Jagat media sosial lintas platform mendadak dihebohkan oleh peredaran rekaman video berdurasi singkat yang memperlihatkan antrean bus mengular di jalanan menanjak.
Narasi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa ratusan bus tersebut membawa rombongan massa dari berbagai daerah untuk menguasai Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 demi mengesahkan undang-undang hukuman mati dan memiskinkan koruptor.
Unggahan yang disebarkan oleh akun Facebook “Agustine Nur Adriani” dan diunggah ulang oleh berbagai akun platform digital lainnya itu langsung menyedot perhatian netizen.
Berbagai kolom komentar pun dipenuhi reaksi dukungan warganet yang mengira video tersebut merupakan aksi pergerakan nyata.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta secara mendalam, dipastikan bahwa rekaman video konvoi bus yang viral di dunia maya tersebut adalah hoax alias tidak benar.

Fakta Video Asli Acara Bus Mania di Yogyakarta
Berdasarkan hasil penelusuran fakta melalui pencarian gambar terbalik (reverse image), video antrean bus mengular tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan aksi unjuk rasa ke Jakarta.
Rekaman tersebut nyatanya merupakan dokumentasi lama dari kegiatan pariwisata bertajuk Ngabuburit On The Road (NOTR) Jogja 2026 yang berlangsung pada 7 Maret 2026 lalu.
Lokasi pengambilan video tersebut berada di Jalan Baru Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman menuju kawasan Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Acara konvoi tersebut murni merupakan ajang kumpul komunitas busmania dan wisata ratusan armada bus pariwisata dari berbagai daerah, yang kini dipelintir oleh pihak tidak bertanggung jawab menjadi narasi demonstrasi.
Kepolisian Pastikan Arus Lalu Lintas Menuju Jakarta Kondusif
Menanggapi narasi liar yang menyebutkan jutaan pendemo mulai mengepung Ibu Kota menggunakan bus, pihak kepolisian langsung memberikan penegasan.
Kainduk PJR Tol Cikampek, Kompol Sandy Titah, mengonfirmasi bahwa situasi arus lalu lintas di ruas tol yang menuju Jakarta hingga H-1 menjelang aksi dipastikan tetap kondusif, aman, dan ramai lancar.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada pergerakan rombongan massa besar-besaran sebagaimana yang dicitrakan dalam rekaman hoaks di media sosial tersebut.
Agenda Aksi 27 Agustus dan Imbauan Waspada Disinformasi
Meski klaim video konvoi bus tersebut terbukti bohong, aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI memang telah dijadwalkan oleh sejumlah elemen masyarakat.
Beberapa kelompok yang berencana hadir antara lain Forum Studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka, Forum Keluarga Mahasiswa Bogor, serta Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan agenda pengawalan isu pemberantasan korupsi dan RUU Perampasan Aset.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat luas untuk tetap tenang dan cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.
Publik diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video lama atau narasi disinformasi yang sengaja disebarkan untuk memicu kegaduhan jelang penyampaian aspirasi di muka umum.
Statement:
Kompol Sandy Titah, Kainduk PJR Tol Cikampek
“Kami memantau secara langsung arus lalu lintas di ruas tol dan tidak terlihat rangkaian bus tersebut. Sampai sekarang masih kondusif, cenderung ramai lancar… Cenderung aktivitas masyarakat menuju kantor normal. Kalau kemarin masyarakat yang libur wisata, liburan nasional, kalau hari ini lalu lintas normal saja, aktivitas seperti biasa, tidak ada yang menonjol.”
3 Poin Penting:
-
Klaim Video Konvoi Bus Hoaks: Video antrean bus yang diklaim bergerak menuju Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 dipastikan tidak benar.
-
Dokumentasi Acara Bus Mania: Rekaman video tersebut merupakan dokumentasi lama kegiatan Ngabuburit On The Road komunitas bus di Prambanan, Sleman, Yogyakarta pada Maret 2026.
-
Lalu Lintas Jakarta Normal: Pihak Kepolisian Tol Cikampek memastikan situasi arus lalu lintas menuju Jakarta tetap kondusif dan lancar tanpa ada pergerakan massa bus seperti narasi viral di media sosial.





