Tanggul Cisunggalah Jebol: Ratusan Warga Kabupaten Bandung Terjang Banjir Bandang

Jumat, 13 Februari 2026

Banjir bandang Kabupaten Bandung (ist)

Kabar duka menyelimuti wilayah Bandung Selatan setelah banjir bandang tiba-tiba menerjang pemukiman warga pada Kamis, 12 Februari 2026, dini hari.

Peristiwa mencekam ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah yang tak kuasa menahan debit air yang meningkat drastis.

Ratusan kepala keluarga di dua kecamatan, yakni Solokanjeruk dan Majalaya, terpaksa harus berjibaku dengan lumpur dan air yang masuk ke dalam rumah mereka saat sebagian besar orang masih terlelap.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh tim di lapangan, dampak kerusakan akibat luapan air ini cukup masif. BPBD Kabupaten Bandung mencatat setidaknya ratusan rumah terendam dan harta benda warga ikut hanyut terbawa arus.

Suasana di lokasi kejadian pun masih tampak sibuk dengan upaya evakuasi mandiri yang dilakukan masyarakat sembari menunggu bantuan logistik dan peralatan pembersihan dari pihak terkait tiba di titik lokasi pengungsian sementara.

Data Terkini Ratusan Jiwa Terdampak di Dua Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bergerak cepat melakukan asesmen untuk memetakan jumlah warga yang memerlukan bantuan mendesak.

Dari hasil pendataan sementara, tercatat ada sekitar 310 kepala keluarga dengan total 660 jiwa yang secara langsung merasakan dampak buruk dari musibah ini.

Angka tersebut kemungkinan masih bisa bertambah mengingat proses pendataan di beberapa titik yang sulit dijangkau masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Warga yang terdampak ini tersebar di dua wilayah administratif yang bertetangga. Secara spesifik, mereka merupakan penduduk dari Desa Panyadap di Kecamatan Solokan Jeruk serta warga Desa Bojong di Kecamatan Majalaya.

Hingga saat ini, prioritas utama petugas adalah memastikan kebutuhan dasar para penyintas, terutama lansia dan anak-anak, tercukupi seperti makanan siap saji, selimut, serta obat-obatan untuk mencegah penyakit pascabanjir.

Desa Bojong Jadi Titik Terparah Akibat Tanggul Jebol

Dari dua desa yang terdampak, Desa Bojong di Kecamatan Majalaya dilaporkan mengalami kondisi yang paling memprihatinkan. Hal ini dikarenakan titik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah berada tepat di wilayah administratif desa tersebut.

Air bah yang keluar dari celah tanggul yang rusak langsung menghantam pemukiman warga dengan kecepatan tinggi, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga milik mereka.

Material lumpur dan sampah yang terbawa arus air kini menumpuk di jalan-jalan desa dan area rumah warga, memperumit proses mobilitas.

Meskipun debit air dilaporkan sudah mulai menyurut pada pagi hari, kekhawatiran akan adanya banjir susulan tetap menghantui warga, mengingat kondisi cuaca yang masih terpantau mendung di area hulu sungai.

Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang jika harus kembali mengungsi.

Koordinasi Logistik dan Upaya Perbaikan Darurat

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui BPBD kini tengah mengupayakan langkah-langkah darurat untuk menutup tanggul yang jebol.

Penggunaan tanggul darurat berupa karung pasir menjadi opsi tercepat agar aliran sungai tidak kembali meluap ke pemukiman jika hujan kembali turun.

Selain itu, posko darurat dan dapur umum mulai didirikan di lokasi strategis untuk menjamin asupan nutrisi para warga yang rumahnya belum bisa ditempati kembali karena kondisi lumpur yang tebal.

Diharapkan seluruh elemen masyarakat bisa saling bahu-membahu dalam membantu para korban banjir bandang ini. Perbaikan permanen terhadap infrastruktur sungai juga menjadi tuntutan utama warga agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.

Kini, fokus utama tetap pada pemulihan kondisi psikologis warga dan pembersihan sisa-sisa banjir agar aktivitas ekonomi di Kecamatan Solokanjeruk dan Majalaya bisa segera kembali normal seperti sedia kala.

Statement:

Asep Mahmud, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung

“Warga yang terdampak tersebut berasal dari Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk dan Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. Meskipun demikian, Desa Bojong menjadi yang terdampak [paling parah], lantaran tanggul yang jebol tersebut berada di daerah itu.”

3 Poin Penting:

  • Tanggul Sungai Cisunggalah jebol pada Kamis dini hari mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Solokanjeruk dan Majalaya.

  • Sebanyak 310 KK atau sekitar 660 jiwa tercatat terdampak, dengan Desa Bojong sebagai titik kerusakan paling parah.

  • BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan asesmen dan mulai menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga di lokasi terdampak.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir