Search

Warning Keras! Kasus Hiu Tutul Terdampar Nge-Gas, Pesisir Selatan Jawa Jadi Lokasi Paling Rawan

Kamis, 11 Desember 2025

Hiu tutul terdampar (kompas.com)

Guys, ada kabar mengkhawatirkan nih dari pesisir Indonesia! Kasus hiu tutul (hiu paus) terdampar tuh makin sering terjadi.

Yang terbaru, hiu tutul sepanjang 4 meter dan berat 1 ton ditemukan mati di Pantai Pagak Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu (7/12/2025). Ini nambah panjang daftar kasus yang udah terjadi sepanjang 2025 dari Bekasi sampai Blitar!

Sebuah studi terbaru di Scientific Reports mengungkap bahwa hiu tutul terdampar di pesisir Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Studi itu mencatat 115 kasus terdampar dalam 13 tahun terakhir, melibatkan 127 individu di 23 dari 38 provinsi di Indonesia.

Kenapa Juvenile Jadi Korban Utama?

Para peneliti menyimpulkan pesisir selatan Jawa tuh lokasi paling rawan terdamparnya hiu tutul. Studi ini juga menunjukkan lebih dari 70% hiu paus yang terdampar merupakan individu juvenile (muda) berukuran 4–7 meter.

Kenapa demikian?

Kelompok usia muda ini kerap memanfaatkan pesisir Indonesia sebagai area mencari makan, sehingga mereka lebih sering berada di perairan dangkal yang produktif.

Mengingat maturitas seksual hiu paus baru tercapai pada ukuran 7–9 meter, kehilangan individu juvenile ini jelas banget jadi ancaman serius bagi keberlanjutan populasinya!

Arus Naik dan Gelombang Tinggi Jadi Pemicu

Salah satu faktor utama yang ditemukan dalam studi adalah arus naik (upwelling) yang kuat dan mencari makan musiman hiu.

Pesisir selatan Jawa mengalami upwelling kuat pada Juni-November, yang membawa air dingin dan kaya nutrien ke permukaan, memicu ledakan plankton dan krill.

Naiknya produktivitas laut ini yang menarik hiu tutul untuk mendekati pantai. Namun, gelombang tinggi lebih dari 1,5 meter yang dipicu oleh upwelling bisa mendorong hiu ke wilayah pesisir, dan penurunan suhu laut secara drastis juga mengganggu kemampuan navigasi mereka.

Model statistik bahkan menunjukkan gelombang tinggi adalah prediktor paling signifikan kejadian terdampar.

Aktivitas Manusia dan Polusi Ikut Berperan

Meskipun peristiwa alam adalah faktor utama, para peneliti juga mengingatkan aktivitas manusia mungkin memainkan peran penting dan perlu penyelidikan lebih lanjut.

Beberapa kasus terdampar juga terkait drift gillnet dan sero yang menyebabkan stres dan kelelahan. Parahnya, penelitian necropsi menunjukkan indikasi paparan toksin dari limbah tambak dan eutrofikasi yang mengganggu kesehatan hiu paus!

3 Poin Penting:

  1. Peningkatan Kasus dan Kerentanan Jawa Selatan: Kasus hiu tutul terdampar di pesisir Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan pesisir selatan Jawa menjadi lokasi paling rawan terdamparnya individu juvenile berukuran 4–7 meter.

  2. Faktor Alam Utama: Penyebab utama terdampar adalah arus naik (upwelling) kuat pada Juni-November yang menarik hiu mendekat untuk mencari makan, tetapi kemudian terdorong ke pantai akibat gelombang tinggi (>1,5 meter) atau penurunan suhu laut.

  3. Ancaman Manusia dan Polusi: Aktivitas manusia berperan melalui jaring nelayan (drift gillnet/sero) dan indikasi paparan toksin dari limbah tambak dan eutrofikasi, yang mengganggu kesehatan dan navigasi hiu paus.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan