Menelusuri sejarah Indonesia memang nggak pernah ada habisnya, apalagi kalau bicara soal tata kota.
Selama ratusan tahun masa penjajahan, Belanda nggak cuma meninggalkan cerita pahit, tapi juga berbagai infrastruktur yang masih fungsional sampai sekarang.
Mulai dari kantor pemerintahan, markas militer, hingga sistem irigasi, banyak kota di tanah air yang ternyata dirancang dengan konsep modern pada masanya oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Beberapa kota bahkan dibangun benar-benar dari nol atau dikembangkan secara terencana dari sebuah lahan kosong atau desa kecil.
Sebut saja Salatiga, kota di lereng Gunung Merbabu ini dulunya dirancang khusus sebagai kawasan permukiman orang Eropa.
Karena keindahannya dan tata jalan yang sangat rapi, Salatiga bahkan sempat dijuluki “De Schoonste van Midden Java” atau kota paling cantik di Jawa Tengah pada masa itu.
Konsep Kota Eropa di Tanah Jawa: Dari Salatiga hingga Bandung
Salatiga menjadi bukti nyata bagaimana Belanda sangat detail soal kenyamanan.
Jalanan di sana dirancang dengan trotoar lebar dan pohon peneduh agar warga Eropa tetap betah berjalan kaki atau bersepeda di tengah iklim tropis.
Salah satu ikon yang masih berdiri gagah adalah Gedung Papak, yang dulunya merupakan rumah mewah milik bangsawan Belanda.
Jalur strategis antara Semarang dan Solo menjadikan kota ini sebagai “Little Netherlands” di jantung Jawa Tengah.
Nggak jauh berbeda, Bandung juga merupakan hasil pemikiran terencana pemerintah kolonial.
Awalnya, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung ke lokasi sekarang pada tahun 1810 demi menghindari banjir.
Kota ini kemudian berkembang dengan jalanan yang artistik dan banyak persimpangan.
Uniknya, desain jalanan peninggalan Belanda yang dulu dianggap ideal, kini justru menjadi tantangan tersendiri bagi lalu lintas Bandung yang kian padat.
Jejak Hollandia di Timur dan Kota Minyak yang Modern
Melompat ke wilayah timur, ada Kota Jayapura yang dulunya didirikan oleh Kapten Infanteri F. J. P. Sachse pada 7 Maret 1910 dengan nama Hollandia.
Pembangunan ini menjadi tonggak sejarah perkembangan kota modern di tanah Papua.
Sementara itu, di pesisir utara Jawa, Semarang bertransformasi dari sekadar perkampungan nelayan menjadi kota pelabuhan besar yang sibuk berkat sentuhan tata ruang strategis Belanda di area teluknya.
Di Pulau Kalimantan, Balikpapan juga menyandang predikat kota dengan pengaruh Belanda yang kuat.
Sejarah kota ini nggak bisa dilepaskan dari penemuan minyak bumi melalui pengeboran Sumur Mathilda pada tahun 1897.
Sejak saat itu, Balikpapan berkembang pesat sebagai kota industri dengan fasilitas lengkap.
Belanda membangun pemukiman dan infrastruktur pendukung industri yang hingga kini menjadikan Balikpapan salah satu kota paling teratur di Indonesia.
Transformasi Batavia dan Kejayaan Perkebunan di Medan
Jakarta, yang dulu dikenal sebagai Batavia, merupakan mahakarya tata kota Belanda yang paling kompleks.
Sebelum dikuasai VOC, kawasan ini hanyalah pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa.
Di bawah kendali Belanda, Batavia dirancang menyerupai kota-kota di Eropa dengan sistem kanal.
Transformasi ini menjadikan Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi yang terus berkembang hingga menjadi megapolitan seperti yang kita saksikan saat ini.
Terakhir, ada Kota Medan yang awalnya adalah kawasan perkebunan tembakau milik Kesultanan Deli.
Pihak Belanda menyewa lahan tersebut dan membangun infrastruktur perkotaan untuk mendukung bisnis komoditas dunia.
Perpaduan antara bangunan megah bergaya kolonial dan tata ruang yang tertata membuat Medan menjadi pusat kemajuan di Sumatra.
Warisan ini menjadi saksi bisu bagaimana kepentingan ekonomi global membentuk wajah kota-kota besar di Indonesia.
3 Poin Penting:
-
Perencanaan Matang: Kota-kota seperti Salatiga, Bandung, dan Balikpapan dirancang dari nol dengan memperhatikan aspek estetika dan kenyamanan pejalan kaki.
-
Fungsi Strategis: Pembangunan kota didasari oleh berbagai kepentingan, mulai dari pusat pemerintahan (Batavia), industri minyak (Balikpapan), hingga komoditas perkebunan (Medan).
-
Warisan Infrastruktur: Banyak elemen tata kota Belanda, seperti jalur kereta api, sistem irigasi, dan gedung pemerintahan, yang masih berfungsi dan menjadi tulang punggung tata kota modern saat ini.
[gas/man]


![HUT Kota Sungailiat [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/IMG-20260428-WA0006-1-1024x682-1-300x200.jpg)
![Kapal Perang AS di Selat Malaka [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/tni-al-konfirmasi-keberadaan-kapal-perang-as-uss-miguel-keith-di-selat-malaka-69e494b0c3af3-300x200.webp)