Search
Search
Search

Perang Total Lawan Vape Narkoba! Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Minta Rokok Elektrik Dilarang Total

Sabtu, 3 Oktober 2026

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi (dok. Antara)

Isu peredaran gelap narkotika di Tanah Air kini makin genting dan menyasar gaya hidup anak muda. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan perhatian serius dan berkomitmen kuat untuk memberantas peredaran barang haram tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, perwira tinggi kepolisian itu tegas menyuarakan dorongan pelarangan total penggunaan rokok elektrik atau vape karena sangat rentan disalahgunakan sebagai modus baru peredaran narkoba.

Seruan tegas pelarangan vape tersebut sejatinya telah digaungkan Suyudi semasa dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Langkah ini dinilai sangat beralasan dan sejalan dengan maraknya kasus penyelundupan narkoba jenis cair ke wilayah Indonesia belakangan ini.

Modus kejahatan narkotika yang terus berevolusi membuat aparat penegak hukum harus ekstra waspada terhadap fenomena yang kian meresahkan tersebut.

Modus Camuflase Narkoba Cair dan Hasil Pengecekan Laboratorium BNN

Modus peredaran dalam bentuk cairan bukan lagi sekadar ancaman potensial, melainkan realitas modus kejahatan yang perlu diwaspadai bersama.

BNN berhasil mengungkap berbagai kasus penyelundupan bahan etomidate dan sabu cair.

Sindikat jaringan internasional sengaja memanfaatkan perangkat rokok elektrik agar anak-anak muda tidak curiga, seolah-olah hanya mengonsumsi vape biasa padahal di dalamnya tersimpan kandungan berbahaya.

Rekomendasi pelarangan total yang diajukan BNN didasarkan pada fakta ilmiah di lapangan.

Dari hasil pengujian laboratorium BNN terhadap 1.745 sampel vape, sebanyak 1.716 sampel di antaranya terdeteksi positif mengandung narkotika maupun new psychoactive substances (NPS).

Diskusi bersama tim dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam juga mengonfirmasi bahwa kandungan kimia rokok elektrik sangat berisiko memicu gangguan kesehatan serius.

Rekor Fantastis! Gagalkan 8 Ton Narkoba Senilai Rp 16,4 Triliun

Kiprah dan rekam jejak Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menindak kejahatan narkotika memang tidak perlu diragukan lagi.

Selama memimpin BNN dalam kurun waktu dua bulan saja, jajarannya sukses menggagalkan penyelundupan lebih dari 8 ton narkoba dari empat kasus jaringan internasional.

Keberhasilan itu mencakup penyitaan 3,37 ton cannabis buds, 1,3 ton ketamin, hingga penindakan 800 kilogram ketamin HCL di perairan Natuna dari kapal Fu Chang Sing I.

Salah satu pengungkapan paling monumental terjadi pada 17 Agustus 2026, ketika tim gabungan mengamankan 2,6 ton sabu cair dari kapal MV Ocean Porter.

Temuan sabu cair tersebut diperkirakan berpotensi diolah menjadi 2,8 juta cartridge vape narkoba dengan nilai ekonomis mencapai Rp8,5 triliun.

Secara keseluruhan, penindakan dalam dua bulan itu berhasil melumpuhkan nilai ekonomi jaringan sebesar Rp16,4 triliun serta menyelamatkan lebih dari 34,7 juta jiwa generasi muda Indonesia.

Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Usai Dilantik Presiden Prabowo

Deretan prestasi gemilang dan dedikasi tinggi tersebut menjadi pijakan kuat yang mengantarkan Jenderal Suyudi ke puncak kepemimpinan Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan dilakukan setelah Suyudi meraih persetujuan secara aklamasi dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI.

Kini, dengan mengemban amanat baru sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara, publik menaruh harapan besar pada ketegasan Jenderal Suyudi.

Pengalaman kepemimpinannya selama satu tahun lebih di BNN menjadi modal berharga untuk makin mempersempit ruang gerak sindikat narkoba internasional.

Fokus perlindungan terhadap anak muda dari ancaman rokok elektrik berisi narkotika dipastikan bakal terus menjadi prioritas utama kepolisian ke depan.

Statement:

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolri

“Pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita, melalui rokok-rokok elektrik atau vape. Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair yang kemudian digunakan melalui perangkat tersebut.”

3 Poin Penting:

  • Dorongan Pelarangan Total Vape: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tegas mendorong pelarangan total rokok elektrik karena rentan disusupi sabu cair dan new psychoactive substances (NPS) yang menyasar anak muda.

  • Capaian Penindakan BNN: Dalam kurun dua bulan kepemimpinannya di BNN, Suyudi berhasil menggagalkan lebih dari 8 ton narkoba senilai Rp 16,4 triliun dan menyelamatkan 34,7 juta jiwa.

  • Resmi Dilantik Sebagai Kapolri: Lulusan Akpol 1994 tersebut resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan