Search

Rekor Dunia Pecah! Ular Piton Raksasa asal Maros Resmi Jadi yang Terpanjang di Bumi

Jumat, 6 Februari 2026

Ilustrasi ular sanca (ist)

Dunia konservasi satwa liar baru saja dikejutkan dengan penemuan spektakuler dari daratan Sulawesi. Seekor piton atau sanca kembang (Malayopython reticulatus) betina yang ditemukan di wilayah Maros pada akhir tahun 2025 resmi dinobatkan sebagai ular liar terpanjang di dunia.

Pengukuran resmi yang disaksikan oleh pihak Guinness World Records (GWR) pada 18 Januari 2026 mengonfirmasi bahwa panjang ular ini mencapai 7,22 meter, sebuah angka yang bikin siapa pun merinding membayangkannya.

Jika kalian sulit membayangkan seberapa panjang 7,22 meter, coba bayangkan gawang standar FIFA. Ular sanca ini mampu menempati hampir seluruh lebar gawang dari tiang ke tiang.

Para ahli menyebutkan bahwa jika ular ini dalam kondisi rileks total atau dibius, panjangnya bahkan bisa bertambah 10% menjadi sekitar 7,9 meter.

Namun, demi keselamatan dan etika kesejahteraan hewan, prosedur pembiusan hanya untuk pengukuran tidak dilakukan oleh tim ahli.

Kolaborasi Ahli dan Evakuasi Dramatis si Ibu Baron

Ular raksasa yang diberi nama Ibu Baron ini kini berada dalam perawatan aman seorang konservasionis lokal bernama Budi Purwanto.

Proses dokumentasi dan validasi panjangnya dilakukan oleh Diaz Nugraha, seorang penyelamat satwa berlisensi asal Kalimantan, bersama fotografer sejarah alam Radu Frentiu.

Selain panjangnya yang memecahkan rekor, Ibu Baron juga memiliki bobot mencapai 96,5 kg dalam kondisi perut kosong, yang diprediksi akan melampaui 100 kg jika baru saja memangsa.

Budi Purwanto bertindak cepat mengevakuasi Ibu Baron pada Desember 2025 agar tidak dibunuh oleh warga yang menemukannya.

Di wilayah Maros, konflik antara manusia dan ular memang cukup tinggi karena ular sanca besar sering dianggap sebagai ancaman nyata bagi ternak hingga keselamatan manusia.

Berkat aksi cepat ini, Ibu Baron berhasil diselamatkan dari potensi perburuan dan kini menempati kandang luas di lahan milik Budi.

Ibu Baron, sanca kembang terpanjang di dunia asal Martos, Sulawesi (Guinness world record)

Habitat Menyusut dan Ancaman Serius bagi Sanca Kembang

Fenomena munculnya ular kolosal ke pemukiman warga sebenarnya menjadi sinyal bahaya bagi ekosistem. Meskipun sanca kembang tidak memiliki bisa, kemampuan mereka melilit mangsa hingga mati lemas sangat mematikan. Sayangnya, karena ketakutan, masyarakat cenderung langsung membunuh ular yang masuk ke pemukiman.

Selain itu, spesies ikonik ini juga sering menjadi target perdagangan hewan eksotis ilegal karena ukurannya yang mengagumkan.

Diaz Nugraha mencatat bahwa gesekan antara manusia dan ular kini semakin parah akibat habitat hutan yang menyusut drastis. Berkurangnya ketersediaan makanan alami di hutan, yang kemungkinan besar disebabkan oleh perburuan liar, memaksa ular sanca untuk keluar dan mencari mangsa di sekitar lingkungan manusia.

Hal inilah yang menyebabkan frekuensi kontak antara predator puncak ini dengan masyarakat meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mengalahkan Rekor Kalimantan dan Sejarah Kelam Celebes

Rekor Ibu Baron ini secara resmi menggeser catatan sanca kembang liar terpanjang sebelumnya yang ditemukan di Kalimantan Timur pada Agustus 1999 dengan panjang 6,95 meter.

Meskipun secara berat badan sanca kembang masih kalah dari anaconda hijau asal Amerika Selatan yang bisa mencapai 300 kg, namun dalam urusan panjang tubuh, sanca kembang asal Indonesia tetap menjadi juara bertahan yang belum tertandingi secara ilmiah.

Catatan sejarah sebenarnya pernah mencatat klaim ular sepanjang 10 meter di Sulawesi pada tahun 1912, namun bukti dokumentasinya sangat langka atau bahkan tidak ada.

Penemuan Ibu Baron dengan validasi Guinness World Records ini menjadi bukti autentik pertama dalam sejarah modern mengenai ukuran raksasa sanca kembang liar.

Kini, Ibu Baron menjadi simbol penting bagi perlindungan satwa liar Indonesia agar tidak hanya menjadi catatan sejarah atau korban perburuan yang hilang secara misterius.

Statement:

Diaz Nugraha, penyelamat satwa liar berlisensi

“Kemunculan ular ini makin meningkat karena habitat menyusut dan ketersediaan makanan alami ular turun, kemungkinan akibat perburuan liar. Berarti ular sanca jadi lebih sering kontak dengan manusia dibanding masa lalu.”

3 Poin Penting:

  1. Guinness World Records resmi mencatat ular sanca kembang asal Maros, Sulawesi, sepanjang 7,22 meter sebagai ular liar terpanjang di dunia.

  2. Ular bernama Ibu Baron ini berhasil diselamatkan dari konflik pemukiman oleh konservasionis Budi Purwanto dan memiliki berat hampir mencapai 100 kg.

  3. Meningkatnya kemunculan ular raksasa disebabkan oleh habitat yang menyusut dan berkurangnya stok makanan di hutan akibat aktivitas perburuan liar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan