Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan brutal yang menimpa YTR (29) oleh tersangka Taufik Hidayat (30) kembali menemui babak baru yang bikin publik tercengang.
Sebelum akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian Polda Jawa Barat di kawasan Majalaya, pelaku ternyata sempat melakukan aksi nekat.
Taufik diketahui mendatangi Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas resmi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara sembunyi-sembunyi pada dini hari.
Fakta mengejutkan ini dibeberkan langsung oleh Dedi Mulyadi seusai dirinya menjenguk korban YTR di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (29/6) sore kemarin.
Berdasarkan laporan yang diterima, aksi nekat buron kelas kakap tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum petugas kepolisian berhasil melacak posisi persembunyiannya.
Sontak, lini masa media sosial langsung ramai membahas motif tersembunyi di balik keberanian pelaku menggeruduk kediaman orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Terekam Jelas Kamera CCTV hingga Cari Gubernur sampai ke Lembur Pakuan
Aksi Taufik Hidayat saat mendatangi Gedung Pakuan dipastikan bukan sekadar rumor belaka karena pergerakannya terekam sangat jelas oleh kamera pengawas (CCTV).
Tersangka yang saat itu sudah menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO) datang sekitar pukul 04.00 WIB dengan mengenakan helm serta masker untuk mengelabui petugas.
Ia sempat berinteraksi dengan personel di pos penjagaan dan secara tegas mengutarakan niatnya untuk bertatap muka langsung dengan sang Gubernur.
Tidak berhenti sampai di situ, pelarian Taufik ternyata juga mengarah ke kediaman pribadi Dedi Mulyadi yang berada di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Namun, langkah tersebut terhenti di daerah Cikawung lantaran kerabat yang mengantarkannya telanjur didera rasa ketakutan.
Sang pengantar khawatir jika identitas mereka dikenali oleh warga di sepanjang jalan, yang bisa berujung pada aksi main hakim sendiri atau amukan massa sebelum sampai ke tujuan.
Siap Dipenjara demi Sampaikan Pesan Rahasia kepada Orang Nomor Satu Jabar
Berdasarkan analisis interaksi di pos penjagaan, tujuan utama Taufik mencari Gubernur Jabar ternyata bukan untuk meminta perlindungan hukum atau melarikan diri dari jerat pidana.
Dari gestur dan bahasa yang dilontarkannya, pelaku justru menyatakan sudah pasrah dan siap untuk dijebloskan ke dalam penjara atas perbuatan kejinya.
Kendati demikian, ia bersikeras bahwa ada sebuah pesan atau informasi krusial yang harus disampaikan secara langsung kepada Dedi Mulyadi terlebih dahulu.
Sementara itu, pihak kepolisian kini tengah mendalami apakah ada keterlibatan pihak atau tersangka baru yang ikut membantu memfasilitasi pelarian Taufik selama menjadi buron.
Kasus yang sempat memicu polemik definisi penyiksaan oleh Komnas Perempuan ini terus dikawal ketat oleh publik demi tegaknya keadilan bagi korban.
Di sisi lain, misteri mengenai pesan rahasia yang ingin disampaikan pelaku kini menjadi teka-teki yang paling dicari tahu oleh masyarakat.
Pemprov Jabar Janji Kawal Total Proses Medis dan Operasi Rekonstruksi Korban
Menyangkut kondisi terkini dari YTR, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa korban saat ini masih mendapatkan perawatan medis yang sangat intensif di RSHS Bandung.
Demi menjaga psikologis dan mencegah potensi kontaminasi bakteri dari luar, Gubernur memilih untuk berkoordinasi langsung dengan tim dokter ketimbang menemui korban di ruang isolasi.
Penanganan kasus ini tidak main-main karena melibatkan hampir 40 tenaga medis spesialis yang saling berkolaborasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menegaskan komitmen penuh untuk mendampingi serta membiayai seluruh rangkaian pemulihan fisik maupun psikis YTR hingga benar-benar sembuh total.
Dukungan finansial dan fasilitas tersebut dipastikan mencakup tindakan operasi rekonstruksi yang diperlukan akibat luka parah pasca-penganiayaan.
Pemprov Jabar berharap sinergi antara penegakan hukum yang tegas dan pemulihan korban yang komprehensif dapat berjalan beriringan dengan maksimal.
Statement:
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
“Taufik sempat datang ke Gedung Pakuan jam 4.00 WIB dini hari, menemui pos jaga dan dia ngomong pakai helm, pakai masker, ‘saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu.’ Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan.”
“Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan (korban), dari sisi medis dan insya Allah Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh.”
3 Poin Penting:
-
Aksi Nekat Pelaku: Tersangka penganiayaan, Taufik Hidayat, sempat menyambangi Rumah Dinas Gedung Pakuan dan kediaman Lembur Pakuan Subang untuk menemui Gubernur Dedi Mulyadi sebelum ditangkap.
-
Niat Menyerahkan Diri: Pelaku menyatakan siap dipenjara namun bersikeras ingin menyampaikan sebuah pesan secara langsung kepada Dedi Mulyadi terlebih dahulu.
-
Jaminan Pemulihan Korban: Pemprov Jabar bersama RSHS Bandung mengerahkan hampir 40 dokter dan menjamin biaya pengobatan serta operasi rekonstruksi bagi korban YTR hingga sembuh.



