Search

Viral Isu “Homeless Media” Direkrut Istana, Hasan Nasbi Buka Suara: Itu Kolaborasi Biasa, Gengs!

Jumat, 8 Mei 2026

Hasan Nasbi (tribunnews)

Belakangan ini, jagat media sosial lagi geger banget sama isu pemerintah lagi rajin ‘ngerangkul’ atau bahkan ‘ngerekrut’ beberapa kelompok media baru (new media) yang sering disebut sebagai “homeless media”.

Isu ini langsung trending topic dan bikin netizen pada kepo: “Apakah media-media ini udah dibeli pemerintah buat nulis berita yang bagus-bagus doang?”

Pertanyaan ini tentu wajar, mengingat integrity dan independence media itu super penting di era informasi yang seliweran kayak sekarang, guys.

Mendengar kabar yang makin melintir ini, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, gak tinggal diam, slay. Pria yang expert di bidangnya ini langsung kasih klarifikasi tegas buat ngelurusin persepsi yang misleading di publik.

Hasan menegaskan kalau pemerintah, dalam hal ini Istana, sama sekali gak ada deal rekrutmen atau penguasaan tertentu terhadap kelompok media mana pun. Isu rekrutmen itu dibantah total sebagai sesuatu yang lebay dan gak berdasar, lho.

Undangan Konferensi Pers: Cuma Buka Akses, Gak Lebih dari Itu

Terus, kalau gak direkrut, kenapa mereka sering kelihatan hadir di Istana? Hasan Nasbi menjelaskan kalau kehadiran media-media ini di kegiatan konferensi pers Istana itu murni karena undangan biasa.

Artinya, mereka dapet undangan yang sama persis kayak media arus utama (mainstream) lainnya. Gak ada privilege khusus, apalagi kontrak kerja eksklusif yang mengikat.

Langkah ini, menurut Hasan, sebenernya bentuk pemerintah yang open-minded dan pengen inklusif sama semua lini media di era digital yang makin plural ini.

Alasan di balik kehadiran mereka adalah Istana menyadari kalau audiens saat ini gak cuma bergantung sama satu jenis media doang, fellas.

Jadi, kehadiran mereka di sana dianggap wajar karena adanya tambahan peserta baru dari kelompok media digital atau media baru (new media) yang jangkauannya luas dan beda audiens.

Istana Buka Pintu Buat Media Baru, Kolaborasi Buat Masyarakat

Hasan Nasbi juga menegaskan kalau Istana gak asal undang, no way. Daftar media yang dapet undangan itu berasal dari komunitas atau perhimpunan media baru itu sendiri, jadi bukan daftar pesanan Istana.

Kalau mereka direkrut, ya pasti ada proses seleksi dan kontrak yang jelas, kayak kontrak kerja biasa, kan? Nah, di sini gak ada agreement macem-macem, cuma kolaborasi informasi to the people.

Daripada nyebut rekrutmen, Hasan lebih suka nyebut hubungan ini sebagai bentuk kolaborasi informasi yang biasa banget.

Kolaborasi ini dilakukan biar masyarakat, khususnya anak muda yang sering dapet berita dari new media, bisa stay updated sama informasi penting dari pemerintah.

Gak ada agenda tersembunyi, cuma agenda untuk masyarakat to know what’s happening. Basically, Istana pengen jadi source informasi yang kredibel buat semua orang, simple as that.

Statement:

Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi

“Pemerintah hanya membuka akses informasi dan mengundang media-media tersebut ke kegiatan konferensi pers Istana, sama seperti media arus utama lainnya… Media yang disebut sebagai homeless media atau new media hanya mendapat undangan untuk menghadiri konferensi pers.”

3 Poin Penting:

  1. Bantahan Tegas: Penasihat Khusus Presiden, Hasan Nasbi, secara tegas membantah isu bahwa pemerintah atau Istana melakukan rekrutmen terhadap kelompok media baru atau “homeless media”. Isu penguasaan Istana terhadap media dibantah total sebagai kabar yang tidak berdasar.

  2. Akses Informasi Biasa: Hasan Nasbi menjelaskan bahwa Istana hanya membuka akses informasi seluas-luasnya dengan mengundang media-media baru tersebut ke kegiatan konferensi pers Istana. Undangan tersebut bersifat umum dan setara dengan media arus utama (mainstream).

  3. Kolaborasi Informasi: Kehadiran media baru di Istana merupakan bentuk kolaborasi informasi biasa yang dilakukan untuk masyarakat, khususnya audiens media baru. Hasan Nasbi menegaskan Istana tidak melakukan rekrutmen dan kolaborasi ini tidak didasari kontrak mengikat, melainkan semangat kolaborasi biasa demi kepentingan masyarakat luas.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan