Niat hati ingin meluapkan kekesalan, seorang pria berinisial MY kini justru harus gigit jari di balik jeruji besi.
Pria paruh baya ini hanya bisa meratapi nasibnya setelah nekat mengirimkan pesan berisi ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Aksi nekat yang awalnya diklaim hanya sekadar iseng tersebut berujung fatal dan langsung memicu kepanikan massal di lingkungan sekolah.
Peristiwa menegangkan ini bermula pada Senin pagi saat para siswa tengah khidmat melaksanakan upacara bendera. Tanpa diduga, sebuah pesan singkat berisi ancaman peledakan masuk ke ponsel salah satu guru.
Pesan bernada teror tersebut baru dibaca sesaat setelah upacara selesai, yang sontak membuat pihak sekolah panik luar biasa dan langsung menghubungi aparat kepolisian.
Sakit Hati Berujung Panggilan Tim Gegana
Usut punya usut, tersangka MY ternyata merupakan salah satu orang tua murid di sekolah tersebut. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror guna menyisir seluruh area sekolah demi memastikan keselamatan para siswa.
Beruntung, setelah dilakukan sterilisasi dan pemeriksaan intensif di setiap sudut bangunan, petugas menyatakan bahwa ancaman tersebut merupakan informasi bohong karena tidak ditemukan bahan peledak sama sekali.
Motif di balik aksi nekat MY akhirnya terkuak setelah dirinya dijemput oleh petugas tak lama setelah kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan penyidik, MY mengaku nekat melakukan aksi ekstrem tersebut karena merasa tersinggung dan sakit hati dengan ucapan pihak sekolah saat dirinya menanyakan perihal seragam.
Respons Sekolah Bikin Tersangka Naik Pitam
Menurut keterangan kepolisian, beberapa hari sebelum teror terjadi, MY sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk membahas masalah seragam.
Sayangnya, jawaban yang diterima justru melukai harga dirinya hingga membuatnya menyimpan dendam.
Pihak sekolah bermaksud meringankan beban dengan mengatakan tidak perlu membeli seragam karena memahami kondisi ekonominya, namun MY justru menangkapnya sebagai sebuah hinaan.
Resmi Ditahan dan Terancam Hukuman Berat
Nasi sudah menjadi bubur, MY kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan impulsifnya di hadapan hukum. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan gelar perkara dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penangkapan.
Seluruh peserta gelar sepakat menaikkan status kasus ini dan menetapkan pria tersebut sebagai tersangka utama.
Sejak Selasa sore, MY resmi mengenakan baju tahanan dan mendekam di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.
AKP Joko Adi menambahkan bahwa tersangka saat ini mengalami penyesalan mendalam dan tidak menyangka bahwa aksi isengnya akan memicu respons skala besar dari aparat keamanan hingga menjadi viral di media sosial.
Statement:
AKP Joko Adi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan
“Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya, ‘Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu’ kan begitu lho. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu lho.”
3 Poin Penting:
-
Tersangka MY nekat mengirimkan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi saat murid sedang upacara bendera karena tersinggung masalah seragam sekolah.
-
Proses sterilisasi yang melibatkan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror memastikan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.
-
MY telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan sejak Selasa, 14 Juli 2026.



