Seringai Galang Donasi Rp37,5 Juta untuk Korban Karhutla Kalimantan Tengah, Lelang Memorabilia Bersejarah

Di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah, band cadas asal Jakarta, Seringai, menunjukkan bahwa musik tidak hanya berbicara tentang panggung, distorsi gitar, dan energi keras.

Melalui aksi solidaritas kemanusiaan, para personelnya memilih melelang sejumlah koleksi pribadi dan memorabilia bersejarah untuk membantu masyarakat terdampak.

Aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp37,5 juta yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban dan relawan di lapangan.

Aksi donasi ini melibatkan tiga personel Seringai, yakni Arian13 sebagai vokalis, Sammy Bramantyo sebagai pemain bas, dan Edy Khemod sebagai drummer.

Menariknya, barang-barang yang dilelang bukan sekadar koleksi biasa, melainkan benda yang menyimpan kenangan panjang perjalanan karier mereka di industri musik.

Mulai dari lirik lagu tulisan tangan hingga perlengkapan panggung yang pernah digunakan selama bertahun-tahun, semuanya memiliki nilai sentimental tersendiri.

Namun, kali ini kenangan tersebut dipilih untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Lirik Lagu Selamanya Terjual Rp16,9 Juta

Salah satu lelang yang paling menarik perhatian datang dari Arian13. Melalui unggahan Instagram pada 28 Oktober 2026, ia mengumumkan keberhasilan pelelangan 13 lembar lirik lagu Selamanya yang ditulis langsung dengan tangan.

Lagu tersebut merupakan salah satu karya ikonis Seringai dari album Seperti Api yang dirilis pada 2018. Koleksi bersejarah itu berhasil terjual dengan nilai mencapai Rp16,9 juta.

Bagi penggemar, mendapatkan lirik asli dari sebuah lagu tentu memiliki kebanggaan tersendiri, terlebih ketika hasil pembeliannya digunakan untuk membantu sesama.

Arian13 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga berharap koleksi yang selama ini memiliki nilai sentimental tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi korban kebakaran hutan di Kalimantan Tengah.

Sikap ini memperlihatkan bahwa sebuah karya seni tidak selalu harus disimpan sebagai kenangan pribadi.

Dalam situasi tertentu, benda yang memiliki nilai sejarah bagi seorang musisi justru bisa menjadi sarana untuk menghadirkan kepedulian sosial dan membantu orang lain melewati masa sulit.

Memorabilia Seringai Berubah Menjadi Bantuan Kemanusiaan

Tidak hanya Arian13, Edy Khemod juga ikut melepas salah satu koleksi penting dalam perjalanan musik Seringai. Ia melelang custom bass drum head yang menjadi saksi perjalanan band tersebut sejak era album Seperti Api hingga masa hiatus.

Perlengkapan drum langka itu semakin istimewa karena dilengkapi tanda tangan seluruh personel.

Keputusan melepas benda tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah memorabilia tidak hanya terletak pada kelangkaannya, tetapi juga pada manfaat yang bisa dihasilkan ketika digunakan untuk tujuan kemanusiaan.

Sementara itu, Sammy Bramantyo sebenarnya sudah memulai inisiatif penggalangan dana sejak September 2026 melalui akun resmi Seringai.

Ia melelang sejumlah koleksi vintage pribadi, termasuk kaus berlisensi resmi rilisan 2011 karya Coki Singgih serta CD kompilasi legendaris Six The Hard Way (2010).

Seluruh hasil penjualan tersebut disalurkan melalui platform Kitabisa.com.

Rangkaian aksi dari ketiga personel ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan barang koleksi yang memiliki nilai bagi komunitas penggemar.

Dana Rp37,5 Juta Disiapkan untuk Kebutuhan Korban Karhutla

Bagi Seringai, keberhasilan mengumpulkan dana sekitar Rp37,5 juta bukanlah akhir dari gerakan solidaritas tersebut.

Arian13 menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan segera digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.

Bantuan yang disiapkan mencakup masker, obat-obatan, vitamin, logistik, selang air, hingga alat pelindung diri (APD).

Kebutuhan tersebut dinilai penting untuk mendukung masyarakat sekaligus para relawan yang bekerja menghadapi kebakaran dan dampak asap di lapangan.

Penyaluran bantuan direncanakan melalui Rumah Aman Asap serta para relawan pemadam api agar kebutuhan dapat menjangkau pihak yang membutuhkan.

Dari sudut pandang kemanusiaan, langkah Seringai menjadi contoh bahwa solidaritas tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi besar atau kampanye yang ramai.

Kepedulian juga bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri. Di tengah ancaman karhutla, kolaborasi antara musisi, penggemar, platform donasi, dan relawan menjadi energi penting untuk membantu masyarakat terdampak.

Seringai pun membuktikan bahwa musik keras tidak menghalangi lahirnya aksi kemanusiaan yang penuh empati.

3 Poin Penting:

  • Donasi mencapai Rp37,5 juta: Seringai menggalang dana melalui pelelangan koleksi pribadi dan memorabilia bersejarah milik Arian13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod.

  • Koleksi bersejarah ikut dilelang: Lirik tulisan tangan lagu Selamanya terjual Rp16,9 juta, disertai pelelangan bass drum head dan sejumlah koleksi musik vintage.

  • Bantuan untuk korban karhutla: Dana akan digunakan untuk membeli masker, obat-obatan, vitamin, logistik, selang air, dan APD bagi masyarakat serta relawan di Kalimantan Tengah.

Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Kategori

PODCAST