Search

Rembang Lagi Gak Aman: Fenomena Tanah Bergerak Bikin Rumah Warga Miring Parah

Jumat, 27 Februari 2026

tanah gerak rembang [dok. web]
tanah gerak rembang [dok. web]

Kabar kurang sedap datang dari wilayah Rembang, Jawa Tengah, yang belakangan ini lagi sering diguyur hujan tanpa henti.

Memasuki Februari 2026, intensitas hujan yang tinggi ternyata memicu fenomena alam yang cukup ngeri, yaitu tanah bergerak di beberapa titik strategis.

Kejadian ini bukan cuma bikin warga was-was, tapi juga sudah memakan korban infrastruktur yang tergolong cukup masif di tingkat desa.

Fenomena ini paling parah menghantam Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, di mana pondasi rumah warga dilaporkan bergeser dari posisi aslinya.

Bayangkan saja, saking kuatnya pergerakan tanah di bawah sana, struktur bangunan yang tadinya kokoh mendadak jadi gak stabil.

Kondisi ini tentu bikin siapa pun yang tinggal di sana merasa gak tenang, apalagi kalau hujan deras mulai turun di malam hari.

Dampak Kerusakan Bangunan dan Akses Pertanian

Kerusakan yang terjadi di lapangan benar-benar bikin geleng-geleng kepala karena dampaknya yang sangat nyata.

Tercatat ada lima rumah warga yang mengalami rusak berat, bahkan beberapa di antaranya terpantau miring hingga mencapai sudut 45 derajat.

Posisi bangunan yang miring ekstrem ini jelas sangat berbahaya dan sudah tidak layak lagi untuk ditempati karena sewaktu-waktu bisa roboh total.

Gak cuma di sektor pemukiman, Kecamatan Pancur juga ikut kena imbas dari amukan alam ini, tepatnya di Desa Gembleng Mulyo dan Kali Tengah.

Tebing sungai di wilayah tersebut dilaporkan mengalami longsor yang mengakibatkan jalan pertanian warga terputus total.

Putusnya akses ini otomatis menghambat mobilitas petani yang mau mengurus lahan mereka, sehingga kerugian ekonomi warga pun ikut membengkak.

Pemicu Utama dan Respons Cepat Pemerintah Daerah

Usut punya usut, biang kerok dari fenomena tanah bergerak ini adalah curah hujan yang sangat tinggi dan terjadi secara bertahap selama sebulan terakhir.

Tanah yang terus-menerus diguyur air kehilangan kestabilannya hingga akhirnya mengalami pergeseran mekanis yang merusak.

Karakteristik tanah di wilayah terdampak memang cenderung labil saat menghadapi saturasi air yang melebihi batas normal dalam waktu lama.

Merespons situasi genting ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui tim BPBD langsung gerak cepat turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan intensif.

Tim ahli sudah dikerahkan untuk melakukan assessment lapangan dan pendataan mendalam guna menentukan langkah penanganan darurat yang paling efektif.

Langkah ini diambil agar dampak kerusakan tidak semakin meluas ke pemukiman warga lainnya yang berdekatan.

Edukasi Mitigasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Saat ini, Pemkab Rembang sangat menekankan pentingnya kewaspadaan mandiri bagi seluruh warga, terutama yang tinggal di area perbukitan atau dekat tebing sungai.

Warga diminta untuk peka terhadap tanda-tanda awal tanah bergerak, seperti munculnya retakan di dinding rumah atau tanah di halaman.

Menjauh dari lokasi rawan saat hujan deras turun adalah pilihan paling bijak untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Selain melakukan penanganan darurat, pemerintah juga tengah mempertimbangkan solusi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur di wilayah rawan bencana tersebut.

Kolaborasi antara warga dan petugas di lapangan sangat dibutuhkan dalam proses pelaporan setiap perkembangan situasi cuaca.

Tetap pantau informasi resmi dari pihak berwenang supaya kamu gak termakan hoaks yang sering beredar saat ada bencana alam.

Statement:

Budi Santoso ( perwakilan BPBD Kabupaten Rembang )

“Kami dari BPBD Kabupaten Rembang saat ini fokus pada pendataan rumah yang rusak berat dan memastikan keselamatan warga di Desa Gunungsari serta Kecamatan Pancur. Kami meminta warga untuk sementara mengungsi jika melihat retakan tanah semakin lebar, terutama saat intensitas hujan meningkat di sore hari. Penanganan darurat untuk akses jalan yang terputus juga sedang kami koordinasikan agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh total.”

3 Poin Penting:

  • Kerusakan Masif: Lima rumah di Kecamatan Kaliori rusak berat dengan kemiringan hingga 45 derajat akibat pondasi yang bergeser.

  • Infrastruktur Terputus: Longsornya tebing sungai di Kecamatan Pancur menyebabkan jalan pertanian utama warga terputus total.

  • Pemicu Alam: Fenomena ini murni dipicu oleh intensitas hujan tinggi secara bertahap selama kurun waktu satu bulan terakhir di wilayah Rembang.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan