Search

Pramono Anung Turun Gunung Pantau Banjir Rawa Buaya, Ternyata Ini Biang Keroknya

Senin, 26 Januari 2026

Gubernur Jakarta cek banjir Rawa Buaya (Pemprov Jakarta)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung gerak cepat meninjau lokasi banjir yang merendam kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1/2026).

Di tengah suasana yang cukup menantang, orang nomor satu di Jakarta ini melihat langsung kondisi warga yang terdampak genangan air cukup tinggi.

Kehadiran Pramono di lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi tidak tinggal diam saat warga sedang kesusahan menghadapi luapan air yang belum juga surut.

Situasi di Rawa Buaya memang tergolong parah dibandingkan wilayah lain di Jakarta Barat. Pramono menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan berbagai solusi darurat untuk mempercepat proses penyedotan air agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.

Tak hanya sekadar memantau, Gubernur juga memastikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar para pengungsi telah tersalurkan dengan baik ke posko-posko yang tersedia.

Kiriman Air dari Tangerang dan Tangerang Selatan Jadi Tantangan Baru

Dalam tinjauannya, Pramono Anung membeberkan fakta menarik mengenai penyebab banjir kali ini.

Menurut beliau, banjir yang melanda Jakarta Barat bukan hanya berasal dari pola lama kiriman Bogor, melainkan adanya kiriman air yang masif dari wilayah hulu di sisi lain.

Kali ini, debit air yang tinggi mengalir deras dari wilayah Tangerang serta Tangerang Selatan yang melintasi beberapa sungai utama di Jakarta.

Beberapa sungai yang menjadi jalur kiriman air ini antara lain Sungai Angke, Pesanggrahan, hingga Mookervart.

Luapan sungai-sungai tersebut akhirnya berkumpul dan memberikan tekanan besar pada wilayah hilir, terutama di kawasan Cengkareng dan sekitarnya.

Dinamika baru ini menuntut Pemprov DKI untuk melakukan koordinasi lintas daerah yang lebih intensif guna mengatur pintu air dan manajemen sungai yang lebih komprehensif.

Curah Hujan Tinggi Bikin Beban Drainase Jakarta Makin Berat

Selain faktor kiriman air dari hulu, Pramono juga tidak menampik bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama lainnya.

Curah hujan yang ekstrem ini membuat sistem drainase kota bekerja ekstra keras untuk menampung volume air yang datang secara bersamaan.

Beban air yang melampaui kapasitas ini akhirnya meluap ke permukiman warga yang lokasinya memang berada di daratan rendah.

Gubernur menekankan bahwa normalisasi saluran air dan optimalisasi pompa harus terus dijalankan tanpa henti. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh petugas di lapangan.

Pramono berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika kondisi air terus mengalami kenaikan, demi keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda ibu kota.

Evaluasi Penanganan Banjir dan Langkah Jangka Panjang

Melihat kondisi di Rawa Buaya, Pramono Anung menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pengendali banjir di Jakarta Barat.

Penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan saat air sudah merendam rumah warga, tetapi harus melalui langkah preventif yang lebih matang.

Gubernur berjanji akan terus memprioritaskan proyek pengerukan sungai dan perbaikan waduk-waduk retensi sebagai langkah jangka panjang yang berkelanjutan.

Kerja sama dengan pemerintah daerah penyangga seperti Tangerang dan Tangerang Selatan akan segera diformalitaskan dalam skema pengelolaan sungai terpadu.

Dengan demikian, sinkronisasi buka-tutup pintu air bisa dilakukan lebih efisien untuk mencegah beban air terkumpul di satu wilayah hilir saja.

Harapannya, dengan strategi yang lebih rapi, risiko banjir serupa bisa diminimalkan di masa-masa mendatang demi kenyamanan seluruh warga Jakarta.

Statement:

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta

“Yang pertama karena kiriman dari hulunya yang selama ini kan selalu, Bogor dan sebagainya. Kali ini dari Tangerang, Tangerang Selatan dan sebagainya, baik itu dari Sungai Angke, Pesanggrahan, mookervart dan lain-lain. Hulunya itu di Cengkareng. Selain itu, curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab terjadinya banjir di Jakarta.”

3 Poin Penting:

  • Penyebab Utama: Banjir di Rawa Buaya dipicu oleh kiriman air dari hulu di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan melalui Sungai Angke dan Pesanggrahan.

  • Faktor Alam: Curah hujan dengan intensitas tinggi yang merata di seluruh wilayah Jakarta memperberat beban drainase sehingga air meluap ke permukiman.

  • Tindakan Pemprov: Gubernur Pramono Anung melakukan peninjauan langsung dan menekankan koordinasi antar daerah serta optimalisasi pompa air untuk mempercepat evakuasi air.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan