Kabar gembira buat warga Sang Bumi Ruwa Jurai yang sudah lama mendambakan jalan-jalan ke luar negeri tanpa ribet.
Hari ini, Kamis, 12 Februari 2026, menjadi momen bersejarah bagi Bandara Radin Inten II Lampung.
Pasalnya, bandara kebanggaan masyarakat Lampung ini resmi melayani penerbangan internasional perdana dengan rute langsung menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Penerbangan perdana ini lepas landas tepat pukul 11.00 WIB, menandai kembalinya status internasional yang lebih aktif bagi Lampung di peta penerbangan global.
Kini, kalian para pelancong atau pebisnis muda nggak perlu lagi merasakan drama transit di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang sering memakan waktu dan biaya tambahan.
Cukup duduk manis di Branti, tahu-tahu sudah sampai di jantung ibu kota Malaysia.
TransNusa Jadi Jembatan Udara Menuju Negeri Jiran
Maskapai TransNusa dipercaya menjadi operator yang mengawal rute strategis Lampung (TKG) – Kuala Lumpur (KUL) ini.
Menggunakan pesawat Airbus A321 yang modern dan nyaman, TransNusa menawarkan pengalaman terbang yang lebih efisien.
Kehadiran armada ini dipastikan mampu mengakomodasi permintaan penumpang yang diprediksi bakal membeludak, terutama dari kalangan wisatawan dan jamaah yang ingin menjalankan ibadah umrah.
Untuk jadwalnya sendiri, kalian bisa mulai menyusun rencana liburan karena penerbangan ini tersedia dua kali sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis.
Pemilihan jadwal ini dinilai sangat pas bagi para weekend warrior atau mereka yang ingin melakukan perjalanan bisnis singkat.
Dengan adanya koneksi langsung ini, Lampung semakin terbuka lebar bagi dunia luar dan siap menyambut peluang ekonomi yang lebih besar.
Akses Mudah untuk Umrah dan Wisatawan
Salah satu dampak paling signifikan dari pembukaan rute ini adalah kemudahan bagi para jamaah umrah asal Lampung.
Selama ini, perjalanan menuju tanah suci sering kali terasa melelahkan karena harus transit terlebih dahulu.
Dengan adanya rute ke Kuala Lumpur sebagai hub internasional, waktu tempuh bisa dipangkas secara drastis, memberikan kenyamanan ekstra bagi para jamaah lansia maupun milenial.
Selain urusan religi, sektor pariwisata Lampung juga diprediksi akan mengalami lonjakan drastis.
Wisatawan mancanegara kini bisa lebih mudah mengakses keindahan Pantai Pahawang atau melihat gajah di Way Kambas tanpa harus memutar jauh.
Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku industri kreatif dan UMKM lokal di Lampung yang siap menjajakan produk unggulan mereka kepada turis internasional yang datang langsung dari Malaysia.
Dongkrak Ekonomi Daerah dan Mobilitas Pekerja
Tidak hanya soal gaya hidup dan liburan, pembukaan rute internasional ini juga memiliki misi sosial dan ekonomi yang kuat.
Para pekerja migran asal Lampung kini memiliki akses yang lebih manusiawi dan terjangkau untuk pulang pergi ke tempat kerja mereka di Malaysia.
Mobilitas yang lebih lancar diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di kampung halaman dan mempererat hubungan bilateral di tingkat akar rumput.
Pemerintah daerah berharap langkah berani ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Lampung secara keseluruhan.
Aktivasi kembali status bandara internasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
Dengan dukungan semua pihak, rute Lampung-Kuala Lumpur diharapkan tetap berkelanjutan dan kedepannya bisa menambah frekuensi penerbangan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Statement:
Putu Dewa Rai ( Direktur Utama TransNusa )
“Pembukaan rute internasional perdana ini adalah kado istimewa bagi masyarakat Lampung. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik melalui rute TKG-KUL untuk mendukung mobilitas umrah, pariwisata, dan ekonomi daerah agar Lampung semakin berdaya saing di level internasional.”
3 Poin Penting:
-
Penerbangan Langsung: Rute Lampung (TKG) – Kuala Lumpur (KUL) resmi beroperasi mulai 12 Februari 2026 tanpa perlu transit di Jakarta.
-
Jadwal dan Armada: Dilayani oleh maskapai TransNusa menggunakan pesawat Airbus A321 dengan frekuensi terbang dua kali sepekan (Senin dan Kamis).
-
Dampak Strategis: Mempermudah perjalanan umrah, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Lampung, serta mendukung mobilitas pekerja migran.
[gas/man]



