Search
Search
Search

Tetangga Indonesia Juaranya, Ini 10 Negara Pemilik Harta Karun Uranium Terbesar di Dunia

Jumat, 28 Agustus 2026

Ilustrasi uranium (ist)

Isu krisis energi global bikin banyak negara mulai melirik kembali tenaga nuklir sebagai solusi masa depan. Namun, sumber daya uranium yang menjadi bahan bakar utamanya ternyata tidak terbagi merata di muka bumi.

Sebagian besar cadangan uranium dunia yang bernilai ekonomis justru dikuasai oleh segelintir negara saja, sementara pengguna reaktor nuklir utama lainnya sangat bergantung pada rantai pasok impor.

Merujuk pada laporan teranyar Uranium 2024 Red Book, terdapat sepuluh negara penguasa hampir sembilan persepuluh total sumber daya uranium global.

Menariknya, juara bertahan pemilik harta karun nuklir terbanyak di dunia ini tidak lain adalah negara tetangga terdekat Indonesia sendiri, yaitu Australia.

Dominasi Australia dan Efisiensi Ekstraksi Kazakhstan

Australia kokoh berdiri di peringkat pertama dengan estimasi cadangan mencapai 1,67 juta ton uranium. Sebagian besar keunggulan Negeri Kanguru ini berasal dari tambang raksasa Olympic Dam di Australia Selatan.

Uniknya, meski punya cadangan melimpah, Australia tidak memiliki reaktor nuklir komersial sama sekali, sehingga seluruh hasil produksinya murni ditujukan untuk pasar ekspor.

Di posisi kedua, ada Kazakhstan yang mengantongi cadangan sebesar 814.000 ton dan memegang predikat sebagai produsen uranium terbesar di dunia saat ini.

Kazakhstan sangat diuntungkan oleh metode penambangan in-situ recovery(ISR) yang jauh lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Di posisi ketiga, Kanada membayangi dengan cadangan 582.000 ton yang terkenal memiliki kualitas kadar bijih uranium paling tinggi di dunia.

Kiprah Negara Afrika hingga Raksasa Energi Dunia

Benua Afrika juga menyimpan potensi nuklir yang sangat masif lewat kehadiran Namibia di peringkat keempat dengan cadangan 498.000 ton, disusul oleh Rusia di urutan kelima yang menguasai 477.000 ton uranium.

Rusia bukan sekadar mengeksploitasi tambang, melainkan juga memegang peranan krusial dalam rantai pasok pengayaan bahan bakar nuklir global lewat BUMN raksasa mereka, Rosatom.

Sementara itu, Niger bertengger di peringkat keenam dengan 336.000 ton, meskipun dinamika politik lokal sempat menghambat kelancaran produksi tambangnya.

Posisi ketujuh ditempati oleh Afrika Selatan dengan cadangan 321.000 ton, di mana ekstraksi uranium di negara tersebut umumnya diperoleh sebagai produk sampingan dari industri penambangan emas.

China, Brasil, dan Potensi Unik Mongolia di Masa Depan

China menempati posisi kedelapan dengan cadangan sebesar 271.000 ton.

Guna menopang ekspansi reaktor nuklirnya yang sangat masif, China tidak hanya mengandalkan tambang domestik, tetapi juga aktif berinvestasi pada proyek-proyek uranium di Asia Tengah dan Afrika.

Di urutan kesembilan, Brasil mencatatkan cadangan sebesar 168.000 ton yang uniknya terintegrasi dengan penambangan fosfat untuk pupuk.

Daftar sepuluh besar ini ditutup oleh Mongolia yang menyimpan potensi cadangan mencapai 145.000 ton.

Walau sempat tidak ada aktivitas penambangan komersial sejak pertengahan 1990-an, proyek Zuuvch Ovoo di Mongolia yang mulai dibangun pertengahan 2026 ini diprediksi siap menjadi pemain baru yang memperkuat pasokan nuklir Asia dan Eropa menjelang akhir dekade.

Statement:

World Atlas

“Australia memiliki lebih banyak uranium yang dapat ditambang dan dipulihkan daripada negara mana pun, namun regulasi tingkat negara bagian dan persetujuan lingkungan turut membentuk berapa banyak volume yang sebenarnya dapat diekstraksi.”

3 Poin Penting:

  • Australia Penguasa Cadangan Uranium: Australia memimpin daftar dengan cadangan 1,67 juta ton uranium, namun seluruh hasilnya diorientasikan untuk ekspor karena tidak memiliki reaktor komersial domestik.

  • Kazakhstan Produsen Paling Efisien: Memiliki cadangan terbesar kedua (814.000 ton), Kazakhstan memanfaatkan teknik penambangan in-situ recovery yang berbiaya rendah untuk mendominasi pasokan dunia.

  • Penyebaran Sumber Daya Tidak Merata: Sepuluh negara teratas menguasai hampir 90% cadangan uranium global, yang mendorong negara pemakai energi nuklir seperti China aktif berinvestasi di luar negeri.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan