Senin, 4 Mei 2026, menjadi saksi bisu kembalinya gelombang pergerakan mahasiswa di jantung ibu kota.
Sejak pagi hari, kawasan Jakarta Pusat mulai dipadati oleh massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil yang menuntut jawaban nyata dari pemerintah.
Aksi ini merupakan eskalasi dari ultimatum yang telah dilayangkan aliansi mahasiswa saat momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei lalu, yang hingga kini dinilai belum mendapat respons memadai.
Suasana riuh rendah dengan orasi yang membakar semangat mulai terdengar di beberapa sudut kota.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa bergerak dengan atribut lengkap, membawa spanduk-spanduk berisi aspirasi yang tajam namun tetap tertib dalam koridor hukum.
Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan kritis terhadap kebijakan publik yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat luas, khususnya di sektor pendidikan dan teknologi.
Pengamanan Ketat Personel Gabungan di Kemendikti Saintek
Titik pertama yang menjadi fokus massa adalah kantor Kemendikti Saintek di kawasan Tanah Abang.
BEM SI Kerakyatan bersama Koalisi Masyarakat Sipil memulai aksi mereka tepat pukul 11.00 WIB dengan tuntutan yang spesifik mengenai arah kebijakan sains dan teknologi nasional.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan telah menyiagakan ribuan personel guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum ini berjalan tanpa kendala berarti bagi fasilitas publik.
Sebanyak 3.225 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi di tiga lokasi utama secara simultan.
Penjagaan ketat terlihat di setiap akses menuju lokasi demonstrasi, guna mencegah adanya provokasi dari pihak luar.
Meski situasi memanas karena teriknya matahari, koordinasi antara koordinator lapangan (korlap) aksi dengan petugas keamanan di kawasan Tanah Abang sejauh ini terpantau masih sangat kondusif dan terkendali.
Gema Orasi di Gedung DPR RI dan Kawasan Monas
Sementara itu, titik kedua yang tidak kalah padat adalah depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
Massa yang terdiri dari berbagai universitas, termasuk BEM Unindra, mulai memadati Jalan Gatot Subroto sejak pukul 11.00 WIB.
Orasi-orasi kritis menggema dari atas mobil komando, mendesak para wakil rakyat untuk segera mengambil tindakan konkret atas tuntutan mahasiswa.
Kemacetan panjang pun tidak terelakkan di ruas jalan utama tersebut seiring bertambahnya jumlah massa yang datang.
Di sisi lain, Dewan Mahasiswa Eksekutif UIN Syarif Hidayatullah (DEMA UIN) memilih kawasan Silang Selatan Monas sebagai panggung perjuangan mereka.
Aksi di titik ketiga ini telah dimulai lebih awal, yakni pukul 10.00 WIB, dengan fokus menyuarakan kegelisahan masyarakat sipil.
Lokasi yang strategis di dekat pusat pemerintahan ini membuat kehadiran mahasiswa menjadi sorotan utama bagi para pengguna jalan dan birokrat yang berkantor di sekitar Gambir.
Imbauan Publik dan Ultimatum Mahasiswa untuk Pemerintah
Pihak kepolisian telah mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat menghindari kawasan Tanah Abang, depan Gedung DPR/MPR, serta area Monas untuk sementara waktu.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan secara situasional guna meminimalisir dampak kemacetan yang kian meluas.
Para komuter disarankan mencari rute alternatif agar aktivitas harian tidak terganggu oleh konsentrasi massa yang diperkirakan akan bertahan hingga sore hari demi menunggu jawaban dari pihak terkait.
Aksi serentak ini membuktikan bahwa energi mahasiswa tetap membara dalam mengawal kebijakan negara.
“Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk menagih janji yang belum terpenuhi sejak Hardiknas kemarin. Ini adalah gerakan moral yang tidak akan berhenti sampai ada jawaban konkret dari pemerintah,” ujar salah satu koordinator aksi di lapangan.
Dengan pengawalan yang ketat dan semangat yang meluap, Jakarta hari ini benar-benar menjadi panggung demokrasi yang dinamis.
Statement:
Kombes Pol. Budi Hermanto (Kabid Humas Polda Metro Jaya)
“Kami mengerahkan 3.225 personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi unjuk rasa hari ini berjalan aman dan damai. Fokus kami adalah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga agar objek vital nasional dan ketertiban umum tetap terjaga. Kami mengimbau massa aksi untuk tetap menaati kaidah hukum yang berlaku.”
3 Poin Penting:
-
Sebanyak 3.225 personel gabungan disiagakan untuk mengawal demonstrasi mahasiswa di tiga titik utama: Kemendikti Saintek, Gedung DPR/MPR RI, dan Monas.
-
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari ultimatum pasca-Hardiknas 2 Mei 2026 terkait kebijakan pemerintah yang dinilai krusial.
-
Pengguna jalan diimbau menghindari area Jakarta Pusat karena potensi kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, dan kawasan Gambir.
[gas/man]



