Search

Pangandaran Diguncang Lindu Tengah Malam: Magnitudo 4,8 Bikin Warga Auto Terbangun

Rabu, 18 Februari 2026

ilustrasi gempa [dok. ai]
ilustrasi gempa [dok. ai]

Warga pesisir selatan Jawa Barat mendadak dikejutkan oleh getaran gempa bumi yang cukup terasa pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 tersebut terjadi tepat pukul 01:00:51 WIB saat sebagian besar orang sedang terlelap.

Meskipun pusat gempa berada di laut, getarannya sukses membuat alarm alami di kepala warga menyala dan sempat memicu kepanikan singkat di lini masa media sosial.

Pusat lindu ini terdeteksi berada di koordinat laut, sekitar 94 kilometer arah Barat Daya Pangandaran.

Kedalamannya yang khas gempa tektonik membuat gelombang energinya merambat hingga ke beberapa daerah di sekitarnya.

Bagi anak muda yang masih asyik melakukan aktivitas malam atau sekadar “scrolling” ponsel, getaran ini terasa cukup nyata dan menjadi topik perbincangan hangat di berbagai platform komunikasi instan sesaat setelah kejadian.

Jangkauan Getaran dari Pangandaran Hingga Bandung

Berdasarkan data skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity), wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya merasakan getaran pada level III MMI.

Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan sensasinya digambarkan seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas di depan kediaman.

Hal inilah yang menyebabkan banyak warga refleks keluar rumah untuk memastikan keamanan situasi sekitar meski kondisi di luar masih gelap gulita.

Tidak hanya di pusat getaran, dampak gempa ini juga meluas hingga ke wilayah Garut, Ciamis, hingga Kabupaten Bandung dengan skala II-III MMI.

Di daerah-daerah tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang pelan.

Meskipun durasinya relatif singkat, cakupan getaran yang luas menunjukkan bahwa energi gempa ini cukup signifikan untuk dirasakan di sebagian besar wilayah Jawa Barat bagian selatan.

Update Terkini: Tanpa Kerusakan dan Nihil Gempa Susulan

Hingga berita ini diturunkan, kabar baiknya adalah belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG terus melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas seismik di zona tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan lainnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, mengingat wilayah selatan Jawa memang merupakan zona aktif yang memiliki potensi aktivitas tektonik secara berkala.

Hingga pantauan terakhir pada pukul 01:38 WIB, tim ahli meteorologi menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Kondisi ini memberikan rasa aman tambahan bagi warga yang sempat khawatir akan adanya guncangan lanjutan yang lebih besar.

Namun, kewaspadaan mandiri tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti waktu kejadiannya ini.

Edukasi Mitigasi dan Antisipasi bagi Generasi Muda

Kejadian gempa tengah malam ini kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya literasi mitigasi bencana, terutama bagi generasi muda yang melek informasi.

Memahami skala MMI dan cara merespons guncangan pertama adalah langkah krusial untuk meminimalisir risiko cedera.

Sangat penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi seperti aplikasi BMKG guna menghindari hoaks yang sering kali beredar cepat pascagempa.

Selain itu, menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing bisa menjadi langkah preventif yang sangat berguna bagi anak muda dan keluarga.

Kondisi aman di Pangandaran saat ini patut disyukuri, namun edukasi mengenai keselamatan harus terus diperkuat.

Mari tetap menjaga kewaspadaan sembari melanjutkan aktivitas harian, serta selalu memastikan bahwa struktur hunian kita cukup tangguh menghadapi guncangan di masa mendatang.

3 Poin Penting:

  • Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Pangandaran pada Rabu, 18 Februari 2026, pukul 01:00 WIB dengan pusat di laut.

  • Getaran dirasakan cukup kuat di Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, hingga Kabupaten Bandung dengan skala intensitas II-III MMI.

  • Tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pemantauan satu jam pascakejadian.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan