Selain es hongkwe atau yang lebih viral dengan sebutan es gabus, ada satu minuman tradisional yang kini mulai jarang terlihat namun justru bikin rasa penasaran meningkat.
Namanya Selendang Mayang, minuman legendaris khas Betawi yang menyimpan cerita, rasa, dan kehangatan budaya dalam setiap suapannya.
Bagi pencinta wisata kuliner, Selendang Mayang bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan pengalaman rasa yang membawa kita “pulang” ke masa lalu dengan vibes yang sangat estetik.
Nama Selendang Mayang sendiri terdengar puitis, seolah sengaja diciptakan agar mudah diingat oleh generasi mana pun. Penamaan ini bukan tanpa alasan, karena bentuk dan filosofinya memang cantik, terinspirasi dari warna-warni selendang yang anggun.
Sejak dikenal pada tahun 1940-an, minuman ini sudah mencuri perhatian masyarakat sebagai ikon kuliner lokal yang sederhana tapi tetap berkelas di tengah gempuran minuman kekinian.
Legenda Cantik di Balik Nama yang Puitis
Dalam sejarah kuliner Betawi, Selendang Mayang sering dikaitkan dengan cerita rakyat Jampang Mayangsari. Mayangsari dikenal sebagai perempuan dengan kecantikan menawan, terutama rambut hitam panjang ikal yang menjadi pesonanya.
Imajinasi inilah yang kemudian melekat pada minuman ini, menggambarkan kelembutan dan keanggunan dalam bentuk lapisan warna-warni yang menggoda mata sebelum akhirnya disantap.
Ada pula versi cerita yang menyebut Selendang Mayang terinspirasi dari sosok perempuan berselendang dengan rambut hitam yang diikat dua. Secara visual, adonan ini memang juara karena dituang dalam loyang dengan lapisan tiga warna simbol keharmonisan budaya.
Setelah dingin, adonan dipotong memanjang seperti selendang, lalu dipotong kecil-kecil berbentuk wajik yang sangat Instagramable untuk dipotret sebelum dinikmati.
Perpaduan Gurih Manis yang Mengenyangkan
Dari sisi rasa, Selendang Mayang menawarkan sensasi tekstur kenyal yang menyegarkan dengan kuah gurih-manis dan aroma wangi pandan yang khas.
Tidak heran jika minuman tradisional ini mampu mengurangi rasa lapar, karena bahan dasarnya menggunakan tepung beras dan sagu aren yang cukup mengenyangkan.
Kehadirannya selalu membawa suasana hangat, terutama saat muncul di pesta pernikahan, hajatan, hingga menu takjil Ramadan.
Proses pembuatannya pun mencerminkan kearifan lokal yang membutuhkan kesabaran ekstra. Adonan dimasak sambil terus diaduk sampai matang sempurna, kemudian didinginkan hingga mendapatkan tekstur yang pas.
Kunci kenikmatannya terletak pada perpaduan kuah santan gurih dan sirup gula merah yang harum. Saat disajikan dengan es serut, Selendang Mayang berubah menjadi mood booster yang cocok dinikmati saat cuaca panas.
Simbol Harapan di Bengkel Lampion Tangerang
Beralih ke sisi lain tradisi, menjelang Tahun Baru Imlek, sebuah bengkel sederhana di Tangerang berubah menjadi pusat kesibukan UMKM yang luar biasa. Para pengerajin lampion fokus merakit rangka baja dan melapisi poliester dengan penuh ketelitian.
Di sini, lampion Imlek bukan sekadar produk usaha kecil, melainkan simbol kerja keras yang menghidupi banyak keluarga melalui sentuhan ekonomi kreatif lokal yang otentik.
Bengkel lampion ini membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi sumber ekonomi yang tangguh di tengah arus produk impor. Meskipun pengerajin harus lembur dengan tenggat waktu yang ketat, semangat mereka tetap menyala seperti lampu neon di dalam lampion.
Usaha kecil ini menjaga warisan budaya tetap hidup sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, membuktikan bahwa ketekunan mampu menerangi masa depan.
3 Poin Penting:
-
Selendang Mayang merupakan minuman legendaris Betawi sejak 1940-an yang memiliki nilai sejarah dan filosofi kecantikan dari cerita rakyat Jampang Mayangsari.
-
Minuman ini terbuat dari tepung sagu aren dan beras dengan ciri khas tiga warna, disajikan bersama santan serta gula merah yang memberikan rasa gurih dan manis.
-
Sektor UMKM seperti pengerajin lampion di Tangerang memainkan peran besar dalam menjaga tradisi Imlek sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal melalui produksi lampion berkualitas.
[guh/man]


![aldis burger [dok. instagram]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Di-sudut-kota-yang-selalu-sibuk-dan-penuh-cerita-ada-satu-aroma-yang-bikin-langkah-orang-mendad-2-e1773292003593-300x269.jpg)
