Search

Penjualan Motor di Indonesia Melemah, AHM Sebut Ekonomi Jadi Faktor Utama

Senin, 18 Agustus 2025

Ilustrasi dealer motor (istimewa)

Penjualan sepeda motor di Indonesia mengalami perlambatan signifikan pada periode Januari hingga Juli 2025. Data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan adanya penurunan sekitar 2% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selama tujuh bulan pertama tahun ini, total penjualan dari lima anggota AISI—Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS—hanya mencapai 3.691.677 unit, turun dari 3.769.895 unit yang tercatat pada Januari-Juli 2024.

Dampak Faktor Ekonomi Masyarakat

Menurut penguasa pasar, Astra Honda Motor (AHM), perlambatan ini tidak terlepas dari faktor-faktor ekonomi makro yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi, menjelaskan bahwa adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor manufaktur menjadi salah satu penyebab utama.

Selain itu, efisiensi belanja pemerintah juga turut memengaruhi penjualan, terutama di daerah-daerah yang sangat bergantung pada anggaran negara. Penurunan ini tidak terlalu parah di wilayah dengan bisnis komoditas yang kuat.

AHM Tetap Optimistis

Meskipun menghadapi tantangan, AHM tetap optimistis bahwa pasar sepeda motor akan pulih di paruh kedua tahun ini.

Wakil Presiden Eksekutif AHM, Thomas Wijaya, berharap penjualan akan kembali meningkat, didukung oleh berbagai strategi pemasaran dan ekonomi yang diharapkan membaik.

Dengan target penjualan tahunan yang diproyeksikan mencapai antara 6,2 juta hingga 6,5 juta unit oleh AISI, AHM berharap bisa menembus angka tersebut.

Capaian tahun lalu yang mencapai 6,3 juta unit menjadi patokan bagi industri untuk tetap berada di jalur yang stabil.

Hingga saat ini, dominasi pasar masih dipegang oleh sepeda motor jenis skuter matik, yang menguasai sekitar 94 persen dari total penjualan.

Model-model andalan Honda, seperti Scoopy, Vario series, PCX, dan Beat series, terus menjadi favorit konsumen.

Statement:

Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi

“Kalau dipilah-pilah ada beberapa daerah yang relate dengan manufaktur itu rada turun, ada layoff di beberapa tempat,” ujarnya.

“Kemudian, ada beberapa daerah yang mengandalkan anggaran pemerintah itu juga terpengaruh. Karena kan ada relokasi fokus anggaran.”

Wakil Presiden Eksekutif AHM, Thomas Wijaya

“Jadi kami harapkan semester dua ada peningkatan jadi di akhir tahun kurang lebih stabil dari tahun lalu, atau bisa sampai 6,4 juta unit kurang lebih, atau naik sampai 6,7 juta unit,” tutup Thomas.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan