Search

Waspada Begal Digital! OJK Warning Masyarakat Soal Penipuan Jelang Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026

penukaran uang baru [dok. antara]
penukaran uang baru [dok. antara]

Menjelang hari raya Lebaran, euforia belanja dan persiapan mudik biasanya bikin kita kurang fokus sama keamanan finansial. Situasi ini ternyata dimanfaatkan banget sama para pelaku kejahatan keuangan buat melancarkan aksi tipu-tipu mereka.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat selalu pasang mata dan telinga terhadap beragam modus penipuan yang kini makin canggih dan merajalela di semua lapisan masyarakat.

Data lapangan menunjukkan angka yang cukup bikin geleng-geleng kepala.

Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mencatat bahwa hanya dalam 10 hari pertama periode Ramadan, sudah ada 13.100 laporan penipuan dengan 22.900 rekening terlapor.

Tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak sebelum bulan puasa, namun eskalasinya makin menjadi-jadi saat mendekati momen Lebaran 2026.

Modus Perusahaan Luar Negeri dan Licinnya Kejahatan Digital

Salah satu modus yang lagi tren adalah penipuan berkedok perusahaan dari luar negeri.

Para pelaku biasanya menggunakan tutur kata dan kalimat yang sangat meyakinkan serta profesional, sehingga nggak jarang masyarakat langsung tergiur sama iming-iming investasi atau keuntungan besar.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menekankan bahwa tren kejahatan saat ini sudah beralih sepenuhnya ke ranah digital, yang artinya bahaya bisa datang kapan saja dari layar ponselmu.

Perbedaan paling mencolok dari penipuan zaman dulu adalah hilangnya kebutuhan untuk bertatap muka. Dulu, pencuri butuh effort lebih buat mengambil harta korban secara fisik.

Sekarang, dengan kemajuan teknologi digital, pelaku bisa menguras isi rekening tanpa perlu bertemu langsung dengan korbannya.

Kejahatan ini sering kali terjadi saat masyarakat sedang lengah atau terlalu mudah percaya pada tautan-tautan asing yang masuk melalui pesan singkat maupun media sosial.

Hati-Hati Jebakan Belanja Online dan Promo Lebaran Palsu

Periode Ramadan dan Lebaran identik dengan belanja kebutuhan baru, mulai dari baju, aksesoris, hingga perlengkapan rumah tangga. Hal inilah yang memicu tingginya tren penipuan transaksi jual beli online.

Para penipu sangat lihai membaca kebiasaan konsumen yang sedang mencari harga miring, sehingga mereka menciptakan toko bodong dengan penawaran yang nggak masuk akal buat menjerat para pembeli yang kurang teliti.

Selain belanja online, modus promo Lebaran palsu juga wajib diwaspadai. Penipu sering kali mengirimkan tautan promo yang terlihat sangat resmi dan personal.

Begitu kamu klik tautan tersebut, data pribadi atau akses rekeningmu bisa langsung berpindah tangan.

Modus konvensional seperti jual beli kendaraan bekas buat mudik juga tetap ada; orang-orang yang pengin terlihat sukses saat pulang kampung sering kali terburu-buru melakukan transfer tanpa mengecek legalitas unit kendaraan tersebut.

Langkah OJK Perkuat Proteksi Lewat Portal IASC

Menanggapi situasi yang makin chaos ini, OJK nggak tinggal diam dengan memperkuat sistem layanan pengaduan masyarakat.

Salah satu senjata utamanya adalah portal International Anti-Scam Center (IASC) yang dioptimalkan buat mengantisipasi berbagai bentuk scam dan fraud.

Melalui sistem ini, laporan masyarakat bisa diproses lebih cepat, bahkan akun bank milik penipu bisa segera diblokir dalam waktu singkat setelah laporan diterima jika bukti transfer sudah jelas.

OJK mengimbau agar masyarakat lebih proaktif dalam memverifikasi setiap transaksi keuangan yang dilakukan. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau mengeklik tautan dari nomor yang tidak dikenal.

Dengan kesadaran yang tinggi, kita bisa merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa harus meratapi tabungan yang ludes digondol begal digital.

Tetap kritis dan jangan gampang tergiur promo instan adalah kunci utama agar finansial tetap aman terkendali.

Statement:

Friderica Widyasari Dewi, Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK

“Kalau dulu orang mencuri ada effort, sekarang dengan digital orang enggak perlu ketemu kita bisa kuras rekening secara digital. OJK mengimbau semakin berhati-hati terhadap penipuan seperti ini, bagaimana kejahatannya digital sekarang ini, kejahatannya trennya ke digital.”

3 Poin Penting:

  1. OJK mencatat adanya lonjakan laporan penipuan hingga 13.100 laporan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026.

  2. Modus penipuan paling marak meliputi penawaran perusahaan luar negeri palsu, penipuan belanja online, serta tautan promo Lebaran berbahaya.

  3. Masyarakat diminta waspada terhadap transaksi digital dan segera melapor melalui portal IASC agar rekening penipu dapat segera diblokir.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan