Search

IHSG Memerah! Presiden Prabowo Subianto Geram, Bursa Saham Langsung ‘Bersih-Bersih’

Kamis, 12 Februari 2026

IHSG anjlok [web]
IHSG anjlok [web]

Jagat pasar modal Indonesia mendadak riuh di awal Februari 2026 ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang biasanya menjadi indikator kebanggaan ekonomi nasional, justru mengalami anjlok yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi ini tidak hanya memicu keresahan di kalangan investor ritel, tetapi juga memicu respons keras dari Presiden Prabowo Subianto yang merasa ada yang tidak beres dengan ekosistem bursa kita.

Keresahan ini bermula ketika sentimen negatif mulai menyelimuti pasar, diperparah oleh sorotan tajam dari lembaga indeks global, MSCI, mengenai transparansi free float saham-saham di Indonesia.

Hal ini seolah menjadi pemantik yang membuat kepercayaan investor global goyah.

Presiden Prabowo, melalui Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kemarahan yang mendalam karena stabilitas pasar modal yang seharusnya kokoh justru tampak rapuh dihantam isu-isu integritas.

Dugaan Permainan Pasar dan Intervensi Pemerintah

Bukan sekadar fluktuasi biasa, Presiden menduga adanya kejanggalan serius di balik layar hijau-merah layar bursa.

Ada kecurigaan kuat mengenai potensi keterlibatan oknum pengawas dalam permainan pasar yang merugikan banyak pihak.

Geram dengan kondisi ini, pemerintah langsung mengambil langkah taktis dengan mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk segera melakukan reformasi integritas secara total dan tanpa kompromi.

Langkah intervensi ini bertujuan untuk memperkuat struktur bursa agar lebih tahan banting terhadap manipulasi.

Pemerintah menginginkan peningkatan transparansi yang nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.

Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa setiap transaksi di pasar modal berjalan dengan adil dan transparan, sehingga tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan oleh praktik “mafia” saham yang merusak ekosistem investasi nasional.

Nasib Investor Ritel di Tengah Gempuran Sentimen Global

Gejolak ini tentu saja menjadi perbincangan hangat di berbagai komunitas investor ritel, mulai dari grup Telegram hingga kolom komentar media sosial.

Banyak investor muda yang mempertanyakan stabilitas dan keamanan berinvestasi di BEI saat ini.

Meskipun OJK melaporkan bahwa kinerja pasar modal sepanjang tahun 2025 sebenarnya sangat solid, tekanan sentimen negatif di awal 2026 ini tetap menjadi ujian berat bagi psikologi pasar domestik.

Situasi makin kompleks saat lembaga pemeringkat dan bank investasi global seperti UBS hingga Goldman Sachs mulai mencermati kondisi pasar Indonesia.

Laporan-laporan dari lembaga internasional ini memiliki pengaruh besar terhadap arus modal asing (foreign flow) yang masuk ke tanah air.

Oleh karena itu, Menko Perekonomian terus memantau situasi ini setiap jam demi memastikan bahwa pembenahan internal berjalan seiring dengan upaya menjaga citra positif di mata dunia.

Komitmen Reformasi Total untuk Bursa yang Lebih Sehat

Pemerintah berkomitmen penuh untuk melakukan aksi “bersih-bersih” di tubuh pasar modal Indonesia.

Reformasi ini tidak hanya menyasar sistem teknis, tetapi juga integritas personel di lembaga-lembaga pengawas.

Tujuannya satu: menciptakan pasar yang inklusif dan aman bagi semua, mulai dari institusi besar hingga mahasiswa yang baru mulai mencicipi investasi saham.

Keseriusan ini diharapkan bisa segera memulihkan IHSG ke zona hijau.

Dengan adanya desakan langsung dari Presiden, diharapkan OJK dan BEI dapat bekerja lebih gesit dalam menutup celah-celah manipulasi pasar.

Masa depan pasar modal Indonesia kini berada di titik penentuan; apakah kita akan keluar sebagai pasar yang lebih dewasa dan transparan, atau tetap terbelenggu dalam isu-isu lama yang menghambat kemajuan ekonomi.

Dukungan publik dan keberanian pemerintah menjadi kunci utama dalam memenangkan pertempuran integritas ini.

Statement:

Hashim Djojohadikusumo ( Utusan Khusus Presiden )

“Bapak Presiden sangat marah. Beliau tidak bisa menoleransi adanya oknum yang bermain-main dengan uang rakyat di pasar modal. Reformasi integritas di OJK dan BEI adalah harga mati untuk mengembalikan kepercayaan investor.”

3 Poin Penting:

  1. Respons Keras Presiden: Presiden Prabowo Subianto menyatakan kegeraman atas anjloknya IHSG dan menduga adanya malapraktik serta keterlibatan oknum pengawas dalam manipulasi pasar.

  2. Sorotan Internasional: Ketidaktransparanan free float yang disorot oleh MSCI dan penilaian lembaga global menjadi pemicu utama sentimen negatif yang harus segera dibenahi.

  3. Reformasi Struktur Bursa: Pemerintah menginstruksikan OJK dan BEI untuk melakukan reformasi integritas dan transparansi demi melindungi investor ritel dan menjaga stabilitas ekonomi.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan