Guys, kita udah gak asing sama durian atau rambutan sebagai local pride Indonesia. Tapi, ada satu buah lain yang lagi naik daun banget di kancah global: Sukun!
Gimana sukun bisa populer? Gak lepas dari imajinasi gila-gilaan orang Eropa atas “buah berkhasiat tinggi” selama ratusan tahun.
Mereka punya fantasi atas buah yang lebih unggul dari buah-buahan lain saking berkhasiatnya!
Fantasi itu mentok karena buah tersebut sulit ditemukan di Eropa yang beriklim dingin. Nah, pas era penjelajahan samudra dimulai, orang Eropa langsung melongo karena berhasil menemukan buah yang mereka maksud.
Dan yang paling keren? Buah itu ternyata asli Indonesia!
Interaksi Abad ke-17: Breadfruit Nama dari Penjelajah Inggris
Jauh di Kepulauan Nusantara, 10.603 Km dari Eropa, “buah yang lebih unggul” dalam fantasi mereka itu emang mudah banget ditemukan.
Namanya: Sukun (Artocarpus altilis). Sejarah mencatat, sukun udah jadi andalan penduduk Nusantara, bahkan relief di Candi Borobudur udah nampilin sukun sebagai salah satu bahan makanan penting.
Interaksi pertama orang Eropa terjadi pada abad ke-17. Penjelajah Inggris, William Dampier, yang pertama kali nemuin di Guam pada 1686.
Dampier melihat buah unik yang gak ditemukan di Eropa, yang jika dibelah gak ada bijinya. “Maka, kami menamakannya sebagai breadfruit,” tulis Dampier.
Mirip Roti Panggang: Si Pengenyang dan Penangkal Kudis
Kenapa dinamain breadfruit (buah roti)? Karena buah tersebut mirip roti panggang! Kalau isinya dipanggang, rasanya beneran kayak roti panggang.
Menurut Dampier, breadfruit ini sangat lezat, bisa banget buat mengatasi kelaparan dan krisis pangan, bahkan bisa menangkal penyakit kudis! Multitalenta banget buah ini!
Kesaksian Dampier bikin Eropa heboh! Gak cuma Dampier, orang Belanda Rumphius juga nyebut sukun itu ajaib karena berpotensi jadi kudapan bernutrisi tinggi dan serbaguna.
Sayangnya, karena sulitnya akses, sukun tetap jadi imajinasi semata. Sampai akhirnya, James Cook di 1775 ngebuat cita-cita membawa sukun ke Eropa terwujud.
Bahan Makanan Budak Sampai Superfood Dunia
James Cook nyuruh ahli botani Joseph Banks buat meneliti sukun. Banks yakin sukun berkhasiat tinggi, makanya dia minta Raja Inggris, George III, buat ngizinin breadfruit ditanam di koloni Inggris sebagai bahan makanan budak!
Miris juga awalnya!
Singkat cerita, bibit sukun pun dibawa dan ditanam di Karibia, Amerika Tengah, lalu ke koloni Inggris lainnya. Perlahan, negara Eropa lain ikut-ikutan nyebarin bibit sukun ke wilayah jajahan, bikin sukun nongol di Afrika, Asia, dan dikonsumsi warga dunia.
Kini, sukun gak cuma buat budak, tapi diakui Departemen Kesehatan AS punya kandungan Vitamin C, Potasium, dan Magnesium dalam jumlah besar, serta tinggi serat, rendah lemak dan gula.
Keren gak tuh!
Statement:
William Dampier, Penjelajah Inggris (dalam A New Voyage Round the World, 1697)
“Maka, kami menamakannya sebagai breadfruit (buah roti). Buah tersebut sangat lezat dan bisa untuk mengatasi kelaparan dan krisis pangan, serta penyakit kudis.”
3 Poin Penting
-
Fantasi Eropa Jadi Kenyataan: Sukun (breadfruit) menjadi populer karena imajinasi orang Eropa atas buah berkhasiat tinggi. Buah ini pertama kali dinamai breadfruit oleh penjelajah Inggris William Dampier pada abad ke-$17$.
-
Solusi Pangan dan Nutrisi Tinggi: Secara historis, sukun dianggap sebagai solusi mengatasi kelaparan, dan catatan klinis modern membenarkan bahwa sukun adalah superfood yang tinggi Vitamin C, Potasium, dan serat, serta rendah lemak dan gula.
-
Adaptif dan Penyelamat Iklim: Sukun dianggap sebagai solusi mengatasi krisis pangan global karena sifatnya yang cepat berbuah, sedikit perawatan, dapat bertahan di cuaca ekstrem, dan sangat adaptif, yang membuatnya mudah ditanam di luar habitat aslinya di Nusantara.



