Dunia penerbangan internasional diguncang kabar mengejutkan setelah seorang pilot Air Canada asal Kanada, Geoffrey Wall, diduga menerbangkan pesawat komersial lebih dari 900 kali tanpa memiliki lisensi resmi yang sesuai dengan jabatannya.
Dugaan pelanggaran tersebut disebut berlangsung selama 17 tahun, mulai 2009 hingga 2026, dan kini tengah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum Kanada.
Kepolisian Regional Peel mengungkapkan bahwa Wall diduga menggunakan lisensi palsu untuk memimpin ratusan penerbangan domestik maupun internasional. Kasus ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan penerbangan dan sistem verifikasi sertifikasi pilot di industri aviasi global.
Polisi Sebut Ancam Kepercayaan Publik
Kepala Kepolisian Regional Peel, Nishan Duraiappah, menilai kasus ini sangat serius karena menyangkut keselamatan publik.
Menurutnya, dugaan penggunaan dokumen palsu oleh seorang pilot berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerbangan yang selama ini dikenal memiliki standar keamanan ketat.
Meski demikian, pihak berwenang menjelaskan bahwa Geoffrey Wall sebenarnya memiliki lisensi pilot komersial yang sah.
Namun, ia diduga tidak memiliki Airline Transport Pilot Licence (ATPL) atau lisensi pilot transportasi udara, yang merupakan sertifikasi tertinggi dan wajib dimiliki untuk menjadi kapten pesawat komersial.
Air Canada Buka Suara
Seiring mencuatnya kasus tersebut, Air Canada memberikan tanggapan resmi dan menyebut dugaan pelanggaran yang dilakukan Wall sebagai persoalan yang sangat serius.
Maskapai nasional Kanada itu menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Air Canada juga menjelaskan bahwa seluruh pilot wajib mengikuti pelatihan dan evaluasi kompetensi secara berkala setiap enam bulan.
Berdasarkan catatan internal perusahaan, Wall disebut berhasil memenuhi bahkan melampaui standar kompetensi operasional yang ditetapkan untuk menerbangkan pesawat secara aman.
Diberhentikan dan Kasus Terus Didalami
Setelah mengetahui dugaan pemalsuan lisensi tersebut, Air Canada langsung menonaktifkan Geoffrey Wall dari tugas penerbangan. Perusahaan juga secara sukarela melaporkan kasus itu kepada Transport Canada untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.
Sementara itu, polisi menyatakan Wall kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk penipuan, pemalsuan dokumen, kepemilikan merek dagang palsu, serta tindakan yang dianggap merusak ketertiban umum.
Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu skandal penerbangan terbesar di Kanada dalam beberapa tahun terakhir karena menyangkut ratusan ribu penumpang yang pernah berada dalam penerbangan yang dipimpinnya.
Statement:
Nishan Duraiappah, Kepala Kepolisian Regional Peel
“Kasus ini sangat mengkhawatirkan dan menyentuh inti kepercayaan dan keselamatan publik, karena terdakwa diduga telah membahayakan ratusan ribu penumpang di lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional.”
Pernyataan Resmi Air Canada
“Dia sudah melewati kompetensi level tinggi untuk mengoperasikan pesawat dengan aman.”
“Segera setelah Air Canada mengetahui hal ini, individu tersebut diberhentikan dari tugas aktif, dan perusahaan secara sukarela melaporkan masalah tersebut kepada Transport Canada.”
3 Poin Penting:
- Pilot Air Canada Geoffrey Wall diduga menerbangkan lebih dari 900 penerbangan selama 17 tahun menggunakan lisensi yang tidak sesuai dengan persyaratan sebagai kapten pesawat komersial.
- Kepolisian Kanada menjerat Wall dengan sejumlah dakwaan, termasuk penipuan dan pemalsuan dokumen.
- Air Canada menegaskan standar keselamatan tetap dijalankan dan langsung menonaktifkan pilot tersebut setelah kasus terungkap.



