Search

Solusi Macet Jakarta! LRT Velodrome-Manggarai Siap Meluncur Agustus 2026

Kamis, 21 Mei 2026

LRT Jakarta Fase 1B dengan rute Velodrome-Manggarai (ist)

Skena transportasi publik di ibu kota bakal makin seru dan terintegrasi dalam waktu dekat. PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro secara resmi menargetkan LRT Jakarta Fase 1B dengan rute Velodrome-Manggarai mulai beroperasi secara penuh pada Agustus 2026 mendatang.

Proyek perpanjangan jalur layang kereta ringan sepanjang 6,4 kilometer ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi mobilitas kaum urban metropolitan yang mendambakan perjalanan harian anti-ribet dan bebas dari jebakan kemacetan jalan raya.

Langkah taktis perluasan jalur ini merupakan kelanjutan dari lintas Pegangsaan Dua-Velodrome yang sudah setia melayani warga Jakarta sejak tahun 2019 lalu.

Kehadiran rute baru ini langsung memantik antusiasme tinggi dari kalangan anak muda pekerja kantoran maupun mahasiswa di Jakarta.

Pasalnya, moda transportasi modern ini tidak hanya menawarkan efisiensi waktu perjalanan, tetapi juga menyajikan pengalaman berkendara yang nyaman, aman, dan tentunya sangat ramah lingkungan.

Hadirkan Lima Stasiun Baru yang Terintegrasi Langsung Pusat Sentral KRL

Dalam proyek ambisius LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ini, pemerintah membangun lima stasiun baru yang strategis.

Jajaran stasiun anyar tersebut meliputi Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan berakhir di Stasiun Manggarai.

Penambahan titik pemberhentian ini sengaja dirancang untuk menjangkau kawasan padat penduduk serta pusat kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang koridor Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan.

Daya tarik utama dari proyek perpanjangan rute ini adalah sistem konektivitas antarmoda yang super canggih dan memudahkan para komuter.

Di kawasan Manggarai, jalur LRT Jakarta nantinya akan terintegrasi secara langsung dengan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek serta bus Transjakarta.

Integrasi fisik dan sistem tiket ini jelas memangkas waktu transit penumpang yang ingin berpindah moda transportasi, sehingga pergerakan masyarakat ke berbagai sudut kota menjadi jauh lebih mulus.

Progres Konstruksi Waskita Karya Tembus Angka 92 Persen Lebih

Kabar baiknya, proses pembangunan fisik di lapangan menunjukkan perkembangan yang sangat positif berkat kerja keras para kontraktor.

PT Waskita Karya selaku pihak pembangun mencatat bahwa progres pengerjaan keseluruhan proyek LRT Jakarta Fase 1B ini telah berhasil menyentuh angka 92,76%.

Tim insinyur di lapangan terus melakukan akselerasi pengerjaan struktur akhir dengan tetap menempatkan aspek keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan umum sebagai prioritas paling tinggi.

Proses pengerjaan proyek ini diakui memiliki tantangan yang cukup kompleks karena harus membelah jalur lalu lintas Jakarta yang terkenal sangat padat.

Keterbatasan ruang kerja di area perkotaan yang sempit memaksa tim konstruksi memutar otak demi menjaga kenyamanan publik.

Alhasil, sebagian besar pengerjaan struktural berat sengaja dialihkan pada malam hari demi meminimalkan dampak kemacetan sekaligus menjaga ritme aktivitas ekonomi warga tetap berjalan normal di siang hari.

Sukses Uji Lintasan Tanpa Hambatan Menuju Operasional Komersial

Memasuki tahap akhir sebelum resmi dibuka untuk umum, Jakpro bersama Waskita Karya telah memulai rangkaian proses Testing and Commissioning (T&C) atau pengujian sistem perkeretaapian.

Pengujian komprehensif ini dilakukan secara detail terhadap seluruh komponen subsistem, mulai dari kelaikan jalur layang, sistem persinyalan, aliran kelistrikan, perangkat komunikasi, hingga manajemen integrasi operasional.

Langkah krusial ini wajib dilewati demi menjamin keandalan armada sebelum mulai mengangkut penumpang secara massal.

Salah satu pencapaian penting yang telah berhasil dilakukan adalah uji coba tes lintasan sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.

Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa kereta LRT mampu meluncur dengan sangat lancar menggunakan pasokan tenaga listrik penuh tanpa ada hambatan teknis.

Ketika nantinya sudah beroperasi penuh, LRT Jakarta Fase 1B ini diproyeksikan mampu mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari sekaligus menjadi solusi konkret dalam mengurangi volume kepadatan kendaraan di jalan protokol Jakarta.

Statement:

Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro

“Untuk LRT Jakarta 1B ini kami targetkan sesuai timeline pada Agustus insya Allah bisa beroperasi secara resmi. Tahapan pengujian kami lakukan secara rinci demi memastikan keamanan dan keandalan layanan sebelum digunakan masyarakat. Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya.”

3 Poin Penting:

  • LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai sepanjang 6,4 kilometer ditargetkan resmi beroperasi secara komersial pada Agustus 2026.

  • Proyek yang digarap oleh Waskita Karya ini telah mencapai progres 92,76 persen dan menghadirkan 5 stasiun baru yang terintegrasi dengan KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai.

  • Rangkaian uji coba lintasan (train run) sepanjang 3,6 kilometer dari Velodrome ke Pramuka telah berhasil dilaksanakan menggunakan tenaga listrik penuh dengan lancar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan