Raksasa industri hiburan tanah air milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), siap mengambil langkah besar di pasar modal.
Korporasi media terkemuka ini dilaporkan tengah mematangkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manuver strategis ini menandai babak baru bagi ekosistem bisnis mereka untuk bertransformasi menjadi perusahaan publik yang lebih akuntabel.
Melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan yang identik dengan konten gaya hidup kaum urban ini membidik penghimpunan dana segar hingga mencapai Rp429,25 miliar.
RANS berencana melepas sebanyak-banyaknya 2,52 billion saham ke publik dengan kisaran harga penawaran Rp135 sampai Rp170 per lembar saham.
Menariknya, sebagian modal segar hasil IPO tersebut akan langsung digunakan untuk mengakuisisi kembali PT Rans Kosmetika Indonesia, produsen kosmetik merek Slavina yang sempat dilepas pada tahun 2023 lalu.
Buyback Produsen Kosmetik Slavina Jadi Strategi Dongkrak Pendapatan
RANS mengalokasikan dana sekitar Rp85 miliar atau setara 19,80 persen dari total hasil perolehan modal untuk mengambil alih 51 persen porsi kepemilikan saham Slavina dari tangan Andy Lesmana.
Manajemen menegaskan bahwa aksi beli kembali (buyback) ini bukan sekadar romansa lama, melainkan bagian dari cetak biru diversifikasi sumber pendapatan perseroan.
Menariknya, porsi kepemilikan 25 persen milik PT RFA Maju Internasional di perusahaan kosmetik tersebut dipastikan tidak akan bergeser setelah proses akuisisi rampung.
Pihak emiten juga secara terbuka menegaskan bahwa transaksi ini bersih dari unsur benturan kepentingan karena tidak ada hubungan kekeluargaan maupun kepengurusan antara pihak penjual dengan internal RANS.
Dengan demikian, skema bisnis ini tidak dikategorikan sebagai transaksi afiliasi berdasarkan aturan POJK No.42/2020.
Langkah berani ini diambil guna memastikan bahwa pengembangan lini bisnis lifestyle baru mereka dapat melaju kencang tanpa ganjalan regulasi di kemudian hari.
Dari Konser Musik Hingga Wahana Cipungland Siap Digaspol
Nggak cuma berfokus pada industri kecantikan, RANS juga sudah menyusun agenda ekspansi yang super padat dan variatif untuk beberapa tahun ke depan.
Perusahaan menganggarkan dana jumbo sebesar Rp161,45 miliar untuk mendanai penyelenggaraan hingga 16 pergelaran konser musik berskala besar di dalam dan luar negeri sampai tahun 2028.
Strategi ini dinilai sangat tepat untuk memaksimalkan potensi pasar hiburan pascapandemi yang kembali menggeliat hebat.
Selain itu, fenomena popularitas anak bungsu mereka juga ikut dimonetisasi secara cerdas lewat rencana pembangunan wahana edukatif anak bernama Cipungland di sembilan kota besar dengan anggaran Rp80 miliar.
Sisa dana hasil IPO lainnya akan dialokasikan sebesar Rp35 miliar untuk mendirikan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) berkolaborasi dengan PT Feedloop Global Teknologi.
Sementara sisa Rp30 miliar terakhir akan digunakan secara bijak untuk melunasi utang ke Bank BNI.
Menakar Risiko Ketergantungan Figur dan Tata Kelola Perusahaan
Meski rencana ekspansinya terlihat sangat menjanjikan, manajemen RANS secara transparan mengakui dalam prospektus bahwa mereka dihadapkan pada risiko ketergantungan yang tinggi terhadap figur utama mereka, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga.
Risiko sentimen ini menjadi salah satu poin krusial yang tengah dicermati oleh para pelaku pasar modal. Kebergantungan pada pesona personalitas figur utama dinilai bisa menjadi pisau bermata dua bagi pergerakan saham emiten di masa depan.
Aspek tata kelola (good corporate governance) serta skema pelepasan saham ke publik (free float) juga menjadi indikator penting yang akan memengaruhi tingkat likuiditas dan volatilitas harga pasca-listing.
Pasar modal dipastikan akan bersikap rasional dan melihat seberapa cepat manajemen mampu mengonversi seluruh rencana ekspansi megah ini menjadi kinerja laporan keuangan yang riil dan menguntungkan.
Jika eksekusinya berjalan mulus, saham berkode RANS ini berpotensi menjadi primadona baru di sektor industri kreatif.
Statement:
Elandry Pratama, Analis Panin Sekuritas
“Penggunaan dana IPO ini memperlihatkan adanya upaya memperluas sumber pendapatan melalui ekosistem entertainment dan lifestyle, mulai dari konser, wahana, hingga kosmetik. Ini menjadi bagian dari growth story yang cukup kuat. Namun menurut saya transaksi akuisisi kembali ini bisa memengaruhi minat investor, terutama dari sisi governance dan transparansi transaksi afiliasi. Pasar akan mencermati apakah transaksi ini benar-benar memiliki sinergi bisnis yang jelas, valuasi yang wajar, serta dilakukan melalui proses yang transparan.”
3 Poin Penting:
-
Target Dana IPO Jumbo: PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di bursa saham dengan target perolehan dana IPO mencapai Rp429,25 miliar demi mendanai rentetan proyek ekspansi.
-
Akuisisi Kembali Slavina: Sebesar Rp85 miliar dari dana hasil penawaran perdana tersebut akan digunakan untuk mencaplok kembali 51% saham produsen kosmetik Slavina sebagai langkah diversifikasi bisnis.
-
Risiko Talenta dan Sinergi Pasar: Analis pasar modal mengingatkan adanya risiko ketergantungan tinggi pada figur Raffi-Nagita serta menekankan pentingnya transparansi tata kelola agar eksekusi bisnis mendapat respons positif dari investor.



