Search

Sejumlah Bisnis Kuliner Artis Tumbang, Ashanty Tutup 15 Gerai Toko Kue

Kamis, 7 Agustus 2025

Raffi Ahmad dan Ashanty yang bisnis kulinernya tutup (kolase tribunnews.com)

Tren bisnis kuliner yang pernah menjamur di kalangan selebritas Tanah Air kini tampaknya mulai memudar. Sejumlah artis harus menutup gerai usaha mereka, termasuk yang terbaru adalah Ashanty. Ia mengumumkan penutupan 15 gerai toko kuenya, Lumiere, per 31 Juli 2025, yang telah beroperasi sejak Januari 2020.

Penutupan ini disebut Ashanty bukan karena sepi pembeli, melainkan karena alasan internal dan idealisme, yang berdampak pada sekitar 200 karyawan.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Alami Kegagalan Bisnis Kuliner

Pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga tidak luput dari tren ini. Usaha kuliner mereka, Rans Nusantara Hebat, yang baru dibuka pada Maret 2024, telah tutup pada Februari 2025.

Sebelumnya, bisnis kue mereka, Gigieat Cake, juga hanya bertahan kurang dari dua tahun karena persaingan pasar. Selain itu, gerai Bakmi RN milik mereka juga gulung tikar pada 2019 setelah beroperasi sejak 2017.

Toko Kue Artis Lain Ikut Tumbang

Fenomena “kue artis” yang sempat populer di tahun 2017 juga banyak yang tidak bertahan lama. Ayu Ting Ting harus menutup Kuenya Ayu pada tahun 2019, hanya dua tahun setelah diluncurkan.

Hal serupa dialami Syahrini dengan Princess Cake dan Zaskia Sungkar dengan Surabaya Snow Cake, yang keduanya tidak aktif lagi sejak tahun 2019 dan 2018.

Bisnis Kuliner Lain yang Tutup

Selain toko kue, beberapa bisnis kuliner artis lain juga mengalami nasib serupa. Presenter Ruben Onsu menutup restoran all you can eat Bensunda yang dibuka pada 2019. Sementara itu, Ussy Sulistiawaty terpaksa menutup beberapa usahanya, seperti Lurik Coffee & Kitchen, akibat dampak pandemi COVID-19.

Lain itu, restoran Ngikan Yuk milik Rachel Vennya juga dilaporkan banyak menutup cabang karena menurunnya jumlah pelanggan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner bagi para artis tidak selalu berjalan mulus. Meskipun sempat menjadi “ladang cuan” yang menjanjikan, tantangan persaingan dan dinamika pasar menjadi faktor utama di balik kegagalan sejumlah usaha mereka.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan