Search

Siap-Siap Nambah Biaya! Singapura Nge-Gas Aturan Baru: Penumpang Pesawat Wajib Bayar Retribusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Rabu, 10 Desember 2025

destinasi wisata ikonik Singapura (Getty Images/Vincent_St_Thomas)

Guys, buat kalian yang senang terbang dari Singapura, siap-siap ya mulai 2026 bakal ada biaya tambahan nih! Negara Singapura resmi memperkenalkan pungutan baru terkait penggunaan bahan bakar ramah lingkungan (SAF) sebagai bagian dari strategi menekan emisi di sektor penerbangan.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) udah negasin kalau aturan ini bakal berlaku untuk seluruh penumpang yang berangkat dari Singapura, baik perjalanan jarak dekat maupun rute lintas benua.

Wih, ini tuh ngebuat Singapura jadi negara pertama yang ngenain tarif khusus buat mendorong pemakaian bahan bakar aviasi berkelanjutan!

Tujuan Gede: Tekan Emisi dan Transisi Energi Bersih

Pemerintah Singapura bilang langkah ini penting banget supaya industri penerbangan mulai bertransisi menuju energi yang lebih bersih sekaligus memenuhi target emisi jangka panjang.

Ini jelas banget nunjukin komitmen mereka terhadap isu perubahan iklim.

Retribusi ini bakal mulai berlaku 1 Oktober 2026. Aturan ini juga berlaku buat semua tiket atau layanan yang dijual mulai 1 April 2026, termasuk pengiriman kargo dan penerbangan bisnis.

Jadi, gak cuma penumpang biasa aja lho yang kena.

Tarif Bervariasi, Gak Semua Sama Rata

Nah, besaran tarif retribusi ini bakal bervariasi! Gak semua rute bakal kena sama rata. Tarif dikatakan bakal berdasarkan jarak tempuh penumpang udara dan kabin perjalanan, sampai dikategorikan berdasarkan empat wilayah geografis (Asia Tenggara, Asia Timur Laut, dll.).

Sebagai contoh nih, penumpang kelas ekonomi bakal bayar 1 dolar Singapura buat penerbangan ke Bangkok, 2,80 dolar Singapura buat ke Tokyo, 6,40 dolar Singapura buat ke London, dan 10,40 dolar Singapura kalau mau terbang ke New York!

Retribusi ini bakal dicantumkan maskapai sebagai item baris terpisah di tiket pesawat.

ICAO Nargetin Emisi Nol Bersih 2050

Kabar baiknya, retribusi ini tidak akan berlaku bagi penumpang yang hanya transit melalui Singapura. Jadi, kalo cuma numpang lewat, kamu gak perlu keluarin biaya tambahan ini.

Kebijakan ini emang sejalan sama target global! Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) udah menetapkan target emisi karbon nol bersih untuk penerbangan internasional pada 2050.

Singapura pun berkomitmen buat mencapai target itu.

Pusat Udara Kompetitif dan Berkelanjutan

Han Kok Juan, Direktur Jenderal CAAS, bilang kebijakan ini penting banget buat masa depan penerbangan.

Dia juga nambahin kalau Singapura harus memulai langkah ini. Proses ini dilakukan secara terukur dan memberi waktu buat industri, bisnis, dan publik untuk beradaptasi.

Ini jelas banget menunjukkan Singapura pengen jadi *pusat udara yang ramah lingkungan!

Adaptasi Industri Wajib Dilakukan

Dengan kebijakan ini, industri penerbangan bakal dipaksa buat beradaptasi lebih cepat ke energi yang lebih bersih.

Meskipun ada tambahan biaya buat penumpang, tujuan akhirnya tuh lingkungan yang lebih baik dan penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Statement:

Han Kok Juan, Direktur Jenderal CAAS

“Pengenalan Retribusi SAF menandai langkah signifikan dalam upaya Singapura untuk membangun pusat udara yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.”

3 Poin Penting:

  1. Pengenaan Retribusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan (SAF): Singapura memperkenalkan pungutan baru (Retribusi SAF) mulai Oktober 2026 kepada seluruh penumpang yang berangkat dari Singapura, menjadikan negara ini yang pertama menerapkan kebijakan tersebut.

  2. Besaran Tarif dan Pengecualian: Tarif retribusi bervariasi berdasarkan jarak tempuh dan kabin (contoh: S$1 ke Bangkok, S$10,40 ke New York) dan tidak berlaku bagi penumpang yang hanya transit melalui Singapura.

  3. Target Nol Emisi Global: Kebijakan ini adalah langkah signifikan Singapura untuk membangun pusat udara yang berkelanjutan dan memenuhi target emisi karbon nol bersih untuk penerbangan internasional yang dicanangkan ICAO pada 2050.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan