Search

Perintah Khusus Prabowo: Mentan Raja Juli Wajib Audit Total PT Toba Pulp Lestari

Selasa, 16 Desember 2025

Toba Pulp Lestari (ist)

Ada kabar panas dari Istana Negara! Presiden RI Prabowo Subianto udah ngasih perintah khusus banget ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buat melakukan pemeriksaan terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).

Perintah ini langsung keluar di tengah sorotan publik terhadap perusahaan tersebut.

Gak main-main, Menhut bakal segera menugaskan Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki buat menindaklanjuti arahan Presiden ini.

Ancaman Pencabutan Izin: Hasil Audit Bakalan Diumumin

Apa dampak paling fatal dari audit ini? Raja Juli udah ngasih sinyal keras lho! Hasil dari audit dan evaluasi total itu bakal menentukan nasib izin perusahaan ini.

Ini jelas nunjukin bahwa Pemerintah serius banget menanggapi tudingan terhadap PT TPL sebagai penyebab bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Meski begitu, PT TPL sendiri sebelumnya udah membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa seluruh operasionalnya sudah sesuai dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari.

Klaim Lestari TPL: Hanya 46 Ribu Hektare untuk Eucalyptus

PT Toba Pulp Lestari gak tinggal diam. Mereka udah buka suara melalui keterbukaan informasi BEI (2/12/2025).

Mereka menjelaskan bahwa seluruh kegiatan Hutan Tanaman Industri (HTI) mereka sudah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh pihak ketiga.

Ini nunjukin kalau mereka merasa sudah memenuhi standar keberlanjutan global.

Perusahaan itu juga mengungkap fakta area mereka: dari total areal 167.912 hektare, hanya sekitar 46.000 hektare yang dikembangkan sebagai tanaman eucalyptus.

Sisanya dijamin dipertahankan sebagai kawasan lindung dan konservasi. Mereka berharap aspirasi publik disampaikan berdasarkan data yang akurat dan dapat diverifikasi.

Akuntabilitas Penting: Menjaga Keberlanjutan yang Bertanggung Jawab

Terlepas dari klaim perusahaan, perintah audit total dari Presiden Prabowo menjadi langkah krusial untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Raja Juli juga berjanji akan mengumumkan hasilnya kepada publik secara terbuka.

Ini jelas mengirim sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan toleran terhadap praktik yang berpotensi merusak lingkungan dan menyebabkan bencana, meskipun terhadap perusahaan besar.

Tujuan akhirnya adalah memastikan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Statement:

Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan

“Khusus untuk PT Toba Pulp Lestari… Pak Presiden secara khusus memerintahkan kepada saya untuk melakukan audit dan evaluasi total terhadap Toba Pulp Lestari ini… [Hasilnya] akan saya umumkan kembali kepada publik, apakah kita akan kita cabut atau kita lakukan rasionalisasi terhadap PBPH.”

3 Poin Penting:

  1. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengaudit dan mengevaluasi total izin PT Toba Pulp Lestari (INRU) terkait tudingan sebagai penyebab bencana di Sumatera.

  2. Raja Juli menyatakan bahwa hasil audit akan diumumkan kepada publik dan dapat berujung pada pencabutan izin atau rasionalisasi PBPH yang dikuasai perusahaan tersebut.

  3. PT TPL membantah tuduhan itu, mengklaim operasionalnya sesuai prinsip Pengelolaan Hutan Lestari dan hanya 46.000 hektare yang ditanami eucalyptus, sementara sisanya untuk kawasan lindung.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan