Search

Rapat Stunting Malah Asyik Gaming, Aksi Anggota DPRD Jember Ini Bikin Netizen Geram

Rabu, 13 Mei 2026

Achmad Syahri As Siddiqi DPRD JEMBER [dok. web]
Achmad Syahri As Siddiqi DPRD JEMBER [dok. web]

Dunia maya kembali dihebohkan oleh ulah oknum wakil rakyat yang dianggap tidak memberikan teladan baik saat menjalankan tugas negara.

Seorang anggota DPRD Jember bernama Achmad Syahri As Siddiqi tertangkap kamera tengah asyik bermain gim di ponsel pintarnya sembari merokok di dalam ruang rapat.

Ironisnya, tindakan yang dinilai kurang etis tersebut dilakukan di tengah pembahasan agenda yang sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat.

Video singkat yang memperlihatkan aktivitas santai sang legislator tersebut langsung menyebar luas dan memicu gelombang kritik pedas di berbagai platform media sosial.

Banyak pihak menyayangkan perilaku tersebut karena terjadi saat rapat Komisi D DPRD Jember yang sedang fokus membedah isu kesehatan masyarakat.

Publik menilai bahwa waktu kerja sebagai wakil rakyat seharusnya dioptimalkan untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi atas permasalahan daerah.

Fokus Bahas Stunting dan Kesehatan Malah Terdistraksi

Agenda yang sedang berlangsung saat rekaman itu diambil bukanlah pertemuan biasa, melainkan rapat koordinasi mengenai penanganan kasus kesehatan, khususnya terkait wabah campak dan isu stunting pada Senin (11/5).

Isu ini merupakan program prioritas nasional yang memerlukan konsentrasi tinggi dari seluruh pemangku kepentingan.

Kehadiran gawai dan kepulan asap rokok di tengah forum formal tersebut dianggap mencederai martabat institusi dewan yang terhormat.

Ketidakseriusan salah satu peserta rapat ini memicu kemarahan publik, terutama bagi warga Jember yang mengharapkan perubahan nyata di sektor kesehatan.

Netizen menilai perilaku “mabar” atau main gim saat jam kerja merupakan bentuk pengabaian tanggung jawab yang fatal.

Sorotan tajam dialamatkan pada profesionalitas anggota dewan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil.

Respons Cepat Pimpinan DPRD dan Ancaman Sanksi Etik

Menanggapi kegaduhan yang timbul, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, segera mengambil langkah untuk meredam situasi dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Pimpinan dewan mengakui bahwa tindakan anggota tersebut telah melanggar norma kesopanan dan kedisiplinan yang berlaku di lingkungan legislatif.

Ahmad Halim menegaskan bahwa institusinya tidak akan tinggal diam melihat perilaku yang merusak citra wakil rakyat.

Lebih lanjut, pihak internal DPRD Jember menyatakan akan segera melakukan proses penindakan melalui mekanisme yang berlaku.

Achmad Syahri As Siddiqi dijadwalkan akan diproses secara etik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi anggota dewan lainnya agar senantiasa menjaga integritas dan performa kerja, terutama saat sedang memimpin atau mengikuti rapat-rapat penting.

Evaluasi Integritas Wakil Rakyat di Mata Generasi Muda

Fenomena ini menjadi catatan merah bagi perjalanan demokrasi di tingkat daerah, di mana transparansi digital membuat gerak-gerik pejabat publik mudah terpantau oleh rakyat.

Generasi muda yang kini lebih kritis terhadap kinerja pemerintah menuntut adanya standar etika yang lebih tinggi bagi mereka yang duduk di kursi pemerintahan.

Kejadian di Jember ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di ruang publik memiliki konsekuensi besar terhadap kepercayaan konstituen.

Harapan ke depan, proses etik yang berjalan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan marwah DPRD Jember sebagai lembaga yang kredibel.

Profesionalisme dalam bekerja, apalagi saat membahas urusan nyawa dan kesehatan rakyat, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Publik menanti realisasi janji pimpinan dewan untuk menindak tegas oknum tersebut agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa mendatang.

3 Poin Penting:

  1. Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi, viral setelah terekam bermain gim dan merokok saat rapat resmi mengenai kesehatan dan stunting.

  2. Aksi tersebut memicu kecaman luas karena dianggap tidak profesional dan merendahkan martabat institusi legislatif di tengah pembahasan isu krusial.

  3. Ketua DPRD Jember telah meminta maaf dan memastikan oknum anggota tersebut akan diproses secara etik oleh Badan Kehormatan.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan