Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa upaya memberantas korupsi melalui jalur penindakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Menurutnya, proses penanganan kasus korupsi mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga pemidanaan memerlukan anggaran besar yang berasal dari negara.
Tidak hanya biaya operasional penegakan hukum, negara juga harus menanggung kebutuhan para narapidana korupsi selama menjalani masa hukuman.
Mulai dari kebutuhan makan, pakaian, fasilitas dasar, hingga biaya pemeliharaan lembaga pemasyarakatan menjadi bagian dari beban anggaran yang harus disiapkan pemerintah.
Penindakan Penting, Tapi Pencegahan Lebih Murah
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara akibat tindakan pelakunya, tetapi juga menimbulkan biaya tambahan dalam proses penegakan hukum.
Semakin banyak kasus korupsi yang terjadi, semakin besar pula sumber daya yang harus dikeluarkan negara untuk menanganinya.
Karena itu, KPK kini semakin fokus memperkuat strategi pencegahan sebagai langkah jangka panjang.
Lembaga antirasuah tersebut menilai bahwa membangun budaya antikorupsi sejak dini akan memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi.
Pendidikan Antikorupsi Jadi Prioritas
Setyo Budiyanto menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi yang ditanamkan sejak usia dini.
Menurutnya, pembentukan karakter dan integritas sejak masa sekolah dapat menjadi benteng utama untuk mencegah munculnya perilaku koruptif di masa depan.
Melalui pendekatan pendidikan, generasi muda diharapkan memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan cara ini, potensi terjadinya korupsi dapat ditekan sejak awal sehingga negara tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menangani kasus yang sebenarnya bisa dicegah.
Bangun Generasi Berintegritas
KPK meyakini bahwa investasi terbesar dalam pemberantasan korupsi bukan hanya pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan karakter masyarakat.
Semakin kuat budaya integritas yang tertanam, semakin kecil peluang praktik korupsi berkembang di berbagai sektor.
Pendekatan preventif ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan transparan.
Selain menghemat anggaran negara, upaya pencegahan juga berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi serta memperkuat fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Statement:
Ketua KPK, Setyo Budiyanto
“Bukan hanya proses penyelidikan dan penangkapan, negara juga harus menanggung kebutuhan para tahanan korupsi selama menjalani hukuman, mulai dari makan, pakaian, hingga fasilitas dasar lainnya.”
3 Poin Penting:
- Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut biaya memenjarakan koruptor sangat besar, mulai dari proses penegakan hukum hingga pemenuhan kebutuhan narapidana selama menjalani hukuman.
- KPK menilai pencegahan korupsi lebih efektif dan efisien dibandingkan penindakan, karena dapat mengurangi potensi kerugian negara dan biaya penanganan kasus.
- Pendidikan antikorupsi sejak usia dini menjadi fokus utama KPK, guna membentuk generasi yang memiliki integritas dan menjauhi perilaku koruptif.

![Makan Bergizi Gratis-MBG [dok. unicef]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/MBG-Wilander-300x200.webp)

