Search

Bye-Bye Thailand dan Swiss, Ini Ejaan Baru Nama Negara yang Lebih Lokal

Senin, 19 Januari 2026

Thailand (pixabay)

Pemerintah Indonesia baru saja melakukan gebrakan keren di kancah internasional untuk memperkuat identitas bahasa kita.

Melalui dokumen resmi yang dipresentasikan dalam sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Indonesia resmi memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara.

Langkah ini diambil agar penulisan nama mancanegara lebih “nyambung” dengan sistem bunyi dan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang selama ini kita gunakan sehari-hari.

Perubahan ini bukan sekadar iseng, melainkan hasil riset panjang yang sudah diajukan delegasi Indonesia sejak tahun 2019. Beberapa nama negara yang sering kita tulis dengan ejaan asing kini berubah menjadi lebih lokal dan ortografis.

Misalnya, Thailand sekarang resmi ditulis menjadi Tailan, sedangkan negara cokelat populer, Swiss, kini cukup ditulis Swis.

Penyesuaian ini bikin kita tidak perlu lagi bingung saat harus menulis laporan resmi atau sekadar mengerjakan tugas kampus.

Kolaborasi Lintas Lembaga demi Akurasi Bahasa

Proses pembaruan ejaan ini ternyata melibatkan banyak “otak” di balik layar. Badan Informasi Geospasial (BIG) bertindak sebagai otoritas utama yang bekerja sama erat dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri, para akademisi dari Universitas Indonesia, hingga pakar linguistik top ikut turun tangan dalam Sidang Komisi Istilah untuk memastikan setiap nama negara punya padanan yang pas.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah menyelaraskan penulisan nama negara asing dengan sistem fonologi (bunyi) dan ortografi (ejaan) bahasa Indonesia.

Jadi, jangan heran jika ke depannya kalian melihat penulisan Afganistan bukan lagi menggunakan ‘gh’ atau Bangladesh yang berubah menjadi Banglades.

Semuanya dilakukan tanpa sedikit pun menyimpang dari daftar resmi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tailan Hingga Paraguai: Makin Pas di Lidah Kita

Salah satu poin menarik dari dokumen GEGN.2/2025/122/CRP.122 ini adalah daftar nama negara di Asia Tenggara yang juga dipoles.

Nama formal “Kerajaan Tailan” kini menjadi penyebutan resmi untuk menggantikan ejaan lama. Perubahan serupa juga terjadi pada Paraguay yang kini berubah menjadi Paraguai.

Hal ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia sangat adaptif dan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman agar lebih efisien dan mudah dipahami.

Hafidz Muksin selaku Kepala Badan Bahasa menegaskan bahwa standardisasi ini sangat krusial untuk menjaga kedaulatan bahasa kita di mata dunia.

Setelah ditetapkan di level internasional melalui UNGEGN, nama-nama negara dengan ejaan baru ini akan segera nangkring di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi pemutakhiran berikutnya.

Jadi, siap-siap buat update kosakata kalian supaya tetap up-to-date dan sesuai kaidah yang berlaku.

Misi Internasional di Balik Standardisasi Nama Geografis

Upaya Indonesia di forum UNGEGN menunjukkan posisi tawar yang kuat dalam diplomasi kebahasaan.

Dengan mendaftarkan 194 nama negara yang telah distandarisasi, Indonesia ingin memastikan bahwa penyebutan geografis nasional dan internasional memiliki landasan hukum yang kuat.

Ini penting banget buat urusan pemetaan, dokumen diplomatik, hingga materi pendidikan yang akan dikonsumsi oleh generasi muda di masa depan.

Ke depannya, penyesuaian ini diharapkan bisa meminimalisir kesalahan pelafalan dan penulisan yang sering terjadi karena pengaruh bahasa Inggris.

Bahasa Indonesia kini semakin mandiri dalam menentukan cara tulisnya sendiri terhadap entitas global.

Dengan dukungan anggaran dan komitmen dari berbagai lembaga terkait, langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan literasi dan ortografi bahasa Indonesia di kancah global tahun 2026 ini.

Statement:

Hafidz Muksin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

“BIG merupakan lembaga otoritas utama penamaan geografis nasional Indonesia, termasuk standardisasi nama-nama geografis asing seperti nama negara, pulau, sungai, dan sebagainya, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Setelah nama-nama negara tersebut ditetapkan melalui UNGEGN, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam KBBI pada edisi pemutakhiran berikutnya.”

3 Poin Penting:

  • Indonesia resmi memperbarui ejaan 194 nama negara di forum UNGEGN PBB agar sesuai dengan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.

  • Perubahan signifikan meliputi perubahan ejaan seperti Thailand menjadi Tailan, Swiss menjadi Swis, dan Paraguay menjadi Paraguai.

  • Hasil standardisasi ini merupakan kolaborasi BIG, Badan Bahasa, dan Kemenlu yang akan segera diintegrasikan ke dalam KBBI edisi terbaru.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan