Kabar mengejutkan datang dari pasangan selebriti Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa. Setelah menjalin bahtera rumah tangga selama tiga tahun, pernikahan yang selalu tampak harmonis ini harus berakhir di meja hijau.
Gugatan cerai telah resmi didaftarkan oleh Sabrina Chairunnisa di Pengadilan Agama Tigaraksa secara e-court pada tanggal 16 Oktober 2025.
Sebuah langkah berat, yang meski mengakhiri sebuah ikatan, justru dipilih sebagai jalan menuju kedamaian.
Juru bicara Pengadilan Agama Tigaraksa, M Sholahuddin, mengonfirmasi kabar tersebut, membenarkan bahwa gugatan cerai terdaftar dengan inisial SC sebagai pihak penggugat.
Proses hukum kini tengah berjalan, dalam penantian menuju putusan resmi. Kabar ini sekaligus mengonfirmasi spekulasi yang sempat beredar, terutama setelah Sabrina kedapatan menghapus nama ‘Corbuzier’ dari akun media sosialnya.
Perpisahan yang Didasari Cinta dan Kedamaian
Tak lama setelah kabar gugatan ini dikonfirmasi pengadilan, Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa memilih untuk berbagi kabar tersebut secara langsung dan terbuka kepada publik.
Melalui pernyataan bersama yang mereka unggah di media sosial, pasangan ini menekankan bahwa keputusan berpisah diambil setelah pertimbangan yang panjang dan matang.
Mereka memilih jalan yang jujur dan damai, jauh dari drama atau amarah.
Sebuah narasi perpisahan yang terasa begitu dewasa, menunjukkan kematangan emosional untuk mengutamakan kedamaian batin di atas segalanya.
Mereka berdua bersyukur atas semua yang telah dibagi dan berjanji akan selalu mendoakan yang terbaik untuk satu sama lain, meyakini bahwa akhir ini hanyalah awal yang tenang dalam bentuk hubungan yang baru.

Sang Istri Sempurna dan Sisi Realitas Hidup
Deddy Corbuzier, yang menikahi Sabrina pada 6 Juni 2022, juga menyampaikan perasaannya dalam unggahan tersebut.
Ia tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap Sabrina, bahkan menyebutnya sebagai “istri sempurna.”
Namun, seperti yang sering terjadi dalam kehidupan, ada beberapa hal dalam rumah tangga yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan modal cinta semata.
Senada dengan Sabrina, Deddy menjelaskan bahwa perpisahan ini adalah keputusan bersama. Meskipun mereka masih saling menyayangi, mereka memilih untuk mengakhiri pernikahan yang merupakan kali kedua bagi Deddy—sebelumnya ia menikah dengan Kalina Ocktarani pada tahun 2005 hingga 2013.
Keputusan ini menunjukkan bahwa, bagi mereka, menjaga rasa saling hormat dan kedamaian hati jauh lebih berharga daripada mempertahankan ikatan formal yang sudah tidak sejalan.
Memilih Jalan Masing-Masing
Kisah Deddy dan Sabrina menjadi cerminan bahwa dalam sebuah ikatan, terkadang cinta dan kasih sayang tidak cukup untuk menjadi satu-satunya fondasi.
Ada realitas hidup, perbedaan visi, atau kondisi yang menuntut sebuah pilihan sulit. Keputusan mereka untuk berpisah secara damai dan terbuka menjadi sebuah pelajaran berharga bagi publik, bahwa sebuah perpisahan tidak selalu harus diwarnai perseteruan.
Mereka memilih untuk menutup babak ini dengan rasa syukur dan doa yang tulus.
Statement:
Sabrina Chairunnisa (dalam unggahan Media Sosial)
“Setelah perjalanan panjang yang penuh pertimbangan, kami berdua sepakat untuk menempuh jalan hidup masing-masing. Bukan karena amarah, melainkan karena cinta, kejujuran, dan kedamaian.”
M Sholahuddin, Juru Bicara Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang
“Ini dalam proses menunggu sampai dengan putusan. Kami hanya bisa mengonfirmasi bahwa gugatan cerai tersebut memang benar diajukan oleh pihak istri secara e-court dan kini sedang diproses sesuai prosedur yang berlaku di Pengadilan Agama Tigaraksa.”



