaminya, susu segar yang diproduksi tidak dijual begitu saja, melainkan diproses menggunakan metode pasteurisasi suhu rendah.

Susu-susu segar ini kemudian diolah menjadi berbagai macam produk turunan lezat yang diminati publik, seperti produk yogurt segar.

Krisis Tenaga Kerja dan Absennya Penerus Usaha Bikin Pasrah

Dibalik kesuksesannya, Dago Dairy ternyata harus menghadapi kenyataan pahit terkait krisis sumber daya manusia selama hampir dua tahun terakhir.

Minat generasi muda untuk bekerja di sektor peternakan yang makin tergerus membuat pemilik kesulitan mencari pekerja operasional.

Alhasil, sang pemilik terpaksa harus bekerja ekstra keras hingga dua shiftsetiap harinya demi memastikan peternakan tetap beroperasi dengan baik.

Beban kerja yang kian berat tersebut semakin diperparah dengan tidak adanya generasi penerus yang bakal melanjutkan lini bisnis keluarga ini.

Kedua putra pasangan Mark dan Yanti yang kini menetap di Australia memilih untuk tidak meneruskan usaha peternakan tersebut.

Kombinasi sulitnya mencari tenaga kerja dan tidak adanya regenerasi ini pada akhirnya meremukkan jalan Dago Dairy hingga harus tutup buku.

Kenangan Edukasi Interaktif yang Bakal Selalu Dirindukan

Keputusan tutupnya Dago Dairy melengkapi daftar panjang tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha peternakan lokal di era modern.

Padahal, konsep wisata edukasi yang diusung Dago Dairy terbukti sangat sukses mendekatkan anak-anak hingga orang dewasa untuk memahami proses pembuatan susu langsung dari sumbernya.

Kini, deretan kenangan manis serta cita rasa khas dari susu dan yogurt berkualitas Dago Dairy tinggal menjadi ingatan indah bagi para penggemarnya.

Penutupan permanen ini menjadi momen perpisahan yang manis namun mengharukan dari sebuah tempat yang pernah memberi warna pada industri peternakan dan pariwisata edukasi di Bandung Barat.

Statement:

Mark Hallett & Yanti, Pemilik Dago Dairy Bandung

“Dago Dairy di Bandung akhirnya tutup, setelah hampir dua tahun kesulitan mencari pekerja. Minat anak muda bekerja di peternakan semakin rendah, membuat pengelola harus bekerja hingga dua shift. Selain itu, kedua putra mereka yang tinggal di Australia juga tidak ingin meneruskan usaha keluarga.”

3 Poin Penting:

  • Dago Dairy Tutup Permanen: Peternakan sapi perah edukatif Dago Dairy di Lembang, Bandung Barat, mengumumkan tutup permanen setelah beroperasi lebih dari satu dekade.

  • Kendala Tenaga Kerja & Penerus: Alasan utama penutupan dipicu oleh minimnya minat anak muda bekerja di peternakan serta tidak adanya penerus usaha keluarga.

  • Kualitas Susu Pasteurisasi Suhu Rendah: Dago Dairy dikenal dengan produk susu segar dan yogurt berkualitas tinggi yang diolah melalui proses pasteurisasi suhu rendah demi menjaga nutrisi protein.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan