Duh Gusti!, duka melanda habis-habisan di Sumatra! Sepekan terakhir, banjir bandang dan tanah longsor ngamuk di tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Bencana hidrometeorologi ini bikin akses jalan lumpuh total, ratusan orang tewas, dan banyak wilayah terisolasi. Ngeri banget!
Pertanyaan besarnya: Apakah ini murni ulah alam, atau ada campur tangan manusia yang bikin bencana jadi super parah?
Para ahli dan pejabat udah mulai ngasih penjelasan, dan ternyata, ada kolaborasi maut antara faktor alam (siklon) dan faktor ulah manusia (ekologi yang rusak) di balik tragedi ini.
Siklon Tropis Senyar: Fenomena Langka yang Bikin Hujan Gila-Gilaan
Faktor alam utama yang bikin cuaca ekstrem adalah Siklon Tropis Senyar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Siklon Senyar ini terbentuk di kawasan Selat Malaka, dekat Aceh, sejak 26 November 2025 dan memicu hujan lebat hingga ekstrem di wilayah Sumatra.
Fenomena siklon di dekat Khatulistiwa ini emang cukup langka! Ahli dari ITB menjelaskan, pusaran siklonik ini memperkuat hujan ekstrem dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi panjang.
Jadi, kalau biasanya hujan cuma gerimis manja, sekarang hujan datang dengan kekuatan super yang bikin sungai auto meluap.
Ekologi Kena Sanksi: Illegal Logging dan Tambang Ilegal Biang Kerok
Meskipun cuaca ekstrem udah jadi penyebab utama, fakta di lapangan enggak bisa dibantah: kerusakan ekologi bikin dampak bencana berkali-kali lipat lebih parah.
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, bahkan nyeletuk keras! Dony bilang, bencana ini tidak sepenuhnya terjadi karena faktor alam semata.
***
"Banjir bandang di Sumbar, Sumut, dan Aceh ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini.”
Dony Oskaria
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)
***
Ia menduga, 99% kegiatan penebangan hutan secara ilegal (illegal logging) memicu kerusakan hutan dan memperparah aliran air.
Bukti Visual Kayu Gelondongan Nongol di Air Banjir
Dugaan keras soal pembalakan liar ini enggak cuma omongan kosong. Foto dan video yang viral di media sosial menunjukkan air banjir yang menerjang pemukiman penduduk turut membawa material potongan kayu gelondongan.
Fenomena nyeleneh ini jadi indikasi kuat bahwa fungsi hutan sebagai penyerap dan penyimpan air udah rusak parah akibat aktivitas penebangan ilegal yang masif.
Gak cuma illegal logging, aktivitas tambang ilegal juga diduga kuat turut memperparah kondisi geomorfologi yang curam dan litologi yang mudah tererosi, kata Badan Geologi ESDM.
Kapolda Harus Gercep Usut Kerusakan Hutan
Menyikapi borok kerusakan hutan ini, Dony Oskaria mendesak Kepolisian Daerah (Polda) di Aceh, Sumut, dan Sumbar, untuk mengusut tuntas pembalakan liar yang memicu bencana. Penegakan hukum menjadi langkah penting agar bencana serupa enggak terulang lagi.
Apalagi, Badan Geologi RI juga udah merilis bahwa kondisi geomorfologi yang curam dan litologi yang lapuk di wilayah Sumatra bagian utara emang rentan banget sama longsor. Kalau tutupan lahannya rusak karena ulah manusia, ya auto bencana jadi super-bencana.
Akses Darat Putus Total, Bantuan Logistik Dikirim Via Udara
Dampak bencana ini emang parah banget, guys. Akses jalan darat di banyak wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar lumpuh total akibat longsor dan terjangan banjir.
Menko PMK, Pratikno, sampai harus mutusin buat mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara dan pelayaran ke wilayah yang terisolasi.
***
"Dalam kondisi tanggap darurat kita tidak bisa menunggu pemberian bantuan sampai infrastruktur perhubungan darat ini selesai."
Pratikno
Menko PMK
***
Ini menunjukkan betapa gawat-nya kondisi di lapangan, di mana keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.
3 Poin Penting
-
Pemicu Duo Maut (Siklon & Ekologi): Bencana banjir dan longsor di Sumatra dipicu oleh Siklon Tropis Senyar (fenomena langka yang menyebabkan hujan ekstrem) yang diperparah oleh kerusakan ekologi (deforestasi, illegal logging, dan tambang ilegal) yang merusak fungsi hutan sebagai penyerap air.
-
Bukti Illegal Logging Kuat: Dugaan praktik pembalakan liar diperkuat dengan banyaknya video viral yang menunjukkan air banjir membawa material kayu gelondongan, mengindikasikan kerusakan masif pada tutupan lahan hutan.
-
Tuntutan Penegakan Hukum: BP BUMN mendesak Polda di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk mengusut tuntas praktik pembalakan liar sebagai penyebab utama yang memperburuk bencana, sekaligus meminta penguatan mitigasi karena potensi cuaca ekstrem masih berlanjut.



