Kabar kurang sedap kembali datang dari dunia jasa penyelenggara acara yang menyasar momen sakral keluarga.
Kali ini, sebuah modus penipuan berkedok jasa akikah yang mencatut nama pendakwah terkenal sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kejadian yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Malaysia, Atiq Azman dan pasangannya, menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk lebih selektif dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang membawa nama besar tokoh agama.
Pasangan ini harus menelan pil pahit setelah rencana acara akikah putra mereka gagal total akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Penipuan ini terasa sangat menyakitkan karena melibatkan momen yang seharusnya penuh syukur dan kebahagiaan.
Berdasarkan informasi terbaru per 5 Mei 2026, kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib dan sedang dalam proses investigasi lebih lanjut guna melacak keberadaan pelaku yang sangat lihai dalam melancarkan aksinya.
Modus Operandi Rapi dengan Pencatutan Nama Besar
Pelaku yang teridentifikasi sebagai seorang wanita berusia 26 tahun ini menggunakan strategi yang sangat terencana untuk menjaring korbannya.
Ia dengan sangat meyakinkan mengaku sebagai asisten pribadi atau personal assistant (PA) dari pendakwah kondang, Ustaz Wadi Annuar.
Tidak hanya itu, pelaku juga mencatut nama penyiar radio terkenal guna membangun kredibilitas palsu agar para korban merasa yakin bahwa jasa yang ditawarkannya adalah legal dan profesional.
Kepercayaan korban semakin bulat saat pelaku menjanjikan sebuah aula mewah sebagai lokasi acara.
Padahal, setelah ditelusuri lebih lanjut, lokasi tersebut merupakan aula fiktif yang sama sekali tidak pernah dipesan untuk acara tersebut.
Strategi “pansos” atau panjat sosial dengan membawa nama tokoh berpengaruh ini memang sering kali berhasil meluluhkan kecurigaan calon korban yang mendambakan acara akikah penuh keberkahan di bawah bimbingan ustaz pilihan.
Kerugian Jutaan Rupiah hingga Pelaku yang Menghilang
Atiq Azman dan pasangannya dikabarkan telah melunasi hampir seluruh biaya operasional acara melalui transfer bank.
Nominal kerugian yang menyentuh angka jutaan rupiah tersebut dikirimkan secara bertahap sesuai instruksi dari si asisten palsu ini.
Namun, malapetaka terjadi sesaat sebelum hari pelaksanaan, di mana pelaku secara tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan memutus semua jalur komunikasi dengan pihak keluarga korban.
Kegagalan acara ini tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, bukan hanya soal materi, tetapi juga kekecewaan batin yang sangat besar.
Modus penipuan ini sangat licin karena pelaku memanfaatkan celah psikologis korban yang biasanya segan untuk mengonfirmasi ulang secara detail jika sudah membawa-bawa nama tokoh agama.
Hilangnya pelaku secara mendadak setelah uang dikantongi membuktikan bahwa aksi ini murni merupakan tindak kriminalitas yang sudah terstruktur sejak awal.
Tips Menghindari Penipuan Jasa Penyelenggara Akikah
Belajar dari kasus pahit yang menimpa Atiq Azman, ada beberapa langkah preventif yang wajib dilakukan sebelum kamu memilih jasa penyelenggara acara atau akikah.
Langkah pertama dan yang paling krusial adalah melakukan verifikasi langsung.
Pastikan kamu menghubungi nomor resmi dari yayasan atau manajemen sang ustaz untuk mengonfirmasi apakah orang yang menawarkan jasa tersebut memang benar asisten resmi atau hanya oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Selain itu, sangat disarankan untuk tidak pernah mentransfer uang ke rekening pribadi milik seseorang yang mengaku asisten.
Selalu gunakan rekening atas nama perusahaan, yayasan, atau organisasi resmi yang memiliki badan hukum yang jelas.
Jangan pula mudah tergiur dengan paket akikah yang harganya jauh di bawah pasar namun menawarkan fasilitas mewah yang tidak masuk akal, karena sering kali itu hanyalah umpan untuk menarik korban dalam jumlah banyak sekaligus.
Verifikasi Lokasi dan Kewaspadaan Digital
Memastikan lokasi fisik acara juga merupakan hal yang sangat penting dalam proses validasi.
Jangan hanya percaya pada foto atau brosur digital yang dikirimkan melalui pesan singkat; jika memungkinkan, lakukan survei lokasi atau hubungi pengelola gedung secara mandiri untuk menanyakan jadwal pemesanan.
Di era digital seperti sekarang, kemudahan manipulasi informasi menuntut kita untuk menjadi konsumen yang lebih cerdas dan skeptis terhadap tawaran yang terlihat terlalu sempurna.
Kejadian ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan yang memanfaatkan kedok agama.
Pemerintah dan pihak keamanan pun terus mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa.
Dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi, kita bisa melindungi momen-momen sakral keluarga dari gangguan oknum yang hanya ingin meraup untung dengan cara-cara yang haram dan merugikan orang lain.
3 Poin Penting:
-
Penipuan jasa akikah bermodus pencatutan nama asisten Ustaz Wadi Annuar menyebabkan pasutri Atiq Azman mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
-
Pelaku menggunakan profil palsu dan menjanjikan aula fiktif untuk membangun kepercayaan korban sebelum akhirnya menghilang setelah uang ditransfer.
-
Verifikasi nomor resmi, penggunaan rekening perusahaan, dan skeptis terhadap harga murah menjadi kunci utama agar terhindar dari modus penipuan serupa.
[gas/man]

![viral angkut motor diatas motor [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/website-300x169.png)
![Achmad Syahri As Siddiqi DPRD JEMBER [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/result_Screenshot_2026_0512_213309-2333290526.jpg-300x202.webp)
![LCC 4 Pilar MPR RI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/josepha-alexandra-siswi-sman-1-pontianak-yang-viral-perjuangkan-jawaban-benar-di-lomba-cerdas-cermat-4-pilar-mpr-ri-3FtaI-300x169.webp)