Sikat Habis Banjir dan Sampah: Aksi Nyata Wali Kota Bandung Benahi Cibangkong

Kamis, 5 Februari 2026

Sampah di pasar Caringin (tribunjabar.id)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, baru saja menunjukkan komitmen seriusnya dalam menangani masalah klasik di Kota Kembang, mulai dari banjir hingga infrastruktur yang rusak.

Dalam agenda Siskamling Siaga Bencana ke-79 di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Farhan terjun langsung mendengarkan keluh kesah warga.

Fokus utamanya kali ini adalah membereskan masalah lingkungan yang sudah lama menghantui warga setempat agar Bandung makin nyaman buat ditinggali.

Salah satu isu paling panas yang diangkat warga adalah banjir di wilayah RW 03 yang tingginya bisa mencapai satu meter saat hujan deras mengguyur. Masalah ini dipicu oleh sistem drainase yang sudah tidak sanggup menampung debit air.

Selain itu, warga juga curhat soal amblasnya Jalan Karta Atmaja yang melintasi RW 03, 04, dan 06 akibat pengikisan air serta beban kendaraan berat yang lewat setiap harinya.

Gerak Cepat Perbaikan Drainase dan Infrastruktur Jalan

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Farhan langsung memberikan instruksi tegas kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan.

Farhan meminta tim teknis memastikan apakah kerusakan jalan tersebut murni karena masalah drainase atau ada indikasi kebocoran pipa PDAM. Langkah cepat ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan mobilitas warga Cibangkong yang sudah lama terganggu.

Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa penanganan lanjutan akan segera dieksekusi tanpa menunda-nunda waktu lagi. Perbaikan drainase ini diharapkan menjadi solusi permanen agar genangan air setinggi pinggang dewasa tidak lagi mampir ke pemukiman warga.

Farhan menegaskan bahwa infrastruktur yang kokoh adalah fondasi utama bagi lingkungan yang sehat dan produktif bagi masyarakat perkotaan.

Inovasi Pengolahan Sampah Terintegrasi Skala Wilayah

Selain urusan air dan jalan, Wali Kota Farhan juga mendorong Kelurahan Cibangkong untuk bertransformasi menjadi pusat pengolahan sampah terintegrasi berbasis wilayah.

Beberapa titik seperti RW 11, 06, 03, dan 02 dinilai punya potensi besar sebagai lokasi pengolahan sampah lintas wilayah. Syaratnya tetap satu: semua proses harus memenuhi standar lingkungan yang ketat agar tidak menimbulkan masalah baru bagi warga sekitar.

Salah satu lokasi yang paling dilirik adalah Buruan Sae di RW 03 yang diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah skala kelurahan.

Saat ini, sudah ada empat RW di Cibangkong yang sukses menerapkan konsep Kawasan Bebas Sampah (KBS) melalui pemilahan sampah langsung dari rumah tangga.

Keren banget, kan? Langkah mandiri ini membuktikan kalau warga Bandung sebenarnya sudah siap buat hidup lebih hijau dan berkelanjutan.

Madu Trigona dan Kemandirian Warga di RW 02

Inovasi berbasis komunitas makin terlihat nyata di RW 02 melalui pengolahan sampah menjadi kompos dan budidaya lebah Trigona.

Program yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Tamalago Tani Madu Lebah Trigona ini melibatkan empat RT dengan koleksi sekitar 30 kotak lebah.

Produk madu murni yang dihasilkan ternyata punya manfaat kesehatan yang luar biasa dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga setempat.

Hebatnya lagi, hasil panen madu ini tidak hanya dijual, tapi juga didistribusikan kepada anak-anak penderita tengkes (stunting) dan ibu hamil di wilayah tersebut.

Sinergi antara penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, pengolahan sampah, hingga partisipasi aktif warga melalui budidaya madu ini membuktikan bahwa Bandung bisa lebih keren.

Dengan kolaborasi yang solid, lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar mimpi buat warga Bandung.

Statement:

Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung

“Kami ingin memastikan masalah di Cibangkong, terutama drainase dan jalan amblas, segera ditangani oleh OPD terkait. Selain itu, potensi pengolahan sampah berbasis komunitas di sini sangat besar dan harus terus dikembangkan demi kemandirian lingkungan,”

3 Poin Penting:

  1. Wali Kota Bandung menginstruksikan perbaikan drainase di RW 03 Cibangkong untuk mengatasi banjir setinggi satu meter dan memperbaiki Jalan Karta Atmaja yang amblas.

  2. Kelurahan Cibangkong diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah terintegrasi dengan pengembangan konsep Kawasan Bebas Sampah (KBS) di berbagai RW.

  3. Inovasi warga RW 02 dalam budidaya lebah Trigona menjadi contoh sukses kemandirian ekonomi berbasis lingkungan yang bermanfaat bagi penanganan stunting.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir