WAMI Tegaskan Tetap Pungut Royalti Meski Musisi Sudah Gratiskan Karya, Lantas Uang Royaltinya Masuk Kantong Siapa?

Minggu, 24 Agustus 2025

Presiden Direktur WAMI Adi Adrian dalam jumpa pers di kantor WAMI, L’Avenue Office & Residence, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).(KOMPAS.com)

Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI) menegaskan akan tetap memungut royalti dari musisi-musisi yang telah menyatakan membebaskan royalti dari karya-karyanya.

Keputusan ini diambil karena WAMI menganggap dirinya sebagai “petugas” yang menjalankan aturan yang berlaku, bukan pembuat aturan.

President Director WAMI, Adi Adrian, dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa tugas utama WAMI adalah mengumpulkan royalti.

Ia menekankan bahwa WAMI akan terus memungut royalti selama belum ada perubahan aturan atau sistem baru yang resmi.

Adi menambahkan, WAMI tidak membuat aturan sendiri. Menurutnya, aturan yang ada sudah berlaku bahkan sebelum WAMI dibentuk.

Keputusan sejumlah musisi, termasuk Dewa 19, Ari Lasso, dan Tompi, untuk membebaskan royalti lagu mereka merupakan respons atas ketidakpuasan terhadap sistem distribusi royalti yang dianggap belum optimal.

Situasi ini juga membuat mereka merasa perlu untuk mengambil langkah sendiri.

Di sisi lain, saat ini Undang-Undang Hak Cipta sedang diuji materi di Mahkamah Konstitusi oleh kelompok penyanyi yang dikenal sebagai VISI.

Selain itu, revisi dari UU Hak Cipta juga sedang dibahas di Komisi X DPR, yang diharapkan dapat membawa perbaikan bagi sistem royalti musik di Indonesia.

Statement:

President Director WAMI, Adi Adrian

“Kami ini adalah petugas yang diberi kewenangan. Nah, tupoksi kami adalah meng-collect.”

“Orang-orang bilang, ‘Wah, ini enggak boleh, ini bebas atau apa segala macam.’ WAMI ikutin tupoksi saja.”

“Sepanjang kami sebagai pelaksana, ya sudah jalankan. Kalau ditarik pelaksananya, ya sudah kita tanya, ‘Kenapa? Ada hal yang baru?’ Ya nanti kami gitu. Jadi poinnya adalah, ya kami ngikutin aturan main saja.”

“WAMI play by the rules. Koridor kami adalah aturan main. Jadi, aturan mainnya seperti apa, ya sudah kami ikut aturan main.”

Rules itu bukan WAMI yang buat. Rules itu bukan, bukan kami yang buat, ya kan. Bahwa, ‘Wah, tagih ini, tagih apa segala macam,’ gitu. Jadi, itu sudah seperti itu, kami menjalankan saja.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir