Kabar duka menyelimuti kawasan wisata budaya Jawa Barat setelah musibah kebakaran hebat melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa naas yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB ini menghanguskan kawasan permukiman tradisional di RT 05 dan RT 07 RW 02.
Api dengan cepat membesar dan menyapu bangunan bernilai sejarah tinggi tersebut hanya dalam hitungan jam.
Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat hingga Minggu (26/7/2026), si jago merah tercatat menghanguskan sedikitnya 51 unit bangunan.
Kerusakan tersebut mencakup rumah tinggal milik warga serta lumbung padi tradisional yang menjadi fondasi ketahanan pangan masyarakat adat setempat.
Dampak dari musibah ini memaksa sedikitnya 28 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 89 jiwa harus kehilangan tempat tinggal mereka.
Pembaruan Data Korban dan Langkah Penanganan Darurat
Jumlah korban terdampak ini sekaligus memperbarui laporan awal yang sempat diperkirakan mencapai 70 unit rumah dan 420 jiwa. Petugas gabungan di lapangan terus melakukan verifikasi dan pendataan secara cermat agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Saat ini, warga yang terdampak untuk sementara waktu menumpang di rumah kerabat serta tetangga terdekat yang selamat dari kobaran api.
Proses penanganan darurat terus diprioritaskan mengingat kebutuhan mendesak para warga yang kian mendesak.
BPBD mengidentifikasi bahwa kebutuhan paling krusial di lokasi bencana saat ini meliputi tenda pengungsian, pakaian layak pakai, bahan pangan, hingga makanan siap saji.
Gotong royong antawarga dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam melewati masa-masa sulit ini.
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Material Bangunan Ringkih
Berdasarkan hasil investigasi awal, titik mula api diketahui berasal dari fasilitas MCK umum yang berlokasi di pinggir permukiman, tidak jauh dari bangunan sakral Rumah Gede (Imah Gede).
Dugaan kuat pemicu kebakaran adalah adanya korsleting listrik yang menimbulkan percikan api pada bagian atap fasilitas tersebut. Percikan api kecil itu pun dengan cepat membesar akibat terpaan angin di kawasan pegunungan.
Kondisi bangunan rumah adat yang mayoritas terbuat dari kayu serta beratap ijuk kering membuat api merambat sangat cepat ke bangunan sekitarnya.
Beruntung, ketangkasan warga dan solidaritas yang tinggi membuat seluruh masyarakat berhasil menyelamatkan diri tepat waktu. Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas ini.
Gerak Cepat Penyaluran Bantuan Kedaruratan
Merespons musibah tersebut, BPBD Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik serta peralatan kedaruratan ke lokasi kejadian.
Tim tanggap darurat yang diberangkatkan sejak Sabtu malam tiba untuk memperkuat aksi penanganan bencana yang sebelumnya telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran, dan aparat setempat.
Kehadiran bantuan fasilitas penunjang seperti air bersih dan toilet portabel diharapkan mampu menjaga sanitasi warga di area pengungsian sementara.
Pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait berkomitmen untuk terus mendampingi warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya hingga situasi kembali pulih dan aman.
Kutipan:
BPBD Jawa Barat (keterangan resmi melalui unggahan akun Instagram @bpbd_jabar)
“Setibanya di lokasi, Tim BPBD Jabar langsung mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan, melakukan pemasangan tenda darurat, serta mengirimkan 1 unit mobil tangki air dan 1 unit mobil toilet portabel untuk mendukung kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.”
3 Poin Penting:
-
Dampak Kebakaran: Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi menghanguskan 51 unit bangunan (rumah dan lumbung padi) serta berdampak pada 28 KK atau 89 jiwa.
-
Penyebab Kebakaran: Api diduga berasal dari korsleting listrik di fasilitas MCK umum dekat Imah Gede, yang merambat cepat akibat material bangunan kayu dan atap ijuk.
-
Penyaluran Bantuan: BPBD Jabar bergerak cepat mendistribusikan bantuan logistik, mendirikan tenda darurat, serta menyiagakan mobil tangki air dan toilet portabel di lokasi bencana.



